web analytics
  

Negatif Covid-19, Puluhan Santri Tasikmalaya Dipulangkan

Selasa, 13 Oktober 2020 11:15 WIB Heru Rukanda
Umum - Regional, Negatif Covid-19, Puluhan Santri Tasikmalaya Dipulangkan, Santri tasikmalaya positif Covid-19,klaster pesantren Tasikmalaya,Klaster pesantren Jabar,Santri Tasikmalaya sembuh

Puluhan santri yang menjalani karantina di Rusunawa UNS dijemput pihak pesantren dan keluarga setelah dinyatakan negatif Covid-19 berdasarkan hasil swab, Selasa (13/10/2020). (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Puluhan santri di Kota Tasikmalaya yang menjalani karantina dI Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Universitas Negeri Siliwangi (UNS) kondisinya terus membaik. Pada Selasa (13/10/2020), sebanyak 57 santri sudah diperbolehkan pulang.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dokter Titie mengatakan,  hasil tes swab kedua menunjukkan santri-santri tersebut telah negatif Covid-19. Sudah tidak ada sisa virus di dalam tubuh para santri.

"Yang dijemput pihak pesantren sebanyak 26 orang dan yang dijemput pihak keluarga sebanyak 31 orang. Di sini yang masih diisolasi kurang dari 20 orang. Semua kondisinya pada sehat," ujar Titie.

Titie menambahkan, dukungan semua pihak termasuk dari pihak pesantren dan kepolisian sangat membantu dalam proses penyembuhan para pasien.

"Saya sangat mengapresiasi pihak pesantren, alumni, dan keluarga atas supporting yang diberikan sehingga mempercepat penyembuhan pasien," ungkap Titie.

Menurut Titie, mereka yang pulang hari ini sudah bisa beraktivitas dan bergaul dengan yang lainnya. Namun, mereka tetap harus memakai masker karena tidak menutup kemungkinan mereka masih bisa tertular meski saat ini kondisinya negatif Covid-19.

"Kekebalan terhadap virus ini tidak seumur hidup. Mereka yang telah dinyatakan negatif bisa tertular kembali dari yang positif," ujat Titie.

Titie berpesan agar selalu menjalankan protokol kesehatan dengan memakai masker dalam setiap aktivitas di luar rumah, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan menjaga jarak.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers