web analytics
  

Polri dan TNI Sinergi Dukung Operasi Yustisi

Senin, 12 Oktober 2020 14:48 WIB Andres Fatubun
Umum - Nasional, Polri dan TNI Sinergi Dukung Operasi Yustisi, operasi yustisi,Operasi yustisi Bandung,Satgas Covid-19,Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo

Operasi yustisi di Kabupaten Purwakarta, Rabu (23/9/2020). (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- TNI dan Polri bersinergi mendukung operasi Yustisi yang digulirkan sejak 14 September 2020. 

Hal tersebut dijelaskan oleh Wakapolri Gatot Eddy Pramono dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa dalam talkshow update komite KPCPEN pada Senin (12/10/2020) dari Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta.

Eddy mengatakan sejak operasi Yustisi diluncurkan, pihaknya sudah menindak 5.745.713 pelanggaran se-Indonesia dengan sanski yang beragam. Dalam teknis pelaksaannya, Polri bekerja sama dengan satpol PP, kejaksaan, dan pengadilan. 

"Sanksi kami berikan dari ringan seperti teguran tertulis, lisan, hingga denda administrasi," katanya. 

Bahkan untuk kalangan internal Polri, Eddy mengatakan, bila ada anggotanya yang abai protokol kesehatan sanksinya bisa dicopot dari jabatan. 

"Kami tak sekadar melakukan operasi Yustisi, tapi kami juga ingin memberikan contoh. Maka sanski tegas perlu ditegakan," tutur Eddy.

Ia mengatakan lebih lanjut, operasi Yustisi ini penting untuk memutus penyebaran Covid-19 di tingkat hulu. 

Dukungan penuh pun diberikan oleh TNI. 

Kasad Andika mengatakan peran anggotanya dalam operasi Yustisi ini adalah perintah dari Panglima TNI dan Angkatan Darat adalah bagiannya. 

"Sejauh ini kami sudah menurunkan 62 ribuan personel seluruh Indonesia yang benar-benar dilibatkan di lapangan," katanya. Ia menambahkan, ribuan personel tersebut bekerja sama dengan 10 pemerintah provinsi yang menjadi prioritas utama pemerintah.

Operasi Yustisi di Bandung
Petugas kepolisian bersama anggota TNI menggelar Operasi Yustisi Inpres nomor 6 Tahun 2020. Operasi yustisi bertujuan untuk mendisiplikan warga agar selalu memakai masker dan menerapkan protokol kesehatan.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago mengatakan, dalam Operasi Yustisi Inpres nomor 6 Tahun 2020, sebanyak 210 personel dilibatkan.

“Kami melaksanakan perintah dari Pak Kapolri untuk melakukan pemantauan pendisiplinan. Kemudian, melihat anggota melakukan razia di pinggir jalan. Jadi, orang-orang yang tidak bermasker itu dikenakan pendataan terlebih dahulu," ujarnya, Rabu (16/9/2020).

Bagi pengguna jalan yang tidak memakai masker, petugas akan melakukan pendataan terhadap pelanggar.

"Saat ini kita melakukan pendataan terlebih dahulu, kemudian apabila yang bersangkutan melakukan perbuatan yang sama, ini akan dilakukan tindakan tegas. Bahkan apabila yang bersangkutan melawan ke petugas, maka akan dikenakan UU berdasarkan KUHP tentang melawan kepada petugas," kata Erdi.

Petugas yang melakukan operasi yustisi pun memberikan masker kepada pengguna jalan.  

"Anggota yang bertugas pun melakukan pemeriksaan ke pengguna jalan yang tidak bermasker, lalu memberikan masker kepada pengguna jalan tersebut," ujar Erdi.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers