web analytics
  

Dampak Film Porno bagi Pria, Bikin Kepayahan

Senin, 12 Oktober 2020 08:08 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Dampak Film Porno bagi Pria, Bikin Kepayahan , Hubungan Seksual,film porno,adegan ranjang

[Ilustrasi] Lelaki yang sering menonton film porno terbukti mengalami disfungsi ereksi dan mengganggu hubungan seksualnya di ranjang. (Shutterstock)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Lelaki yang sering menonton film porno terbukti mengalami disfungsi ereksi dan mengganggu hubungan seksualnya di ranjang. Meski demikian, hal serupa dipercaya tidak akan memengaruhi kehidupan seks pada perempuan.

Hal tersebut terungkap setelah tim ilmuwan dari Naval Medical Center of San Diego meneliti 300 pasien laki-laki dan perempuan dan meminta mereka mengisi dua survei tentang kebiasaan menonton film porno

Dikatakan, lelaki yang secara teratur menonton film porno lebih cenderung menjadi tidak tertarik pada seks dan menderita disfungsi ereksi.

Hanya 1 dari 5 laki-laki yang menonton film porno 3 sampai 5 kali seminggu, mengakui bahwa mereka menikmati seks dengan pasangannya. 

Menonton pornografi memang sangat adiktif dan hampir sama seperti mengonsumsi kokain. Namun pada akhirnya, menonton film porno dipercaya membuat mereka tidak puas dengan aktivitas seksual di kehidupan nyata. 

Bagi lelaki, periset melihat adanya hubungan yang kuat antara menonton porno secara teratur dengan hasrat kurangnya seksual dan disfungsi ereksi.

Mereka yang menonton film porno secara reguler cenderung tidak menanggapi penting aktivitas seks di dunia nyata dan bergantung pada film pornografi untuk bisa lebih lepas di ranjang. 

Film berbau pornografi juga dapat memberikan harapan yang tidak realistis pada lelaki muda dan belum berpengalaman, kata Dr Joseph Alukal dari New York University. 

Hal ini bisa menyebabkan kegelisahan libido atau kecemasan saat seks di dunia nyata yang tidak sesuai dengan fantasi yang difilmkan, katanya.

Tidak jelas mengapa efek tersebut tidak juga terjadi pada perempuan. Namun temuan tersebut telah dipresentasikan pada pertemuan tahunan Asosiasi Urologi Amerika di Boston pada 2017.

Ini terjadi setelah para periset dari Universitas Brigham Young, Utah, menemukan bahwa pecandu pornografi memproklamirkan diri telah kesulitan memelihara hubungan romantis. 

Meski demikian, film porno tidak terkait dengan kecemasan hubungan antara pasangan dan menggambarkan hubungan mereka dalam keadaan sehat.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers