web analytics
  

Dituding Aniaya Polisi Saat Unjuk Rasa di Bandung, 7 Orang Jadi Tersangka

Senin, 12 Oktober 2020 11:34 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Dituding Aniaya Polisi Saat Unjuk Rasa di Bandung, 7 Orang Jadi Tersangka, Demonstran jadi tersangka,Penganiayaan polisi Bandung,Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law,Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja,Demo Tolak UU Cipta Kerja

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A. Chaniago menunjukkan barang bukti dugaan penganiayaan polisi dalam unjuk rasa Kamis lalu. (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Polda Jabar menetapkan tujuh orang tersangka terkait unjuk rasa yang berujung ricuh di gedung DPRD Jabar dan Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (8/10/2020) lalu.

Setelah kericuhan tersebut, sejumlah oknum massa dituding melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang petugas kepolisian dengan pangkat Brigadir berinisial A.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A. Chaniago mengatakan, kasus penganiayaan terhadap petugas kepolisian tersebut terus dikembangkan dan diselidiki secara mendalam.

"Pagi ini dari Polda Jabar akan menyampaikan hal-hal terkait dengan pengungkapan kasus penganiayaan yang terjadi pada tanggal 8 Oktober, pada saat kejadian demo di Gedung Sate maupun di DPRD," ujarnya di Polda Jabar, Senin (12/10/2020).

Erdi menambahkan, dari 7 tersangka yang diamankan, 3 orang yang berinisial DR, DH, dan CH ditahan di Mapolda Jabar, sedangkan satu lainnya ditahan di Polres Karawang.

Sementara itu, tersangka lainnya tidak dilakukan penahanan karena masih di bawah umur dan berstatus sebagai pelajar.

"Tiga tersangka ditahan di Polda Jabar kemudian satu tersangka sudah ditahan di Polres Karawang," tutur Erdi.

Erdi menjelaskan, aksi penganiayaan itu dilakukan di sebuah bangunan yang terletak di Jalan Sultan Agung, Kota Bandung.

"Anggota kita dianiaya kepalanya dengan menggunakan sekop kemudian menggunakan batu, nanti barang buktinya," terang dia.

Petugas kepolisian menangkap 75 orang yang diduga melakukan tindak anarkistis. Lalu, polisi melakukan pengembangan dan menetapkan tujuh tersangka.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 170 dan 351 dengan ancaman penjara di atas 5 tahun.

Sebelumnya, tiga hari aksi unjuk rasa yang dilakukan di depan Kantor DPRD Jabar selalu berujung ricuh. Unjuk rasa dimulai pada Selasa (6/10/2020) hingga Kamis (8/10/2020).

Sempat terjadi pelemparan batu yang dilakukan oleh oknum massa aksi ke arah gedung DPRD Provinsi Jawa Barat.

Tak lama kemudian, oknum massa aksi melakukan pembakaran ban di depan gedung DPRD Jawa Barat. Massa juga mendesak masuk ke dalam gedung.

Kemudian, petugas kepolisian memukul mundur massa dengan menembakkan gas air mata. Massa berlarian ke berbagai arah dan melakukan perusakan fasilitas umum. Situasi di depan Gedung DPRD Provinsi Jabar pun dapat dikendalikan.

Mereka menggelar aksi untuk menolak UU Cipta Kerja yang telah disahkan DPR RI pada Senin (5/10/2020).  UU Cipta Kerja ini sudah menjadi perdebatan publik karena dianggap mementingkan kepentingan investor di atas kebutuhan pekerja.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers