web analytics
  

4 Soto Ayam Madura yang Bikin Anda Ketagihan

Kamis, 15 Oktober 2020 16:30 WIB Dudung Ridwan
Gaya Hidup - Kuliner, 4 Soto Ayam Madura yang Bikin Anda Ketagihan, Kuliner Khas Madura,Soto Ayam Madura,Sate Madura,Kuliner Khas Madura di Bandung

Soto Ayam Madura (dudung ridwan/ayobandung)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Kuliner Madura sudah lama merambah Bandung—Jawa Barat. Sate Madura, baik sate ayam atau kambingnya, tentu saja paling dulu. Tidak saja di Bandung, tapi ke seluruh Nusantara. Ungkapan, “Te, sate!” Khas Madura sekali.

Kemudian, belakangan bebek goreng Madura marak di pinggir jalan, dengan memakai tenda. Bumbu hitamnya—menyerupai rendang—deuh meni sulit dilupakan.

Yang paling terakhir, bubur kacang Madura juga mulai marak. Rasanya yang lain, maupun cara mengolahnya yang beda daripada bubur kacang Sunda—biasanya yang dagang dari Sumedang, Kuningan--menjadikannya bubur khas Madura ini punya tempat di Bandung.

Nah, soto Madura merukapan kuliner Madura generasi pertama, seangkatan dengan satenya. Biasanya sepaket. Ada sate, ada pula soto Maduranya. Tapi, tak selamanya begitu. Banyak pula orang Madura yang bersolo karier di jalur soto Maduranya saja.

Di bawah ini 4 soto Madura yang rekomended:

1 Soto Ayam Madura Cak Alim, Jl. Ibrahim Adjie.

Saya jadi pelanggannya saat roda soto ini masih sederhana, sekitar 2005 an. Tempatnya bukan di tempat yang sekarang. Tapi di terusan Jalan Kiara Condong, depan gedung Bungsuna Dewi, belakang Samsat Bandung Timur. Di situ pun, jualannya sudah rame.

Entahlah, lama menghilang. Eh tahunya pindah ke Jl. Ibrahim Adjie, sebelum pom bensin, dekat Bank BTPN. Di tempat barunya ini, Cak Alim, nama pemiliknya, pangling, tampak agak subur. Tapi, keramahannya tetap tak hilang. Ia selalu menyapa kepada siapa saja.

“Soto biasa, Pak? Kulitnya banyak, ya?” Dia sudah tahu soto yang biasa saya pesan.

Di atas trotoar, roda sotonya dua. Ditambah tenda dan kursi-kursi untuk menampung pembelinya yang banyak.

Pukul 07.30 sudah buka. Pembeli sudah banyak. Para pelajar. Karyawan. Pak polisi, tentara—sebelum berjaga—selalu sarapan di situ.

Untuk melayani pembeli, 4 karyawan berseragam kaus biru bertulsikan “Soto Ayam Cak Alim” siap membantu.

Di dalam tenda, di atas meja, tersaji, kerupuk, gorengan, bala-bala, peyek, sate telur puyuh. “Ini yang nitip, Pak. Kasian kalau ditolak,” kata Cak Alim.

Selain makanan tadi, kecap, sambal, garam, potongan jeruk nipis, dan beberapa koya dalam beberapa wadah sengaja dibebaskan bagi pembeli yang kekurangan bumbu. Koya—ciri khas soto Madura—tak diumpetin. Bebas ngambil lagi kalau kurang.

Anda bisa pesan soto ayam campur atau pisah. Mau kulitnya yang banyak. Atau dagingnya saja? Atau campur kedua-duanya? Anda yang suka jeroan—ati, ampela, usus, jantung—ada. Mau paha, kepala, sayap? Juga ada.

Harganya dari Rp12.000 hingga Rp20.000. Tergantung menu apa yang dipesan. Itu sudah sama nasi dan kerupuk.

Jangan datang terlalu siang kalau tak mau kehabisan. Apalagi, kalau datang dalam jam makan siang, paling Anda dapat kuahnya saja. Atau lebih sial lagi, tendanya sudah enggak ada.

Soal rasa, saya nilai, 8.

2. Soto ayam, ceker, babat, daging Cak Ali, Jl. Moch. Ramdhan, tak Jauh dari Patung Ikan

Di sepanjang Jalan Moch Ramdan ada banyak tukang soto ayam. Tapi, yang paling enak, ya soto ayam Cak Ali ini. Dibandingkan Soto Cak Alim, ya masih jauh lebih kecil rodanya. Tapi, tampaknya—kalau Cak Ali pintar--ada peluang ke arah lebih besar. Rasanya pun tak jauh beda dengan Soto Cak Alim. Keramahan Cak Ali juga beda tipis dengan Cak Alim. Dan ini yang penting, tak perhitungan soal daging. Gak pelit.

Harganya mulai dari Rp10.000-hingga Rp15.000. “Yang paling mahal soto daging, Pak. Habis dari sananya mahal,” kata Cak Ali yang mengaku sudah berdagang di tempat itu sejak 2017-an.

Pukul 07.00 sudah di tempat hingga habis sotonya.

Soal rasa, saya nilai, 7,7.

3. Soto Ayam samping Pom Bensin Ujungberung atau depan Kantor Pos Ujungberung

Bukanya malam. Pukul 17.30 baru siap-siap buka. Pukul 18.30, baru buka. Pembeli langsung menyerbu. Sekali melayani, si emangnya langsung bikin lebih dari 15 mangkuk sekaligus. Pembeli selanjutnnya, begitu juga. Terus hingga malam menjelang. Jadi pembeli di sini harus tabah dan sabar. Tapi, kebanyakan yang beli dibungkus sih. Makan di situ agak kurang nyaman oleh banyakna pembeli.

Ternyata harganya murah. Semangkuk sotonya saja Rp5.000. Entahlah, sekarang. Soal rasa, saya nilai 6.

4. Soto Ayam Cak Mad, Jalan Mohamad Toha 219 A.

Tertarik dari obrolah kawan fb, saya mencoba soto Cak Mad ini. Agak sulit mencarinya. Setelah tanya tukang parkir, oh ternyata ada di sebuah ruko. Kalau dari arah PT Inti, sebelah kiri. Dekat lab.

Berbeda dengan tiga soto ayam di atas, soto ayam Cak Mad ini sudah bergaya restoran. Kursi dan meja berjejer rapi. Bersih. Karyawannya banyak. Ada kasir. Pembelinya hampir dari kalangan bermobil.

Bukanya siang, mulai pukul 11.00 an. Harganya mulai dari Rp25.000 untuk soto biasa. Untuk tambahan toping kulit, ati ampela Rp30.000-Rp35.000 sudah termasuk sepiring nasi.

Soal rasa, saya nilai 8.

Editor: Dudung Ridwan
dewanpers