web analytics
  

Proses Upacara Pelantikan Bupati Menak Priangan

Rabu, 14 Oktober 2020 09:03 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Baheula - Baheula, Proses Upacara Pelantikan Bupati Menak Priangan, Upacara Pelantikan Bupati Menak Priangan,Menak Priangan,Sejarawan Nina Lubis

[Ilustrasi] Menak Priangan. (Arsip Nasional Belanda/Gahetna)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Sebagai golongan kaum elite, gaya hidup menak priangan berbeda dengan kalangan masyarakat biasa. Mulai dari bahasa, etiket, tempat tinggal, hingga upacara-upacara yang diselenggarakan.

Bagi kaum menak, upacara dilakukan untuk merayakan sesuatu dan sebagai indikator derajat serta status penyelenggara. Upacara juga menjadi pertaruhan prestise dan kewibawaan penguasa, begitu yang dituliskan dalam buku Kehidupan Kaum Menak Priangan 1800-1942 yang ditulis oleh Prof. Dr. Nina Herlina Lubis, Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran.

Salah satu upacara yang diadakan oleh kaum menak adalah upacara pelantikan bupati. Kaum menak memang punya posisi secara politik. “Kaum menak pada mulanya adalah kelompok aristokrasi lokal yang memerintah di kabupaten-kabupaten Priangan sejak awal abad ke-17,” tulis Prof Nina dalam bukunya.

Salah satu contoh upacara pelantikan bupati yang tercatat adalah pelantikan P.A.A Djajadiningrat yang menjadi Bupati Serang pada 6 Juli 1901. Prof Nina menuliskan walaupun memang Serang tidak masuk Karesidenan Priangan tapi kemungkinan upacara yang dilaksanakan sama. Hal itu karena di bawah peraturan Pemerintah Hindia Belanda ada keseragaman upacara di daerah Jawa dan Madura.

“Dalam upacara pelantikan P.A.A Djajadiningrat memakai pakaian kebesaran model keprajuritan, celana hitam berpasmen emas, sepatu lengkap dengan kaus kakinya, dan dilengkapi dengan déstar warna hitam,” tulis Prof Nina.

Disebutkan pula bahwa di atas baju dipakai selempang dengan gesper yang bertabur intan berlian. Pada ikat pinggang yang berumbai-rumbai juga digantungkan keris pusaka. Bupati kemudian duduk di tengah pendopo, dikelilingi bawahan, dan sanak saudara di lantai luar pendopo.

Upacara dimulai saat residen datang. Calon bupati menyalami residen dan tamu Eropa lain dengan cara membungkukkan badan. Kemudian diucapkan beslit pengangkatan bupati diikuti sumpah yang diucapkan oleh bupati yang baru diangkat.

Setelah itu, residen menyampaikan sambutan. Disambung pula oleh sambutan dan amanat dari bupati. Bupati menyampaikan amanat kepada priyayi yang isinya mengajak untuk bekerja sungguh-sungguh dan menunjukkan kesetiaan kepada bupati.

Usai bupati memberikan amanat, para pejabat Belanda akan menyalami bupati. Para bawahan bupati kemudian melakukan acara munjungan atau mencium kaki Bupati. Dilanjutkan dengan pembukaan champagne dan menggelar hidangan.

Agenda tersebut mengakhiri upacara bersama residen Belanda. Tapi acara tidak selesai begitu saja. P.A.A Djajadiningrat melakukan munjungan pada ibu dan saudara-saudara orangtuanya, sementara sanak saudara yang muda munjungan kepada sang bupati. Lalu dilakukan pembacaan doa.

Harusnya diadakan pesta setelah itu, tapi dalam bukunya Prof Nina menuliskan, “Pada umumnya, setelah upacara pelantikan dilanjutkan dengan pesta yang semarak. Setelah upacara pelantikan P.A.A. Djajadiningrat tidak diadakan pesta karena istri bupati saat itu belum datang ke Serang.” (Putri Shaina)

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Mengintip Lagi Kelamnya Penjara Banceuy di Bandung Tahun 1930-an

Baheula Senin, 10 Mei 2021 | 17:35 WIB

Tak jauh dari keramaian Jalan Braga dan Asia Arfrika, di pusat Kota Bandung, tersisa situs sejarah terpencil.

Bandung Baheula - Baheula, Mengintip Lagi Kelamnya Penjara Banceuy di Bandung Tahun 1930-an, penjara banceuy,Bandung,Tahun 1930-an,Soekarno,Sejarah

Tewasnya Laksda Udara dalam Kecelakaan Pesawat di Tegalega

Baheula Kamis, 6 Mei 2021 | 16:25 WIB

Sang jenius berusaha untuk mendarat darurat di Lapangan Tegalega, Bandung, namun gagal.

Bandung Baheula - Baheula, Tewasnya Laksda Udara dalam Kecelakaan Pesawat di Tegalega, Nurtanio Pringgoadisuryo,Tegalega,Kota Bandung,Pesawat,Kecelakaan,Kerusakan Mesin,Jokowi

Dari Rebocco Sampai Red Fox, Urat Nadi Sejarah Bisbol Bandung 

Baheula Rabu, 5 Mei 2021 | 16:40 WIB

Di samping kultur sepak bola yang sudah mendarah daging, Bandung sebetulnya punya klub bisbol legendaris yang layak diba...

Bandung Baheula - Baheula, Dari Rebocco Sampai Red Fox, Urat Nadi Sejarah Bisbol Bandung , Sejarah Bisbol Bandung,Rebocco,Red Fox,Perserikatan Bisbol dan Sofbol Amatir Seluruh Indonesia,Perbasasi Bandung

Hilangnya Insulindepark dan Sejarah Taman Lalu Lintas di Bandung

Baheula Selasa, 4 Mei 2021 | 15:00 WIB

Namanya berubah-ubah, dari Insulindepark sampai Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution, begitu pula fungsinya.

Bandung Baheula - Baheula, Hilangnya Insulindepark dan Sejarah Taman Lalu Lintas di Bandung, Taman Insulinde,Insulindepark,Taman Lalu Lintas,Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution,Taman Nusantara,Bandung,Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger (KNIL),Hindia Belanda

Di Bandung 1961, Debut Perdana Indonesia dalam Piala Davis

Baheula Senin, 3 Mei 2021 | 15:20 WIB

Ini merupakan debut perdana Indonesia di Piala Davis bersama dengan Maroko dan Ekuador.

Bandung Baheula - Baheula, Di Bandung 1961, Debut Perdana Indonesia dalam Piala Davis, Bandung,1961,Piala Davis,Tenis,Indonesia,Petenis Indonesia,Tan Liep Tjiauw,Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI)

Mengenang Kejayaan Radio Unasko Cimahi di era Orde Baru

Baheula Senin, 3 Mei 2021 | 11:00 WIB

Mengenang Kejayaan Radio Unasko era Orde Baru di Cimahi

Bandung Baheula - Baheula, Mengenang Kejayaan Radio Unasko Cimahi di era Orde Baru, Radio Unasko,Radio bersejarah Cimahi,Radio Cimahi,Radio bersejarah Bandung

Di Tegalega, Annie Salamun Memulai Kejayaan Atletik Indonesia

Baheula Jumat, 30 April 2021 | 22:00 WIB

Annie Salamun, perwakilan atlet dari Bandung, merajai cabang olahraga lempar cakram putri tahun 1950-an.

Bandung Baheula - Baheula, Di Tegalega, Annie Salamun Memulai Kejayaan Atletik Indonesia, Tegalega,Bahder Djohan,Dimas Wahyu Indrajaya,Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI),Annie Salamun,cabang olahraga lempar cakram,Bandung,atlet dari Bandung

Ingar Bingar Peresmian Stadion Terbagus Pertama di Bandung

Baheula Kamis, 29 April 2021 | 20:50 WIB

Stadion Siliwangi mulai dibangun pada 1 Januari 1954 dan biaya pembangunannya mencapai Rp6 juta pada tahun 1950-an.

Bandung Baheula - Baheula, Ingar Bingar Peresmian Stadion Terbagus Pertama di Bandung, Peresmian Stadion Siliwangi,Stadion Siliwangi,Bandung,Stadion Terbagus Pertama di Bandung,Komando Daerah Militer (Kodam),Jawa Barat
dewanpers