web analytics
  

Pihak yang Diutamakan Ridwan Kamil untuk Menerima Vaksin 

Rabu, 14 Oktober 2020 17:34 WIB
Umum - Regional, Pihak yang Diutamakan Ridwan Kamil untuk Menerima Vaksin , Ridwan Kamil,Gubernur Jabar Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Dok Humas Pemprov Jabar)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM  -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya sedang mencari formasi yang pas soal pemberian vaksin Covid-19. Hal itu dilakukan, untuk memastikan pihak mana yang lebih dulu akan mendapatkan.

Namun dia memastikan ada beberapa pihak yang akan menerima vaksin lebih dulu. Di antaranya tenaga kesehatan (Nakes) yang notabene berjuang di garis depan yang berhadapan dengan pasien positif Covid-19.

"Kedua didahulukan di zona merah di daerah-daerah yang paling parah," ujar Ridwan Kamil, yang akrab disapa Emil Rabu (14/10).

Emil mengatakan vaksin Covid-19 yang akan diberikan kepada masyarakat, khususnya di Jawa Barat ini terbagi dua. Yakni ada yang didatangkan dari luar negeri dan ada juga buatan dalam negeri yang saat ini sedang terus disempurnakan.  

"Yang dibeli langsung (dari luar negeri) itu kemungkinan bulan depan dan Desember sudah hadir, yang kedua vaksin yang dites pada diri saya akan diproduksi dalam negeri oleh Biofarma dan itu jumlahnya bisa ratus juta dosis kira-kira begitu," paparnya.

Namun, kata dia, untuk vaksin yang dibeli dari luar negeri,  jumlahnya terbatas. Karena itu, saat ini tengah mencari formasi yang tepat mengenai pihak yang didahulukan dalam memperoleh vaksin. 

"Nanti komposisinya dimana tentu akan kita informasikan," katanya.

Terkait jumlah vaksin yang akan didapatkan masyarakat, saat ini masih dalam pembahasan. Emil sedang menunggu secara detail kabar tersebut. 

"Mungkin dalam minggu-minggu ini ada kabar detil yang diberi secara langsung untuk masyarakat Indonesia khususnya Jawa Barat," paparnya.

Emil menilai, ada dua hal yang akan mengakhiri pandemi, pertama orang sakit sembuh oleh obat dan kedua orang sehat imun oleh vaksin. Karena itu, ia berharap dengan adanya kabar bahwa vaksin sudah datang ke Indonesia dapat menjadi cerita akhir dari situasi Pandemi yang melelahkan.

"Maka kita harus berikhtiar supaya jumlahnya sesuai dengan yang membutuhkan, Karena vaksin itu juga disuntikkan harus dua kali. Jadi jumlah penduduk Indonesia itu banyak, juga harus di kali kedua.  Itu sebuah tantangan yang luar biasa tapi berita baik itu sudah dekat Insya Allah," paparnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Andres Fatubun

terbaru

Pemudik Jabar Menuju Lebak Diputar Balik di Perbatasan Bogor-Banten

Regional Sabtu, 8 Mei 2021 | 08:34 WIB

Terpantau cukup banyak kendaraan pemudik yang diputar balik di perbatasan tersebut.

Umum - Regional, Pemudik Jabar Menuju Lebak Diputar Balik di Perbatasan Bogor-Banten, Larangan Mudik 2021,Mudik 2021,mudik diputar balik,Kendaraan putar balik

Lebaran Tanpa Mudik, Bentuk Pengorbanan Selama (Masih) Pandemi

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 21:44 WIB

Pemerintah mengakui tak mungkin menahan laju pemudik dengan sempurna. Namun, pengorbanan dibutuhkan demi kepentingan leb...

Umum - Regional, Lebaran Tanpa Mudik, Bentuk Pengorbanan Selama (Masih) Pandemi, Lebaran Tanpa Mudik,Larangan Mudik 2021,penyekatan pemudik,penyekatan pemudik di Kota Cirebon

Ini Modus Pemudik Untuk Kelabui Petugas Pos Penyekatan

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 21:17 WIB

Modus pemudik untuk melewati pos penyekatan sangat beraneka ragam. Mereka akan berusaha atau mengupayakan segala cara ag...

Umum - Regional, Ini Modus Pemudik Untuk Kelabui Petugas Pos Penyekatan, Modus Pemudik,penyekatan pemudik di Tasik,Larangan Mudik di Tasik,Polres Tasikmalaya Kota

2 Hari Penyekatan, 407 Kendaraan di Majalengka Diputarbalikan

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 20:11 WIB

Sepanjang 2 hari penyekatan Operasi Ketupat Lodaya 2021, sedikitnya 407 kendaraan yang hendak melintasi Kabupaten Majale...

Umum - Regional, 2 Hari Penyekatan, 407 Kendaraan di Majalengka Diputarbalikan, Operasi Ketupat Lodaya 2021,Penyekatan larangan mudik,Pemudik Bandel,pemudik,Penyebaran Covid-19

Forkopimda dan PWI Cianjur Perkuat Kemitraan, Ini Alasannya

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 19:54 WIB

Meningkatkan kemitraan dengan rekan-rekan wartawan ini menyikapi adanya dugaan kekerasan terhadap wartawan majalah Tempo...

Umum - Regional, Forkopimda dan PWI Cianjur Perkuat Kemitraan, Ini Alasannya, Forkopimda,PWI Cianjur,Kekerasan terhadap Wartawan

Malam Hari, Waktu Rawan Pemudik Melintas

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 19:25 WIB

Kasat Lantas Polres Tasikmalaya AKP Herman Junaedi mengatakan, malam hari merupakan waktu yang sering dimanfaatkan oleh...

Umum - Regional, Malam Hari, Waktu Rawan Pemudik Melintas, Penyekatan Pemudik Malam,Polres Tasikmalaya,Pemudik Melintas Malam Hari

Uniknya Desain Masjid Raya Seribu Bulan di Banyumas Karya Ridwan Kamil

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 18:12 WIB

Gagasannya dari lailatul qadar, malam turunnya Al Quran.

Umum - Regional, Uniknya Desain Masjid Raya Seribu Bulan di Banyumas Karya Ridwan Kamil, Masjid Seribu Bulan,Desain Masjid Ridwan Kamil,Masjid Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo

Puluhan Warga dari 3 Kampung di Cianjur Keracunan Kulit Goreng

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 17:29 WIB

Puluhan Warga dari 3 Kampung di Cianjur Keracunan Kulit Goreng

Umum - Regional, Puluhan Warga dari 3 Kampung di Cianjur Keracunan Kulit Goreng, keracunan makanan Cianjur,keracunan kulit goreng Cianjur,Cianjur,keracunan Makanan

artikel terkait

dewanpers