web analytics
  

Jalur Tol Cikarang-Ciranjang Belum Jelas, Warga Cikalongkulon Resah

Rabu, 14 Oktober 2020 13:22 WIB Muhammad Ikhsan
Umum - Regional, Jalur Tol Cikarang-Ciranjang Belum Jelas, Warga Cikalongkulon Resah, Tol Bekasi-Cianjur,Tol Cikarang-Ciranjang,Berita Cianjur,Cianjur Hari Ini

Konsultan Jasa Marga melakukan sosialisasi rencana pembangunan jalan tol Cikarang-Ciranjang di Kecamatan Cikalongkulon. (Ayobandung.com/Muhammad Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Rencana pembangunan jalan tol Cikarang (Bekasi)-Ciranjang (Cianjur) membuat masyarakat yang akan terlewati resah, lantaran belum ada kejelasan jalur jalan yang akan dibuka nanti.

Jalan tol sepanjang 63,3 kilometer tersebut akan melewati empat kecamatan, di antaranya Kecamatan Sukaresmi, Kecamatan Cikalongkulon, Kecamatan Mande, dan Kecamatan Ciranjang.

Tokoh masyarakat Deda Cijagang, Kecamatan Cikalongkulon, Asep Zulkarnaen Kartasireza, mengatakan, banyak warga menanyakan kejelasan wacana pembangunan jalan tol ini.

"Saya sekarang ini banyak didatangi warga yang tanahnya khawatir terkena jalur pembangunan jalan tol," kata pria yang akrab disapa Zuna pada wartawan saat dihubungi melalui telepon, Rabu (14/10/2020).

Zuna menuturkan, kekhawatiran warganya beralasan karena menyangkut pembayaran pembebasan lahan.

"Pada saat saya masih menjabat sebagai Kades tepatnya di tahun 2018, memang sempat ada pertemuan dan membahas rencana pembangunan Jalan Tol Cikarang Bekasi-Ciranjang tersebut," katanya. 

Sebelumnya disebutkan di Kecamatan Cikalongkulon ada 3 desa yang terkena dampak, yakni Desa Cijagang, Cinangsi, dan Padaya. Namun kemudian muncul wacana baru yang terkena dampak yakni Desa Mekarjaya, Cijagang, Majalaya, dan Cinangsi. 

"Kalau untuk Desa Cijagang mungkin hanya sebagian kecil saja yang akan terkena Jalur tol tersebut, mungkin untuk desa-desa lainnya bisa saja lebih banyak lahan warga yang akan terkena jalur," ujarnya. 

Menurutnya, warga saat ini menginginkan keterbukaan mengenai lahan mana saja yang terkena dampak dan berapa uang ganti pembebasan lahan dari proyek tol tersebut.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers