web analytics
  

Ini Lafaz Doa Anak Saleh untuk Orang Tua beserta Artinya

Selasa, 13 Oktober 2020 07:18 WIB
Umum - Pendidikan, Ini Lafaz Doa Anak Saleh untuk Orang Tua beserta Artinya, doa untuk orang tua,lafaz doa untuk orang tua,kriteria anak saleh,tanda orang saleh

[Ilustrasi] Doa anak saleh termasuk 3 pahala yang amalnya tidak akan terputus meski orang tuanya sudah meninggal. (Ayobandung.com/Ryan Suherlan/Magang)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Doa anak saleh termasuk 3 pahala yang amalnya tidak akan terputus meski orang tuanya sudah meninggal.

Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah bersabda: "Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakan kepadanya." (HR Muslim).

Dr H Abdul Majid Khon dalam bukunya Hadis Tarbawi Hadis-Hadis Pendidikan, menjelaskan anak saleh dan salehah yakni anak yang baik. Menurut Ibn Hajar Al Makki maksud saleh adalah anak yang beriman kepada Allah. Anak saleh yang mau mendoakan kepada orang tuanya. 

Di antara tanda kesalehan anak adalah mau mendoakan kepada orang tua. "Doa adalah kemauan hati anak yang baik yang menghendaki orang tuanya mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat," katanya.

Kemudian, anak yang saleh bukanlah anak yang berilmu tinggi, berkedudukan mentereng, ataupun memiliki harta semata saja. Indikator saleh tidaknya seorang anak dapat dilihat dari seberapa sering mereka mendoakan orang tuanya.

Dalam buku Memahami Arti Bacaan Shalat karya M Masrur dijelaskan, terdapat suatu doa yang mudah untuk diingat ketika hendak mendoakan orang tua. Doa tersebut berbunyi: 

Allahummaghfirli wali walidayya warhamhuma kamaa Rabbayaniy shaghira,".

Yang artinya:

"Ya Allah, ampunilah aku dan ampunilah kedua orang tuaku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil."

Doa ini cukup familiar di telinga masyarakat Muslim. Terlebih di sekolah-sekolah madrasah, para siswa kerap membacakan doa tersebut sebelum memulai pelajaran di kelas secara berjamaah. Di pesantren, doa ini pun kerap dibacakan sesering mungkin dalam skala ibadah yang bersifat masif.

Baik sebelum melakukan aktivitas belajar, sebelum berangkat jemaah, hingga dimasukkan ke dalam bacaan wirid usai salat. Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca oleh para anak-anak muslim untuk mendoakan orang tuanya.

Kriteria Hamba Saleh

Adapun berdasarkan Muhammad Kosim MA yang dimuat Republika.co.id, ada 7 kriteria hamba saleh.

Adapun kriteria hamba yang saleh, disebutkan oleh Allah dalam Alquran surah Ali Imran [3] ayat 113-114. Dalam ayat ini, disebutkan tujuh kriteria hamba yang saleh.

Pertama, orang yang berlaku lurus (memiliki karakter istikamah), yakni, teguh pendirian, konsisten, dan komitmen dalam meyakini dan melakukan kebenaran.

Kedua, senantiasa membaca ayat-ayat Allah, baik yang qauliyah (naqliyah), maupun ayat-ayat kauniyah (aqliyah).

Ketiga, mereka yang senantiasa sujud di tengah keheningan malam, dengan melaksanakan salat malam.

Keempat, beriman kepada Allah. Setiap perbuatan dan tingkah lakunya dilandasi dengan zikir (ingat) Allah. Dengan demikian, zikir itu akan menjadi alat kontrol dan stabilitator baginya dari berbagai kemaksiatan dan dosa.

Kelima, beriman kepada hari akhir. Kehidupannya senantiasa beroritenasi akhirat dan jangka panjang. Ia mengisi waktunya dengan kegiatan positif yang bernilai ibadah.

Keenam, mengajak orang lain untuk berbuat baik dan menghindari kejahatan atau kemaksiatan. Dia harus menjadi teladan, sehingga orang lain bisa mengikutinya.

Ketujuh, bersegera melakuan kegiatan positif. Hamba yang saleh tersebut senantiasa berlomba-lomba melakukan kebaikan yang dilandasi dengan keikhlasan karena untuk Allah SWT.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers