web analytics
  

PRAKERJA GELOMBANG 11, Kapan Dibuka? Ini Syarat, Cara, dan Link Resmi

Senin, 12 Oktober 2020 12:46 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Nasional, PRAKERJA GELOMBANG 11, Kapan Dibuka? Ini Syarat, Cara, dan Link Resmi, cara daftar prakerja gelombang 11,Syarat Prakerja Gelombang 11,prakerja gelombang 11

[Ilustrasi] Kapan program Kartu Prakerja Gelombang 11 dibuka? Pemerintah masih belum memberikan kejelasan. Namun, Anda bisa mengumpulkan syarat-syaratnya terlebih dahulu. (Istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Kapan program Kartu Prakerja Gelombang 11 dibuka? Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan, dengan bergulirnya gelombang 10 yang telah ditutup Senin (28/9/2020), “Dengan demikian lengkaplah total kuota penerima Kartu Prakerja tahun anggaran 2020.” Hal itu diungkapkan Airlangga dalam pernyataan resminya, Sabtu (26/9/2020).

Berdasarkan keterangan Airlangga, kemungkinan sudah tidak ada lagi gelombang Kartu Prakerja yang dibuka. Hal ini juga diperkuat berdasarkan penuturan dari Direktur Operasi Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Hengki Sihombing yang menyatakan, gelombang 10 merupakan gelombang terakhir.

Namun, Head of Communication Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Louisa Tuhatu menuturkan, ada 227.818 penerima Kartu Prakerja yang status kepesertaannya dicabut. Jumlah tersebut berdasarkan pencabutan kepesertaan dari gelombang 1 hingga 5.

Pada gelombang 1 hingga 4, ada 180 ribu orang yang kepesertaannya dicabut. Lalu pada gelombang 5, Louisa menuturkan pihaknya mencabut 47.818 penerima.

"Pencabutan kepesertaan dilakukan sesuai dengan siklus batas akhir 30 hari setelah seseorang lolos seleksi," ujar Louisa, Senin (28/9/2020).

Ketika ditanya perihal akan diapakan 227.818 kuota tersebut, Louisa mengaku pihaknya sedang menunggu arahan dari Komite Cipta Kerja. “Datanya sedang kami konsolidasikan,” tuturnya, Kamis (24/9/2020).

Louisa membeberkan, pihaknya harus melihat berapa banyak orang yang tidak membeli pelatihan pertama di setiap gelombang, sehingga akunnya terpaksa diblokir. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut dari pihak Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja terkait kuota tersebut.

Syarat Mengikuti Prakerja

Merujuk pada program prakerja sebelumnya, Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja mempunyai syarat-syarat khusus bagi pendaftar yang masuk dalam kriteria untuk menjadi penerima Kartu Prakerja. Syarat-syarat khusus tersebut, yaitu pertama Warga Negara Indonesia (WNI). Kedua, berusia minimal 18 tahun. Ketiga, tidak sedang menempuh pendidikan formal.

Selain ketiga syarat di atas, Pelaksana Kartu Prakerja juga mengacu pada daftar hitam yang tidak diperbolehkan menerima Kartu Prakerja. Daftar tersebut merujuk pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 11 Tahun 2020.

Adapun daftar hitam yang dimaksud adalah mereka yang berstatus sebagai pejabat negara, pemimpin dan anggota DPRD, ASN, prajurit TNI, anggota kepolisian, kepala dan perangkat desa, direksi, komisaris, dan dewan pengawas pada BUMN atau BUMD.

Selain itu, bagi pendaftar yang ingin lolos menjadi penerima Kartu Prakerja, harap memperhatikan persyaratan berikut.

1. Nama lengkap harus sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP);

2. Perhatikan nomor Kartu Keluarga (KK). Jangan sampai ada ketidakcocokan antara data di KTP dan KK;

3. Tanggal lahir harus sesuai KTP;

4. Alamat surat elektronik (surel) atau email yang jelas dan aktif (kotak masuk jangan sampai penuh atau jangan gunakan e-mail yang sudah lama tidak dipakai);

5. Nomor handphone yang sesuai dengan data diri saat registrasi;

6. Alamat sesuai KTP;

7. Alamat domisili (jika tempat tinggal dan alamat di KTP berbeda);

8. Jenis kelamin;

9. Pendidikan terakhir yang ditamatkan;

10. Status kebekerjaan;

11. Foto KTP atas milik pendaftar.

Lalu, jika sudah memenuhi kriteria persyaratan di atas, bagaimana cara mendaftar Kartu Prakerja? Berikut tata caranya.

