web analytics
  

Perakit Bom Pipa di Cianjur Terancam Hukuman Mati

Rabu, 14 Oktober 2020 16:31 WIB Muhammad Ikhsan
Umum - Regional, Perakit Bom Pipa di Cianjur Terancam Hukuman Mati, Perakit bom Cianjur,Perakit bom ilegal,Berita Cianjur,Cianjur Hari Ini

Kapolres Cianjur AKBP M Rifai saat menunjukkan barang bukti. (Ayobandung.com/Muhammad Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM — Pembuat bom pipa dengan daya ledak tinggi berinisial D di Kampung Lebaksaat, Desa Wargaasih, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, terancam hukuman penjara seumur hidup dan maksimal hukuman mati.

Hal itu diungkapkan Kapolres Cianjur AKBP M Rifai pada wartawan saat jumpa pers di Mapolres Cianjur, Rabu (14/10/2020). Sebelumnya Jajaran Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Cianjur, menciduk D, pembuat bahan peledak, tanpa izin.

“Tersangka D ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, dijerat dengan Undang-undang Darurat no 12/1951 pasal 1 ayat (1). Ancaman hukumannya kurungan penjara seumur hidup dan maksimal hukuman mati," tegas Rifai.

Dia menungkapkan, penangkapan tersangka D berawal dari adanya laporan masyarakat setempat yang resah dengan adanya perakitan bahan peledak tanpa izin.

Berdasarkam hasil laporan masyarakat itu, polisi langsung bergerak cepat dan berhasil menemukan gudang penyimpanan material bahan peledak ilegal.

Selain menciduk seorang tersangka, lanjut Rifai, jajarannya juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, seperti batangan pipa, resistor dan beberapa material yang biasa digunakan dalam pembuatan bom.

"Baru satu orang yang berhasil kami tangkap. Tersangka ini belajar merakit bom dari seorang rekannya yang juga telah kami mintai keterangan dan akan segera diamankan," ucapnya.

Berdasarkan pengakuan tersangka, bom pipa yang dibuat itu digunakan untuk membuat terowongan pada proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

"Bom pipa yang dibuat tersangka ini, memiliki daya ledaknya sangat tinggi (High Explosive). Dua unit bom pipa yang berhasil diamankan pun telah kami ledakan untuk menghindari terjadinya hal tak diinginkan," ujarnya.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers