web analytics
  

Penggiat Budaya Sunda di Cianjur Setuju Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat

Senin, 12 Oktober 2020 19:40 WIB Muhammad Ikhsan
Umum - Regional, Penggiat Budaya Sunda di Cianjur Setuju Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat, Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat,Penggiat Budaya Sunda

Ketua Paguyuban Pasundan Komda Wilayah II Bogor Abah Ruskawan (Pakaian Putih) saat berbincang dengan tokoh Sunda. (Muhammad Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Penggiat budaya Sunda Cianjur setuju pergantian nama Provinsi Jawa Barat. Namun harus dilakukan kajian mendalam dari berbagai kalangan agar bisa bermanfaat bagi urang Sunda.

Ketua Paguyuban Pasundan Komda Wilayah II Bogor, Abah Ruskawan mengaku bisa saja adanya pergantian nama Jawa Barat, menjadi Sunda, jika memang bisa bermanfaat bagi rakyat.

“Setuju saja sebagai upaya memunculkan identitas etnis, kalau nama Jawa Barat itu tidak jelas,” kata Abah Ruskawan pada Ayobandung.com saat dihubungi melalui telepon, Senin (12/10/2020).

Hanya saja, kata dia, perlu kajian mendalam tentang perubahan nama tersebut, terutama sisi positif dan negatifnya.

“Perlu kajian yang komprehensif tentang pergantian nama ini, melibatkan semua kalangan agar tidak sia-sia perubahan nama provinsi,” katanya.

Bahkan, saat ini Paguyuban Pasundan sedang melakukan survei tentang perubahan nama Provinsi Jawa Barat. Namun hingga kini belum keluar hasilnya karena masih dalam proses.

“Kita tunggu saja hasilnya, setuju atau tidak dengan perubahan nama provinsi ini, terus diganti Provinsi Sunda atau Provinsi Pasundan,” katanya.

Ketua Penasehat Dewan Kesenian Cianjur (DKC) Andri Kartanegara mengatakan dirinya masuk dalam tim perubahan nama Provinsi Sunda ini, secara pribadi setuju.

“Saya secara pribadi setuju-setuju saja ada perubahan nama provinsi, hanya saja saya harus menyentuk toko masyarakat Cianjur, budayawan Cianjur dan kalangan lainnya tentan hal ini,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah tokoh Sunda mengajukan pengembalian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Tatar Sunda. Usulan itu dituangkan di dalam Kongres Sunda yang digelar di Aula Rancage Perpustakaan Ajib Rosidi di Jalan Garut, Kota Bandung, Senin (12/10/2020).

Hadir di dalam sejumlah kongres tersebut sejumlah tokoh Kesundaan seperti Memet H Hamdan, Maman Wangsaatmadja, Iwan Gunawan, Ridho Eisy, Dharmawan Harjakusumah (Acil Bimbo), Andri P Kantaprawira, Ganjar Kurnia (eks Rektor Unpad), Adji Esha Pangestu dan sejumlah tokoh lainnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers