web analytics
  

Terbaru! 3 Daerah di Jabar Zona Merah, Bandung Zona Apa?

Senin, 12 Oktober 2020 13:03 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Terbaru! 3 Daerah di Jabar Zona Merah, Bandung Zona Apa?, Bandung Zona Apa?,Bandung zona oranye,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,zona merah jabar

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, hanya tiga daerah yang minggu ini masuk zona merah. Ketiga daerah tersebut adalah Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Kuningan. Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat sudah tidak termasuk lagi. (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan zona kewaspadaan Covid-19 di Jabar minggu ini. Hasilnya, jumlah daerah yang masuk ke dalam zona kewaspadaan tinggi atau zona merah berkurang.

Hanya tiga daerah yang minggu ini masuk zona merah. Ketiga daerah tersebut adalah Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Kuningan. Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat sudah tidak termasuk lagi.

"Zona Merah pertama kalinya di Jabar hanya 3, biasanya 5 atau 7. Ada Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Kuningan," ungkap Emil, sapaan Ridwan Kamil dalam konferensi pers di Mapolda Jabar yang disiarkan secara daring, Senin (12/10/2020).

Di kawasan Jabodetabek, dia mengatakan, saat ini jumlah zona merahnya sudah berkurang. Hanya Kabupaten Bekasi yang masih perlu diwaspadai.

Emil mengatakan, untuk Kabupaten Karawang, klaster yang harus diwaspadai adalah klaster industri dan rumah tangga. Sementara itu, di Kuningan, persebaran kasus Covid-19 banyak ditemukan di pesantren-pesantren.

"Khusus Karawang, klaster industri dan rumah tangga sedang mengemuka. Di Kuningan klaster pesantren terus kita kendalikan. Karena ada lonjakan luar biasa (di pesantren), jadi masih kategori merah," ungkapnya.

Sementara itu, kata dia, di Bandung Raya minggu ini tak ada zona merah. Daerah yang minggu kemarin masuk zona merah yakni Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat sudah kembali turun ke zona oranye.

"Zona-zona merah di minggu sebelumnya sudah bergeser. Kota Bandung sudah oranye, KBB oranye lagi. Bandung Raya tidak ada lagi zona merah," paparnya.

Pada pekan sebelumnya, Senin (5/10/2020), Ridwan Kamil mengatakan, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat termasuk dalam 5 daerah zona merah corona di Jawa Barat, bersama Kota Bogor, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi.

"Ada 5 zona merah yang harus diwaspadai termasuk Kota Bandung, ibu kota Jawa Barat," ungkapnya.

Dugaan Bandung Sempat Zona Merah

Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, Kota Bandung adalah salah satu daerah destinasi wisata yang kerap dibanjiri warga luar kota, baik untuk bekerja maupun berwisata. Hal itu berdampak pada risiko penyebaran corona yang cukup tinggi

"Untuk menyikapi kebijakan tersebut tentu mobilitas masyarakat harus jauh lebih maksimal (untuk diawasi), tapi saya jujur kesulitan pada saat mengendalikan warga dari luar Kota Bandung," ungkap Ema, Senin (5/10/2020) sore.

Dia mengatakan, aktivitas warga luar kota di Kota Bandung sangat tinggi setiap harinya. Dia menduga hal tersebut menjadi salah satu faktor penyumbang meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Bandung yang berimbas pada perubahan zona kewaspadaan.

"Orang kerja ke Kota Bandung, beraktivitas di Bandung. Kami pun menduga kasus ini bisa saja akibat mobilitas yang masuk ke Kota Bandung sangat tinggi, dan mengendalikannya tidak mudah," ungkapnya.

Vaksin Corona November

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, ada 2 jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia, yakni vaksin yang diimpor 100% dari luar negeri dan vaksin yang sedang berproses uji klinis oleh Biofarma di Bandung, Jawa Barat.

“Yang diimpor langsung menurut pemerintah pusat akan datang di bulan depan (November), fokus untuk tenaga kesehatan. Kalau yang diproduksi dalam negeri sedang dalam proses tes ketiga, seperti yang saya lakukan (jadi relawan vaksin). Baru Desember nanti keputusan berhasil atau tidaknya,” ujar Ridwan Kamil, usai membuka Musyawarah Daerah XIV Gerakan Pramuka Jawa Barat di Bogor Raya Lakeside, Kota Bogor, Rabu (7/10/2020).

Dia menambahkan jika hasil darah pada tubuhnya meningkatkan antibodi, vaksin dinilai berhasil. 

"Maka Januari sudah bisa diproduksi. Dan nanti manajemennya sambil produksi, sambil memberi vaksin. Jadi sudah bisa disuntikkan untuk pihak-pihak tertentu di bulan Januari sampai akhir tahun 2021,” katanya. 

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers