web analytics
  

Gara-gara Pandemi, Pria Ini Cabut Gigi Sendiri Pakai Tang

Rabu, 14 Oktober 2020 21:46 WIB Suara.com
Umum - Unik, Gara-gara Pandemi, Pria Ini Cabut Gigi Sendiri Pakai Tang, Pandemi Covid-19,Cabut Gigi

Ilustrasi -- Cabut Gigi (istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Seorang ayah yang berjuang untuk mendapatkan perawatan gigi selama pandemi harus mencabut giginya sendiri setelah menenggak delapan kaleng Stella.

Dilansir dari Metro UK, Chris Savage, putus asa setelah 20 dokter gigi setempat memberitahunya bahwa mereka tidak menerima pasien NHS baru.

Setelah berhari-hari menderita, dia mengambil tindakan yang paling mengerikan di dalam hidupnya. Chris, dari Southsea, Portsmouth, mengakui dia harus 'sangat mabuk' dengan menenggak delapan kaleng Stella Artois untuk menutupi rasa sakit sebelum mencabut gigi pertama.

Dia kemudian menunggu 24 jam lagi untuk mengeluarkan yang kedua - kali ini tanpa mabuk.

"Saya akhirnya harus mabuk berat untuk pertama kalinya. Tidak ada yang mau mengambil bagian dari wajah mereka sendiri dengan satu set tang dan tidak ada obat penghilang rasa sakit yang nyata," kata dia.

Dia menceritakan bahwa ia meletakkan tang di giginya dan yang kedua menurutnya sangat menyakitkan.

"Jadi saya mengambilnya, menunggu lima menit, membangun lagi dan kemudian berpikir saya harus melakukannya. 'Itu benar-benar ditarik dan mencengkeram," kata dia.

Dia kehilangan dua gigi depannya dalam kecelakaan sepeda tahun lalu, dan ketika dia mulai mengalami rasa sakit baru-baru ini dia menelepon sekitar tempat praktik setempat. Tapi tidak ada di yang menerima pasien baru.

Dia kemudian menelepon 111, yang mengarahkannya ke praktik yang secara sukarela melakukan janji triase selama pandemi untuk membantu NHS, tetapi dirujuk kembali ke 111 ketika dia menghubungi mereka.

"Itu seperti permainan besar mengoper parsel", katanya.

Chris mendaftar untuk menerima Kredit Universal selama penguncian setelah kehilangan pekerjaan sebagai pekerja mandiri.

Ini membuatnya mendapat Rp 950 ribu seminggu untuk makanan dan tagihan, yang berarti dia enggan menghabiskan Rp 1,9 juta per gigi yang akan dikenakan biaya untuk mencabutnya secara pribadi.

"Saya bisa menunggu seminggu - meminjam uang, dan melakukannya dalam kondisi higienis tetapi tidak mungkin saya bisa menunggu. Dia mengatakan itu adalah 'hal paling mengerikan yang pernah saya lakukan" kata dia.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers