web analytics
  

Tarik Ulur Liga 1, Membingungkan dan Pemain Jadi Korban

Senin, 12 Oktober 2020 14:16 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Persib - Maung Bandung, Tarik Ulur Liga 1, Membingungkan dan Pemain Jadi Korban, Pelatih Persib Bandung Robert Alberts,Pertandingan Liga 1 Ditunda,Liga 1 2020 Ditunda,nasib liga 1 2020

Pelatih Persib Bandung Robert Alberts. (Ayobandung.com/Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

ARCAMANIK, AYOBANDUNG.COM -- Pelatih Persib Bandung Robert Alberts meminta segera ada kepastian mengenai lanjutan Liga 2020. Dia pun berharap PSSI maupun PT LIB selalu penentu kebijakan untuk bersikap tegas dan konsisten terhadap kelanjutan nasib kompetisi musim ini.

Bukan tanpa alasan, Robert mengatakan, kepastian itu supaya membuat semua pihak kecewa dan merasa digantung dengan situasi saat ini. Apalagi hingga kini, nasib Liga 1 2020 masih abu-abu.

Robert juga menilai, pandemi Covid-19 tak melulu menjadi alasan otoritas sepak bola untuk bermain tarik ulur terkait nasib kompetisi musim ini. Pasalnya Robert menilai, pandemi Covid-19 telah muncul sejak awal Maret lalu.

"Jika mereka menjawabnya ini karena covid, saya rasa ini adalah jawaban yang buruk karena covid sudah ada sejak beberapa bulan dan covid juga tidak kunjung menurun di Indonesia. Jadi ini bukan hanya karena covid. Karena wabah ini berlaku di seluruh dunia tapi liga-liga negara lain sudah berjalan lagi dan laga internasional pun sudah bergulir lagi di seluruh dunia. Seperti yang saya katakan, harus ada konsistensi dari pengambil keputusan dan ini sangat membingungkan," kata Robert.

Pelatih asal Belanda itu sangat mengerti situasi saat ini tidak mudah bagi semua pihak lantaran pandemi covid-19 tak kunjung mereda. Karenanya, dia pun yakin ada jalan terbaik untuk nasib Liga 1 2020. Namun dalam situasi ini, Robert hanya mendesak federasi bersikap konsisten, baik untuk mengumumkan kabar baik maupun kabar buruk untuk lanjutan Liga 1 2020.

Menurut Robert, federasi harus bersikap tegas dan mempersiapkan diri dengan baik jika memang ingin melanjutkan Liga. Namun jika tidak, agar diberitahu klub dan masyarakat bahwa kompetisi Liga 1 tahun ini ditiadakan.

Apalagi, kata Robert, ketidakpastian ini membuat pelaku di Industri sepak bola Tanah Air sangat dirugikan.

"Jika terus bimbang iya atau tidak, apa yang harus dilakukan, itu hanya akan membingungkan bagi semua orang. Klub harus membayar gaji kecil lagi dan pemain yang menjadi korban. Pemain ingin bermain bola tapi pada akhirnya mereka digaji kecil dan harus berjuang untuk keluarga. Jadi ini adalah masalah besar untuk olahraga," katanya.

Sejatinya, lanjutan Liga bakal kembali bergulir pada 1 Oktober. Namun hal itu gagal terlaksana karena tak memperoleh izin dari pihak kepolisian. 

Kompetisi konon akan digulirkan kembali pada awal November. Namun belum aja jaminan pula, meski PSSI masih terus mengupayakan agar kompetisi paling bergengsi di Tanah Air bergulir sesuai waktu.

"Jika menghentikan kompetisi dan menjadikan turnamen sebagai alternatif, apa poinnya sebenarnya? Ketika kami ingin bermain tapi polisi tak mengizinkan. Kembali ke konsistensi, kami butuh konsistensi di sini. Lebih baik bicara saja, oke kompetisi dihentikan dan mari berpikir untuk musim 2021," ujarnya.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers