web analytics
  

Ketidakpastian Liga, Kapten Persib Ingat Situasi ISL 2015

Rabu, 14 Oktober 2020 20:18 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Umum - Regional, Ketidakpastian Liga, Kapten Persib Ingat Situasi ISL 2015, Liga 1 2020,Ketidakpastian Liga,Kapten Persib Supardi Nasir

Kapten Persib Supardi Nasir. (Ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Liga 1 2020 saat ini masih berada di ujung tanduk. Kompetisi kasta teratas di Liga Indonesia itu bisa berhenti total meski sempat mewacanakan akan kembali bergulir 1 November.

Masalahnya, Polri masih belum akan memberikan izin keramaian. Sejumlah faktor menjadi alasan Polri tak memberi restu lanjutan Liga 1 2020. Selain pelaksanaan Pilkada Serentak 2020, salah satu yang menjadi perhatian adalah tingkat penyebaran Covid-19 si Tanah Air yang belum mereda.

Liga 1 2020 sempat memainkan 3 pekan pertandingan. Namun PSSI memutuskan menghentikan kompetisi pada pertengahan Maret lalu setelah melihat situasi perkembangan virus corona yang semakin meluas di Indonesia.

Semula, lanjutan Liga bakal bergulir pada 1 Oktober. Namun hal itu gagal terlaksana karena tak memperoleh izin dari pihak kepolisian. Kini, kompetisi diwacanakan akan digulirkan kembali 1 awal November. Namun belum aja jaminan pula, lantaran PSSI masih belum mengantongi izin kepolisian.

Kapten Persib Bandung, Supardi  Nasir mengatakan, nasib liga 1 2020 sedianya mengingatkannya dengan Liga Super Indonesia (LSI) 2015. Ya, sebelum Liga 1 2020, Liga Super Indonesia musim 2015 harus berhenti akibat beberapa faktor.

Kala itu, Indonesia menggunakan nama Indonesia Super League atau (ISL) 2015 dan bekerja sama dengan Qatar Nasional Bank (QNB). Kompetisi ini juga biasa disebut dengan QNB League 2015.

QNB League 2015 merupakan musim ketujuh Liga Super Indonesia (ISL) sebagai kompetisi tingkat teratas piramida liga sepak bola Indonesia. QNB League resmi bergulir pada tanggal 21 Februari 2015, tetapi kompetisi ini hanya melangsungkan 19 pertandingan saja.

QNB League 2015 terpaksa dihentikan total oleh Komite Eksekutif PSSI karena PSSI dibekukan oleh Kemenpora. Federasi Sepak Bola tertinggi dunia (FIFA) pun memberikan sanksi berupa pembekuan sementara PSSI dari segala aktivitas persepakbolaan. 

FIFA menilai, bahwa dualisme dalam tubuh PSSI dan intervensi dari pemerintah dalam hal ini Menpora Imam Nahrawi menjadi alasan PSSI harus dibekukan. 

Di sisi lain, meski penyebab penghentian tak sama, tetapi Supardi menyebut ada kesamaan dampak dari kompetisi ini. Dia menilai, imbas situasi tidak mengenakan tersebut memberikan pukulan besar kepada tim yang sudah melakukan persiapan panjang.

"Ini pernah dirasakan dua kali ya waktu 2015 itu force majure, dan yang saya sangat sayangkan itu di tim yang lagi on fire ya karena tidak mudah menemukan kondisi tim yang mentalnya sedang naik," kata Supardi di Mes Persib, Rabu (14/10/2020).

Karenanya, Supardi berharap ada jalan terbaik untuk nasib Liga 1 2020. Supardi sangat mengerti situasi saat ini tidak mudah bagi semua pihak lantaran pandemi covid-19 tak kuncung mereda. Namun dia menilai, ketidakpastian ini membuat pelaku di Industri sepak bola Tanah Air merasa digantung.

"Saya berharap tentunya sebagai pelaku di lapangan liga bisa dilanjutkan dengan harapan semuanya baik baik saja. Jangan sampai kompetisi jalan ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi misalnya corona semakin meningkat. Kalau kondisinya lebih baik saya berharap liga berjalan lebih baik," katanya.

Disinggung soal format turnamen pengganti andai Liga 1 2020 tidak bisa dilanjutkan, Supardi tak bisa berkomentar banyak. Menurut Supardi, salah satu masalah saat ini adalah perizinan menggelar perhelatan sepak bola di tengah pandai Covid-19.

Artinya kelanjutan Liga 1 2020 bergantung pada ketetapan pemerintah. Pasalnya, bukan tidak mungkin federasi bisa menghentikan kompetisi jika pemerintah dan Polri tak memberikan lampu hijau menggelar lanjutan kompetisi di masa darurat Covid-19.

"Mungkin saya belum bisa berkomentar karena saya belum tahu format seperti apa, apakah seperti piala presiden. Tapi idealnya seperti kompetisi normal kalau turnamen saya belum bisa komentar karena bicara turnamen kalau ada tim yang tidak lolos tidak main. Sama aja," ujarnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers