web analytics
  

PENCAIRAN BLT RP1,2 JUTA TAHAP 5, Belum Dapat? Mungkin Syarat Ini Tak Terpenuhi

Senin, 12 Oktober 2020 16:41 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Nasional, PENCAIRAN BLT RP1,2 JUTA TAHAP 5, Belum Dapat? Mungkin Syarat Ini Tak Terpenuhi, BLT Tahap 5,BLT tahap 5 kapan cair,BLT Rp1,2 Juta,Bantuan Subsidi Upah (BSU)

Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau Bantuan Subsidi Upah (BSU) Rp1,2 juta tahap 5 sudah cair sejak Jumat (9/10/2020). Namun, jika belum mendapatkan transferan BLT ini, mungkin Anda tidak termasuk 6 kategori/golongan yang pasti mendapatkan BLT Rp1,2 juta ini. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau Bantuan Subsidi Upah (BSU) Rp1,2 juta tahap 5 sudah cair sejak Jumat (9/10/2020). Namun, jika belum mendapatkan transferan BLT ini, mungkin Anda tidak termasuk 6 kategori/golongan yang pasti mendapatkan BLT Rp1,2 juta ini.

Merujuk Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI (Permenaker) Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/Upah Bagi Pekerja Buruh Dalam Penanganan Dampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), peserta yang akan mendapatkan BLT Rp1,2 juta harus memenuhi persyaratan ini:

1. Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan;

2. Terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan;

3. Peserta yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah di bawah Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah) sesuai upah yang di laporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan;

4. Pekerja/Buruh penerima Upah;

5. Memiliki rekening bank yang aktif;

6. Peserta yang terdaftar sebagai peserta aktif di BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan bulan Juni 2020.

Dengan begitu, jika Anda tidak termasuk 6 golongan di atas, dipastikan akan gagal mendapatkan BLT Rp1,2 juta.

Selain itu, berdasarkan Pasal 3 ayat (2) huruf c Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI (Permenaker) Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/Upah Bagi Pekerja Buruh Dalam Penanganan Dampak Corona Virus Disease 2019 (Covid19), Bantuan pemerintah ini hanya diberikan kepada pekerja sektor formal saja.

Per Selasa (6/10/2020), 11.525.117 (98,98%) pekerja sudah menerima bantuan langsung tunai. Berikut perincian jumlah pekerja yang mendapat BLT atau BSU dari tahap 1 hingga tahap 4.

Tahap I: 2.484.429 (99.38%)

Tahap II: 2.981.533 (99,38%)

Tahap III: 3.476.361 (99.32%)

Tahap IV: 2.528.794 (95,26%)

BLT atau BSU Rp600.000 akan diberikan kepada pekerja/buruh per bulan selama 4 bulan (Rp 2,4 juta). Pekerja akan dikirimkan BLT setiap 2 bulan sekali. Artinya, satu kali pencairan, pekerja akan menerima uang subsidi sebesar Rp1,2 juta.

Untuk memastikan nama Anda terdaftar sebagai penerima BLT, Anda bisa mengeceknya di kemnaker.go.id dengan cara:

1. Kunjungi web kemnaker.go.id

2. Klik “Daftar Sekarang” (jika sudah punya akun, langsung ikuti langkah nomor 3)

Lengkapi pendaftaran akun yang terdiri atas dua yakni biodata dan akun. Pada biodata, isi nomor induk kependudukan (NIK) dan nama bapak atau ibu kandung. Pastikan NIK Anda valid. Adapun pada akun isi alamat email, nomor ponsel, dan password.

Lalu klik “Daftar sekarang”. Kode OTP akan dikirimkan ke ponsel Anda. Aktivasi akun menggunakan kode OTP tersebut.

3. Setelah itu buka kembali kemnaker.go.id dan login

4. Lengkapi profil.

Di antaranya pasang foto profil, tentang diri Anda, status pernikahan dan tipe lokasi.

5. Setelah berhasil, kunjungi profil.

6. Cek pemberitahuan

Jika pakai ponsel, Anda dapat scroll atau gulirkan sampai ke bawah untuk mengecek pemberitahuan. Sementara itu, jika pakai laptop, pemberitahuan ada di bagian kanan, di samping info data diri.

Jika Anda masuk jadi penerima, maka akan tampil pemberitahuan ucapan selamat telah mendapat bantuan BLT atau BSU. 

Kemudian, jika Anda merasa memenuhi kriteria sebagai calon penerima BLT Rp1,2 juta tapi tak kunjung ditransfer ke ATM Anda, mungkin ada masalah dengan data Anda di BPJamsostek. Lantas, bagaimana cara mengeceknya?

Begini cara cek nama di BPJamsostek via aplikasi, laman resmi, dan SMS.

1. Aplikasi BPJSTKU

a. Unduh aplikasi BPJSTKU di perangkat Android ataupun iOS;

b. Setelah mengunduh, peserta harus melakukan registrasi terlebih dahulu untuk mendapatkan PIN;

c. Syarat registrasi di aplikasi BPJSTKU antara lain Nomor KPJ (ada di kartu BPJamsostek), Nomor Induk Kependudukan (NIK) e-KTP, dan tanggal lahir, dan nama;

d. Setelah terdaftar dan login, peserta dapat mengetahui status kepesertaan BPJamsostek;

e. Kemudian pilih di “Kartu Digital”;

f. Setelah muncul tampilan kartu digital BPJamsostek, klik di tampilan tersebut, bagian bawah akan terlihat status kepesertaan BPJS TK (aktif atau tidak aktif).

2. Website BPJamsostek

a. Masuk ke https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/;

b. Masukkan alamat email di kolom user;

c. Masukkan kata sandi;

d. Setelah masuk, pilih menu layanan;

e. Pada menu layanan, pilih cek saldo JHT;

f. Masukkan PIN yang telah dikirim melalui SMS;

g. Saldo kamu akan ditampilkan;

Namun apabila belum terdaftar di laman tersebut, bisa melakukan registrasi dengan cara:

a. Masuk ke https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/;

b. Pilih menu registrasi;

c. Isi formulir sesuai dengan data nomor KPJ Aktif, nama, tanggal lahir, nomor e-KTP, nama ibu kandung, nomor ponsel, dan email;

d. Apabila berhasil, kamu akan mendapatkan PIN;

e. PIN dikirim melalui email dan SMS dari nomor ponsel yang didaftarkan.

3. SMS

Cara melalui SMS sebenarnya diperuntukkan untuk mengecek besaran saldo jaminan hari tua (JHT). Pengecekan saldo JHT juga bisa digunakan sekaligus untuk mengetahui apakah status kepesertaannya masih aktif atau tidak.

Ketik pada layar HP: DAFTAR(spasi)SALDO#Nomor KTP#NAMA#Tanggal lahir#Nomor peserta#Email (jika ada), kemudian kirim SMS ke 2757.

Untuk tanggal lahir gunakan format dd-mm-yy.

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Update: Covid-19 Indonesia Bertambah 5.436 Kasus Baru

Nasional Jumat, 23 April 2021 | 18:55 WIB

Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 1.632.248 kasus.

Umum - Nasional, Update: Covid-19 Indonesia Bertambah 5.436 Kasus Baru, COVID-19,Covid-19 Indonesia,Pandemi Covid-19,Kasus Covid-19,Indonesia

Putus Mata Rantai Covid-19, MUI Imbau Salat Idulfitri di Rumah

Nasional Jumat, 23 April 2021 | 18:20 WIB

MUI berharap masyarakat bijak, karena hingga kini pandemi Covid-19 belum juga selesai.

Umum - Nasional, Putus Mata Rantai Covid-19, MUI Imbau Salat Idulfitri di Rumah, Ramadan 1442 Hijriah,Idulfitri 1442 Hijriah,Mata Rantai Covid-19,Majelis Ulama Indonesia (MUI),Salat Idulfitri di Rumah,Lebaran

Suplai Beras Nasional, Lucky Hakim Minta Indramayu Jadi Anak Emas 

Nasional Jumat, 23 April 2021 | 16:55 WIB

Wakil Bupati Indramayu meminta perlakuan istimewa untuk Indramayu di bidang pertanian.

Umum - Nasional, Suplai Beras Nasional, Lucky Hakim Minta Indramayu Jadi Anak Emas , Wakil Bupati Indramayu,lucky hakim,Suplai Beras Nasional,Indramayu,Beras

Hari Buku Sedunia, Najwa Shihab Ungkap Perasaan Tentang Buku

Nasional Jumat, 23 April 2021 | 16:45 WIB

Setiap tanggal 23 April diperingati masyarakat dunia sebagai World Book Day atau Hari Buku Sedunia. 

Umum - Nasional, Hari Buku Sedunia, Najwa Shihab Ungkap Perasaan Tentang Buku, najwa shihab,World Book Day,Hari Buku Sedunia,United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO)

Tsunami Covid-19, Menhub Tutup Penerbangan dari dan ke India

Nasional Jumat, 23 April 2021 | 16:31 WIB

Penerbangan reguler dari India resmi ditutup, mengingat kasus harian Covid-19 di negara tersebut sedang tinggi-tingginya...

Umum - Nasional, Tsunami Covid-19, Menhub Tutup Penerbangan dari dan ke India, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi,penerbangan reguler dari India resmi ditutup,kasus harian Covid-19,kasus harian Covid-19 di India,tsunami Covid-19 di India,tsunami Covid-19,penerbangan dari India,Kemenhub,pembatasan WNA dari India

Cermati, Surat Edaran Turunan Larangan Mudik Diumumkan Sore Ini

Nasional Jumat, 23 April 2021 | 15:33 WIB

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan segera mengumumkan Surat Edaran (SE) turunan larangan mudik 2021.

Umum - Nasional, Cermati, Surat Edaran Turunan Larangan Mudik Diumumkan Sore Ini, Surat Edaran Turunan,Mudik Lebaran,Larangan Mudik,Surat Edaran (SE)

Penjelasan Imigrasi soal Rombongan WN India Bisa Masuk Indonesia

Nasional Jumat, 23 April 2021 | 15:18 WIB

India kini menjadi negara yang diwaspadai karena terjadi lonjakan kasus Covid-19.

Umum - Nasional, Penjelasan Imigrasi soal Rombongan WN India Bisa Masuk Indonesia, rombongan warga India masuk ke Indonesia,lonjakan kasus covid-19 di Indonesia,lonjakan kasus Covid-19 di India,lonjakan kasus Covid-19,Warga India ke Indonesia,Penerbangan penumpang dari India,penambahan kasus Covid-19,tsunami Covid-19,varian virus corona

DPR Semprot Imigrasi, Jangan Sembarangan Izinkan WNA Masuk

Nasional Jumat, 23 April 2021 | 14:01 WIB

Imigrasi harus lebih berhati-hati dalam menerima WNA asal India. Jangan sampai menyebabkan lonjakan kasus juga di Indone...

Umum - Nasional, DPR Semprot Imigrasi, Jangan Sembarangan Izinkan WNA Masuk, DPR Semprot Imigrasi,WNA asal India,lonjakan kasus covid-19 di Indonesia,Kasus Covid-19,kedatangan 127 WNA asal India,kasus Covid-19 di India,lonjakan kasus Covid-19 di India,lonjakan kasus Covid-19

artikel terkait

dewanpers