• Masuk ke laman resmi yakni prakerja.go.id bukan prakerja.vip

• Masukkan nama lengkap, alamat e-mail, dan kata sandi

• Cek email masuk dari kartu prakerja untuk aktivasi. Setelah itu, kembali ke laman prakerja.go.id

• Masukkan e-mail dan kata sandi yang baru dibuat

• Masukkan nomor KTP dan tanggal lahir

• Klik tombol 'berikutnya'

• Isi data diri di form pengisian (nama lengkap, alamat e-mail, alamat tempat tinggal, alamat domisili, pendidikan, status kebekerjaan, foto KTP, dan foto selfie sambil memegang KTP), lalu klik 'berikutnya'

• Masukkan nomor telepon dan kode OTP yang dikirimkan melalui SMS oleh pihak prakerja

• Mengisi tes motivasi selama 1 menit

• Tunggu email pemberitahuan setelah tes selesai dikerjakan

• Jika sudah mendapat e-mail pemberitahuan, kembali ke laman prakerja.go.id, dan klik pada tulisan 'gabung ke gelombang 11'.

Lalu, bagaimana cara bagi pendaftar yang sebelumnya sudah mengikuti Prakerja namun tidak lolos dan ingin mendaftar di gelombang 11? Berikut tata cara bagi peserta yang akan daftar kembali namun sudah mempunyai akun prakerja.

• Masuk ke laman prakerja.go.id

• Masukkan email dan kata sandi yang sudah dibuat sebelumnya

• Menuju ke laman dashboard di profile prakerja masing-masing

• Peserta dapat langsung klik 'gelombang 11'.

Khusus peserta yang sudah mempunyai akun Kartu Prakerja, tidak perlu mengisi data diri maupun tes kemampuan diri. Hal itu dikarenakan peserta sudah melakukannya di proses pendaftaran awal Kartu Prakerja.

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Moeldoko Jadi Ketum Demokrat Usai KLB, SBY: Tega!

Nasional Sabtu, 6 Maret 2021 | 06:02 WIB

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut bahwa Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP...

Umum - Nasional, Moeldoko Jadi Ketum Demokrat Usai KLB, SBY: Tega!, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko,Moeldoko KLB,moeldoko ketum demokrat,Ketum Demokrat,Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Warganet Ramai Kritik Moeldoko, Disuruh Buat Partai Sendiri

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 23:17 WIB

Warganet ramai-ramai kritik Moeldoko karena ambil alih Partai Demokrat lewat kongres luar biasa atau KLB di Serdang, Sum...

Umum - Nasional, Warganet Ramai Kritik Moeldoko, Disuruh Buat Partai Sendiri, Moeldoko,Partai Demokrat,klb demokrat

KLB Partai Demokrat Diwarnai Bentrokan, Warga dan Aparat Jadi Korban

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 23:13 WIB

Dualisme Partai Demokrat yang mencuat dengan adanya Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di The Hill Hotel Sibolangit K...

Umum - Nasional, KLB Partai Demokrat Diwarnai Bentrokan, Warga dan Aparat Jadi Korban, KLB Partai Demokrat,Bentrokan KLB Demokrat,Kudeta Partai Demokrat

Imun Muncul 28 Hari Usai Vaksinasi Kedua

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 22:39 WIB

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, efektivitas vaksin atas timbulnya imun baru akan efektif muncul pada 2...

Umum - Nasional, Imun Muncul 28 Hari Usai Vaksinasi Kedua, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin,Vaksinasi Covid-19,imun tubuh

SBY: Saya Tak Pernah Merusak Partai Lain

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 22:16 WIB

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara tegas menyatakan Kongres Luar Biasa PD di De...

Umum - Nasional, SBY: Saya Tak Pernah Merusak Partai Lain, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),Kudeta Parta Demokrat,Kongres LB Partai Demokrat,Moeldoko

AHY: Moeldoko Ketua Umum Demokrat Abal-Abal

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 20:01 WIB

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa kongres luar biasa (KLB) yang digelar di Deli...

Umum - Nasional, AHY: Moeldoko Ketua Umum Demokrat Abal-Abal, Kudeta Partai Demokrat,Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),Kepala KSP Moeldoko,klb demokrat

KLB Partai Demokrat Tetapkan Moeldoko Jadi Ketua Umum

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 16:13 WIB

Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat  menetapkan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai ketua umum p...

Umum - Nasional, KLB Partai Demokrat Tetapkan Moeldoko Jadi Ketua Umum, klb demokrat,moeldoko demokrat,Moeldoko,Partai Demokrat,Hinca Panjaitan,Jhoni Allen Marbun

Ngomong Benci Produk Asing, Jokowi: Gitu Aja Kok Ramai

Nasional Jumat, 5 Maret 2021 | 15:08 WIB

Ngomong Benci Produk Asing, Jokowi: Gitu Aja Kok Ramai

Umum - Nasional, Ngomong Benci Produk Asing, Jokowi: Gitu Aja Kok Ramai, jokowi benci produk asing,boikot produk asing,jokowi,Produk Dalam Negeri
dewanpers