web analytics
  

Pengusaha Muda Bandung Berdayakan Nelayan saat Pandemi

Selasa, 13 Oktober 2020 07:41 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bandung Raya - Bandung, Pengusaha Muda Bandung Berdayakan Nelayan saat Pandemi, Pandemi Corona,Pandemi Covid-19,Seafood,Nelayan

Pengusaha muda asal Bandung Agung Satria Perdana mencoba memberdayakan masyarakat dan para nelayan. (Ayobandung.com/Eneng Reni)

MARGAASIH, AYOBANDUNG.COM -- Pandemi Covid-19 yang pertama kali menjangkiti Indonesia pada awal Maret 2020, mengukir sejarah yang tidak akan lekang oleh waktu pada perjalanan kehidupan manusia. Pandemi ini tidak hanya mengakibatkan krisis kesehatan tetapi juga memukul keras perekonomian Tanah Air.

Selain berimbas pada sektor perdagangan, warga pesisir pun terkena imbasnya. Nelayan sebagai pemasok protein berada dalam kondisi tidak sehat dari segi ekonomi.

Mayoritas nelayan menjadi salah satu pihak yang paling merasakan dampak dari krisis ekonomi akibat covid-19. Mengamati kondisi ini, pengusaha muda asal Bandung Agung Satria Perdana mencoba memberdayakan masyarakat dan para nelayan.

Demi mendukung perekonomian para nelayan, bos Seafood Kiloan Bang Bopak itu mengembangkan 11 cabang kedainya dengan memberdayakan langsung hasil tangkapan para nelayan

Saat pembukaan kedai Seafood Kiloan Bang Bopak di TKI III Blok C, Kamis (8/10/2020), Agung membagikan cerita bagaimana cara dirinya bisa memberdayakan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

"Alhamdulillah pada situasi pandemi ini kita juga pengin bermanfaat untuk sesama kita bisa mempekerjakan korban PHK atau masyarakat yang terimbas pandemi. Cabang ini adalah cabang ketiga kita yang buka di saat pandemi, dan ini cabang yang ke-11," kata Agung saat ditemui Ayobandung.com.

Agung menyadari, bagi para pengusaha, pandemi Covid-19 ini membuat tantangan berbisnis jadi lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Apalagi dengan segala pembatasan membuat dunia usaha melesu. Pasalnya, segala gerak dibatasi sehingga para pengusaha harus putar otak untuk bisa tetap menjalankan bisnisnya.

"Menjalani usaha di tengah pandemi memang ada naik-turun. Makanya kita pintar-pintar mengelola dana buat perusahaan. Selama pandemi ini memang ada juga dari penghasilan luar, dari kantong kita. Tapi Bang Bopak ini ingin berusaha dan bermanfaat untuk sesuatu yang lebih baik," kata Agung.

Dengan tekad dan semangatnya, Agung pun tetap konsisten membangun bisnis kuliner seafood di Bandung. Bahkan selama pandemi, suplai bahan seafood dari nelayan tidak terputus.

"Kita turun langsung ke nelayan langsung membeli hasil laut kepada mereka, biar mereka juga bertahan. Kita ke nelayan langsung karena nelayan sekarang juga terimbas pandemi. Mereka itu saat ini kondisinya itu suplai banyak tapi bingung menjual alias demainnya dikit. Makanya kita ingin sedikit meringankan beban mereka," katanya.

Agung berharap dengan pemberdayaan hasil tangkap para nelayan ini, dirinya setidaknya bisa membantu perekonomian nelayan agar tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19. Untuk suplai seluruh cabangnya, Agung juga mengambil dari para nelayan di daerah Mojokerto, Muara Angke, Pantura, hingga Pantai Selatan.

Pihaknya langsung membeli hasil laut dari para nelayan yang bertujuan menyejahterakan para nelayan tersebut. Dengan dibelinya hasil tangkapan laut tersebut dirinya berharap para nelayan bisa terangkat pendapatannya di kala pandemi Covid-19.

"Saya berharap agar para pelayan di kala pandemi bisa bertahan juga. Contoh, saat animo di pembukaan Cabang TKI ini lumayan banyak. Tapi dari segi harga gak ada perubahan karena kita fokus memberdayakan," ujarnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers