web analytics
  

KAMI Jelaskan Pelaku Penganiayaan terhadap Polisi di Bandung adalah Simpatisannya

Selasa, 13 Oktober 2020 16:58 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, KAMI Jelaskan Pelaku Penganiayaan terhadap Polisi di Bandung adalah Simpatisannya , KAMI,Demo mahasiswa,Mahasiswa Bandung

Polisi mengamankan 209 massa aksi unjuk rasa yang ricuh di depan Gedung DPRD Provinsi Jabar, Rabu (7/10/2020). (ayobandung/Fichri Hakiim)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Koordinator Lapangan Posko Kesehatan KAMI Jabar, Robby Win Kadir, mengatakan bahwa tiga tersangka yang ditahan di Polda Jabar merupakan simpatisan KAMI

Ketiga tersangka tersebut ditahan karena melakukan penganiayaan dan penyekapan terhadap anggota polisi berpangkat Brigadir berinisial A.

"Dia simpatisan, tapi anggota KAMI ini bisa dalam bentuk organisasi atau perorangan yang bersimpati terhadap KAMI dalam rangka kegiatan-kegiatan penyelamatan bangsa dan kemanusiaan," ujarnya, Selasa (13/10/2020).

Robby menjelaskan kejadian bermula ketika KAMI membuat posko kesehatan dan logistik untuk massa unjuk rasa Omnibus Law di sebuah rumah di Jalan Sultan Agung Nomor 12.

Saat kejadian, terjadi keramaian dan ada seseorang yang tiba-tiba mendobrak masuk ke halaman rumah. 

"Satu orang berusaha mendobrak pintu dan masuk. Anggota kan jadi dikira rusuh, terjadi dorong-dorongan," katanya.

Petugas medis mengira orang yang masuk ke rumah itu adalah perusuh karena mengenakan pakaian berwarna hitam. Mereka tidak tahu jika orang tersebut adalah polisi yang sedang mencari pendemo anarkis.

Robby menuturkan, sempat terjadi adu mulut terlebih dahulu antara petugas medis dan Brigadir A. 

"Memang itu (gerbang) kita tutup, dia masuk nerobos gitu. Bawa pentungan, bajunya baju hitam, kita nggak tahu kalau itu polisi. Kirain perusuh," tuturnya.

Tak lama kemudian, terjadilah aksi pemukulan terhadap anggota kepolisian tersebut. Brigadir A dianiaya menggunakan sekop dan batu.

"Iya. Iya memang benar dipukuli di posko itu. Ya yang jelas dia berusaha mendobrak itu terus memprovokasi maka dilakukan perlawananlah," jelasnya.

Dirreskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Chuzaini Patoppoi, menjelaskan bahwa penyelidikan terus dilakukan guna mengungkap pelaku lain.

"Sementara masih tiga orang yang ditahan, mungkin akan ada pengembangan lain nanti. Masih kita upayakan untuk pengungkapan, itu merupakan posko relawan di mana pada saat itu di posko disiapkan untuk mendukung logistik dan kesehatan terhadap pelaku unjuk rasa," ujarnya di Polda Jabar, Senin (12/10/2020). 

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers