web analytics
  

Tinggal 1 Hari Lagi, Kartu Prakerja Gelombang 8 Terancam Hangus

Rabu, 14 Oktober 2020 07:46 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Nasional, Tinggal 1 Hari Lagi, Kartu Prakerja Gelombang 8 Terancam Hangus, Prakerja Gelombang 8,Program Kartu Prakerja

Kepesertaan kartu prakerja gelombang 8 terancam dicabut per Jumat, 16 Oktober 2020. Hal tersebut berlaku bagi peserta prakerja gelombang 8 yang tidak membeli pelatihan pertama selama 30 hari sejak mendapat SMS pengumuman dari Kartu Prakerja. (instagram/@prakerja.go.id)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Penerima program Kartu Prakerja Gelombang 8 terancam dicabut atau hangus jika tidak segera membeli pelatihan. Batas pemebelian pelatihan sendiri ditutup Kamis, 15 Oktober 2020, pukul 23.59 WIB.

Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja memberikan imbauan tersebut melalui akun Instagram @prakerja.go.id. Diharapkan, penerima Kartu Prakerja gelombang 8 segera membeli pelatihan pertama sejak saldo mereka masuk ke dalam dashboard.

“Bagi sobat Prakerja yang sudah lolos gelombang 8, namun belum membeli pelatihan pertama, segera beli pelatihan pertamamu sekarang juga,” tulis salah satu isi unggahannya, Senin (12/10/2020).

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 11 Tahun 2020, bahwa setiap penerima Kartu Prakerja memiliki waktu 30 hari untuk membeli pelatihan pertama sejak mendapatkan SMS pengumuman dari Kartu Prakerja.

Batas pembelian pertama bagi penerima Kartu Prakerja gelombang 8 adalah tanggal 15 Oktober 2020 pukul 23.59 WIB. Apabila lewat dari waktu tersebut penerima belum membeli pelatihan pertama, maka kepesertaan penerima Kartu Prakerja gelombang 8 akan dicabut. Ini menandakan penerima Kartu Prakerja gelombang 8 hanya tersisa 2 hari lagi.

Terakhir kali terdapat lebih dari 270 ribu peserta yang gagal mendapatkan bantuan subsidi itu karena statusnya dicabut. Adapun jumlah tersebut didapatkan dari hasil pencabutan penerima Kartu Prakerja gelombang 1 hingga 6.

Hal ini dikatakan oleh Head of Communication Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Louisa Tuhatu. "Sudah sekitar lebih 270.000 peserta dari gelombang 1-6 yang dicabut kepesertaannya," kata Louisa kepada Ayojakarta.com, Rabu (7/10/2020).

Perinciannya, pada gelombang 1 hingga 4, ada 180 ribu orang yang kepesertaannya dicabut. Lalu pada gelombang 5, ada sebanyak 47.818 orang yang dicabut statusnya.

Sisanya didapatkan dari kepesertaan di gelombang 6. Sehingga, jika ditotal hasilnya ada sekitar 270 ribu peserta.

Saat ini, Kartu Prakerja bekerjasama dengan 7 mitra pelatihan. Mereka adalah Kemnaker, Pijar Mahir, Tokopedia, Mau Belajar, Bukalapak, Pintaria, dan Sekolahmu.

Dalam 7 mitra pelatihan tersebut, ada banyak pelatihan yang dapat diambil oleh para penerima Kartu Prakerja, baik yang sesuai dengan skill maupun minat. Nantinya, mereka harus menyelesaikan pelatihan yang dipilih untuk mendapatkan sertifikat dan mencairkan insentif.

Peserta Kartu Prakerja akan mendapatkan insentif berupa bantuan dari pemerintah sebesar Rp3,55 juta. Rinciannya, peserta akan mendapatkan uang bantuan pelatihan sebesar Rp1 juta (tidak bisa dicairkan), insentif pasca-pelatihan Rp600 ribu per bulan selama empat bulan, dan insentif survei sebesar Rp50 ribu untuk tiga kali atau Rp150 ribu.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers