web analytics
  

BLT RP1,2 Juta Tahap 5 Belum Cair? Ini Berbagai Penyebabnya

Selasa, 13 Oktober 2020 10:02 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Nasional, BLT RP1,2 Juta Tahap 5 Belum Cair? Ini Berbagai Penyebabnya, BLT Tahap 5,BLT tahap 5 kapan cair,Bantuan Langsung Tunai (BLT)

Ilustrasi BLT Rp1,2 juta tahap 5. (Pixabay)

Jika belum terima BLT Rp1,2 juta tahap 5, mungkin prosesnya masih berjalan. Salah satu penyebabnya, penerima BLT tahap 5 ini mencapai 618 ribu pekerja. Berikut alurnya.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan penyaluran bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) tahap 5 dibagikan kepada 618 ribu pekerja formal bergaji di bawah Rp5 juta.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyatakan, jumlah kuota penyaluran BLT atau BSU Rp1,2 juta untuk tahap 5 tersebut merupakan sisa dari gelombang 1 yang sebelumnya sudah tersalurkan dari tahap 1 hingga tahap 4.

“Saya sampaikan bahwa bantuan subsidi gaji tahap 5 dicairkan kepada 618 ribu pekerja. Bantuan subsidi gaji ini diarahkan untuk menjaga dan meningkatkan daya beli pekerja dan buruh, serta mendongkrak konsumsi masyarakat,” kata Ida dalam pernyataan resminya, Kamis (8/10/2020).

Untuk tahap 5, Kemnaker menerima 578 ribu data calon penerima dari BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek pada 29 September 2020 dan 30 September 2020 Kemnaker menenerima tambahan data sebanyak 40 ribu.

“Untuk memudahkan proses dan simplifikasi data, kami anggap tambahan data tersebut sebagai bagian dari data tahap 5,” ujarnya.

Sementara itu, dalam memfinalisasi data, kata Ida, proses dilakukan seperti tahap-tahap sebelumnya, yakni setelah menerima data dari BPJamsostek, data tersebut dilakukan checklist kelengkapan datanya selama empat hari kerja.

Jika Anda belum menerima BLT Rp1,2 juta, kemungkinan besar dana tersebut masih disalurkan karena banyaknya jumlah penerima.

Namun, jika dari tahap 1-4 belum menerima BLT, mungkin rekening Anda termasuk 5 rekening yang tidak bisa menerima BLT Rp1,2 juta. Berikut 5 rekening tersebut:

1. Rekening tidak sesuai nomor induk kependudukan (NIK)

2. Rekening yang sudah tidak aktif

3. Rekening Pasif

4. Rekening yang tidak terdaftar

5. Rekening telah dibekukan oleh bank

Oleh sebab itu, untuk mengatasi kendala belum cairnya uang BSU atau BLT ke rekening masing-masing calon penerima, kalian diminta memastikan rekening yang didaftarkan.

Kendala ini juga menjadi salah satu masalah yang menyebabkan subsidi upah untuk para pekerja bergaji di bawah Rp5 juta tak kunjung cair.

Berikut perincian alur yang disarikan dari penjelasan Kemnaker:

1. Perusahaan melalui bagian yang mengurus sumber daya manusia (SDM) mendata pekerja yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, sekarang disebut BPJamsostek, dan memiliki gaji di bawah Rp5 juta per bulan. Bagian SDM atau human resources development (HRD) mengumpulkan nomor rekening para calon penerima.

2. HRD mengirimkan data nomor rekening para calon penerima BLT pekerja kepada BPJamsostek.

3. BPJS Ketenagakerjaan melakukan validasi terhadap rekening calon penerima BLT pekerja dalam tiga tahap.

4. Setelah tiga tahapan validasi selesai, data nomor rekening calon penerima BLT untuk pekerja diserahkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan.

5. Sesuai dengan petunjuk teknis penyaluran BLT untuk pekerja, Kemnaker memiliki kesempatan sampai empat hari untuk melalukan checklist.

6. Selesai checklist, dana nomor rekening calon penerima BLT pekerja diserahkan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

7. KPPN menyalurkan BLT kepada bank penyalur yakni bank yang masuk menjadi anggota Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).

8. Bank Himbara lantas menyalurkan BSU ke rekening penerima secara langsung, baik itu rekening bank sesama bank Himbara, maupun rekening bank swasta termasuk BCA.

Dengan mengikuti alur tersebut, untuk calon penerima BLT atau BSU tahap 5 yang memiliki rekening bank swasta termasuk Bank BCA dipastikan membutuhkan waktu lebih panjang karena harus melalui transfer antarbank. 

Sementara itu, catatan Kemnaker menunjukkan per Selasa 6 Oktober 2020, pemerintah telah menyalurkan BSU atau BLT Rp1,2 juta kepada 11,5 juta pekerja formal atau sekitar 98,89%. Secara rinci, jumlah tersebut disalurkan selama 4 tahap. Tahap 1 disalurkan kepada 2,4 juta orang penerima atau sekitar 99,38%.

Tahap 2 disalurkan kepada 2,9 juta orang penerima atau sekitar 99,38%. Lalu, tahap 3 kepada 3,4 juta orang penerima atau sekitar 99,32% dan Tahap 4 disalurkan kepada 2,5 juta orang penerima atau sekitar 97,31%.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers