web analytics
  

3 Pekan Hasil Swab Tak Keluar, Satu Keluarga Berjuang Lawan Bosan Isolasi Mandiri

Senin, 12 Oktober 2020 12:03 WIB Rizma Riyandi
Bandung Raya - Bandung, 3 Pekan Hasil Swab Tak Keluar, Satu Keluarga Berjuang Lawan Bosan Isolasi Mandiri, Isolasi mandiri pasien covid-19,Isolasi Mandiri,Waktu keluar hasil swab,Tes Swab Covid-19,Ubah Laku,Jurnalisme Ubah Laku

Ilustrasi tes Covid-19. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM -- Agil tentu bukan nama sebenarnya. Namun pria kelahiran Jakarta pada 1990 ini ingin berbagi kisah mengenai pengalamannya saat harus menunggu hasil tes swab setelah berinteraksi dengan pasien positif Covid-19.

Sekitar pertengahan dua bulan lalu, Agil berkemah di Gunung Putri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Ia ikut acara tersebut lantaran diajak teman. Peserta kemping terdiri dari belasan orang yang semuanya laki-laki.

Tepat hari Rabu, Agil berangkat dari Kota Bandung ke Lembang. Lalu pulang kembali ke Bandung pada Kamis pagi. Setelah pulang berkemah, Agil menjalani aktivitas harian seperti biasa, seperti bekerja, mengajak anak bermain, dan mengantar istrinya berbelanja.

Namun selang sehari setelah berkemah, temannya tiba-tiba menghubungi dan memberitahu bahwa salah satu peserta kemah telah dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab.

"Saat itu saya kaget. Yang ada di pikiran saya, saya takut tertular corona dan menularkannya ke istri dan anak saya," tutur Agil kepada Ayobandung.com, Senin (12/10/2020).

Setelah mendapat kabar tersebut, Agil langsung melakukan isolasi mandiri di rumah. Agil pun menempati kamar sendirian, sementara anak dan istrinya memisahkan diri.

Selain melakukan isolasi mandiri, Agil juga berusaha mengonsumsi bahan-bahan herbal untuk meningkatkan imunitas tubuh.

"Istri saya sengaja membuatkan jamu untuk saya minum setiap hari selama saya isolasi mandiri," katanya.

Jamu yang dikonsumsinya terdiri dari rebusan kunyit, jahe, dan temulawak. Selain itu Agil juga mengonsumsi vitamin C. Namun, tidak hanya Agil yang melakukan hal tersebut, sang istri juga ikut mengonsumsi jamu untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Sedangkan anaknya yang masih berusia 1,5 tahun hanya diberi madu dua kali sehari.

Sekitar tiga hari setelah mendapat kabar bahwa temannya positif Covid-19, Agil langsung menjalani tes swab di salah satu puskesmas Kota Cimahi. Ia masuk ke dalam daftar tracing Covid-19, sehingga dapat menjalani tes swab secara gratis.

Namun, hasil tes yang disebut-sebut dapat diketahui paling lambat setelah lima hari ternyata tak kunjung keluar. Sambil melakukan isolasi mandiri, Agil terus menunggu hasil swab.

Telah lebih dari sepekan, hasil swab tak kunjung keluar. Bahkan setelah melewati masa inkubasi virus pun, hasil swab tidak kunjung keluar.

"Ya kalau dihitung-hitung, sudah 14 hari setelah saya ikut kemping, hasil swab-nya juga belum keluar," kata Agil.

Menginjak hari ke-15, ia mengakui mulai merasa bosan saat harus menjalani isolasi mandiri. Bahkan dorongan untuk keluar rumah pun sangat kuat.

"Walaupun selama pandemi saya bekerja secara remote, tetap saja ada hal-hal yang memaksa saya untuk keluar rumah. Salah satunya saat saya tes swab di Puskesmas Cimahi. Itu kan saya harus keluar rumah dan menempuh perjalanan dari Bandung ke Cimahi," ujar Agil.

Namun saat keluar rumah Agil memastikan bahwa ia terus memakai masker. Ia pun tak lupa membawa hand sanitizer untuk cuci tangan dan menjaga jarak di tempat umum.

Menginjak dua pekan setelah tes swab, Agil tak juga mendapat kabar tentang hasil tesnya.

"Jujur saja saat itu saya sudah kesal, dan memutuskan untuk memberanikan diri keluar rumah. Tapi setelah dipikir-pikir lagi saya ragu. Jadi saya tetap di rumah saja. Untung istri saya sehat, jadi kalau ada keperluan belanja dan lain-lain, dia yang keluar," tutur Agil.

Setelah menunggu hampir tiga pekan, akhirnya hasil tes swab Agil pun keluar. Ia dinyatakan negatif Covid-19. Agil sekeluarga pun senang dengan hasil tersebut.

Istri Agil, Riyanti mengaku lega dengan keluarnya hasil tes swab sang suami. Meski begitu ia agak kecewa dengan proses keluarnya hasil swab yang begitu lama.

"Saya heran sih, kenapa keluar hasilnya lama banget. Alhamdulillah hasilnya negatif," ujarnya.

Ia mengaku tidak menyesal telah membantu sang suami untuk isolasi mandiri. Meskipun jika ditotal telah memakan waktu lebih dari tiga pekan.

"Ya untung suami saya kerjanya remote, jadi tidak perlu keluar rumah. Jadi masih bisa sabar isolasi mandiri dalam waktu yang lama. Bagaimana kalau pekerja yang harus keluar rumah, kan tidak bisa menunggu hasil swab selama itu," ujar Riyanti.

Ia berharap ke depannya pemerintah bisa menyediakan layanan tes swab yang hasilnya bisa keluar lebih cepat. Sehingga masyarakat tidak perlu menunggu lama.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers