web analytics
  

Media Sosial dan Kepedulian Kita

Minggu, 11 Oktober 2020 19:46 WIB Netizen Deffy Ruspiyandy
Netizen, Media Sosial dan Kepedulian Kita, Media Sosial,kepedulian,Viral

Ilustrasi (Unsplash/Merakist)

Deffy Ruspiyandy

Penulis Artikel dan Penulis Ide Cerita di SCTV.

AYOBANDUNG.COM -- Kita kerap merasa hampa ketika tak dapat menggunakan media sosial. Tuntutan agar bisa berhubungan dengan siapapun dalam dunia virtual seolah menjadi sebuah keharusan. Hal semacam ini sangat mudah dilakukan kendati berada di ruangan tertutup. Sejatinya, bijak menggunakan media sosial bukan sekedar sebuah slogan semata, tetapi sudah harus menjelma menjadi ikhtiar semua orang guna memberi kebaikan bagi orang lain.

B.K. Lewis (2010) – Media sosial adalah label bagi teknologi digital yang memungkinkan orang untuk berhubungan, berinteraksi, memproduksi, dan berbagi isi pesan.

Dengan begitu, media sosial dampaknya begitu besar bagi kehidupan. Keberadaannya kini justeru menembus sekat-sekat yang mungkin selama ini sulit terjangkau. Hal ini membuktikan jika media sosial yang ada pada dasarnya hanyalah sebuah media. Semua akan tergantung dari mereka yang menggunakannya. Ibarat sebuah pisau, pada tangan seorang yang sesuai profesinya dan baik maka pisau itu akan sesuai dengan fungsinya.

Namun jika di tangan orang yang salah maka pisau itu fungsinya menjadi tak karuan. Begitupula dengan media sosial tidaklah jauh seperti penyataan tadi dan kini media sosial itu sendiri sudah menjelma menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat.

Disadari jika media sosial kini menjadi sebuah kebutuhan manusia yang hidup di zaman modern. Hal itu tak terbantahkan sebab hampir setiap waktu manusia yang ada tak lepas dari gadgetnya dan aplikasi yang prioritas digunakan adalah media sosial. Tak heran jika waktunya banyak digunakan untuk bermedsos ria.

Berdasarkan hasil riset Wearesosial Hootsuite yang dirilis Januari 2019 pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta atau sebesar 56% dari total populasi. Jumlah tersebut naik 20% dari survei sebelumnya. Sementara itu, pengguna media sosial mobile (gadget) mencapai 130 juta atau sekitar 48% dari populasi.

Jelas kita tak bisa membantah bila kehadiran media sosial membuat jarak yang jauh menjadi dekat. Berhubungan dengan dunia luar sekalipun menjadi semakin mudah. Tentu saja hal ini menjadi bagian terpenting dari manusia zaman modern untuk bisa berkomunikasi menggunakan teknologi digital yang dimilikinya.

Pertanyaannya, sudah sejauh manakah media sosial yang sering kita gunakan mampu menghadirkan rasa cinta yang mendalam dan kita bisa berbagi dengan orang lain. Penggunaan media sosial sendiri diharapkan mampu membentuk sikap kepedulian sosial yang kokoh terlebih dalam kondisi pandemi Covid 19 ini.

Semakin media sosial digunakan untuk hal-hal positif tentu akan menciptakan satu kehidupan yang positif pula dan semuanya akan tergantung kepada kita sebagai penggunanya. 

Sebuah peristiwa yang terjadi di alam nyata kini dalam hitungan detik bisa langsung dilihat di handphone. Dengan begitu jika sebuah berita dapat tersebar dalam waktu pada hitungan detik. Maka dengan kondisi seperti ini sangat memungkinkan kita bisa mengirim pesan apapun kepada seluruh khalayak dengan menggunakan media sosial. Kondisi Pandemi Covid 19 tentu saja dilingkupi dengan problem kemanusiaan yang terjadi.

Selain dengan adanya media sosial itu dapat mengajak masyarakat di dalam mencegah penyebaran virus ini. Juga di sisi lain sesungguhnya media sosial akan mampu menjadi media di dalam menumbuhkan kepedulian dari masyarakat kepada mereka yang membutuhkan.

Banyak di antara masyarakat yang ada sangat membutuhkan bantuan. Bisa karena tidak memiliki beras yang harus dimakan hari itu, membutuhkan biaya pengobatan atau hal lain yang urgen untuk diberi bantuan. Jika hal-hal yang bersifat sensasi seperti aksi seorang pengendara motor yang melakukan sesuatu yang kurang pantas demi konten tiktok bisa viral dan menjadi trending topik beberapa waktu lalu.

Bukankah hal-hal positif, khususnya realita yang menyentuh hati dan mengundang kepedulian semua orang pantas pula kita sebarkan guna mendapatkan solusi bagi masalah yang mungkin sedang menimpa seseorang. Mengajak orang untuk berbuat kebaikan melalui media sosial adalah hal yang sangat pantas dari sekedar menjadi sensasi sesaat yang tak ada artinya. Semuanya akan kembali kepada kita.

Media sosial sendiri sangat memungkinkan digunakan oleh setiap orang mendukung kegiatan filantropi. Dalam hal ini ada baiknya jika media sosial dapat dimanfaatkan secara optimal. Justeru dengan adanya kemudahan menyebarkan berita, tentunya orang yang sangat membutuhkan bantuan yang tersebar melalui media sosial, maka akan memudahkannya pula mendapatkan bantuan yang diharapkannya.

Sangat memungkinkan pengkondisian semacam ini tidak semua orang dapat melakukannya. Bukanlah jika kita yang memulai pertama kali mengajak kebaikan dalam media sosial sama artinya kita menyosialisasikan kebaikan pula. Semakin banyak orang yang mengikuti ajakan kita, maka memungkinkan banyak solusi yang ditawarkan, berdatangannya bantuan serta karena apa yang dilakukan dalam bagian dari ibadah yang diperintahkan oleh agama, maka yang melakukan pertama kali akan mendapatkan pahala sebanyak orang yang mengikuti ajakan kebaikannya.

Dengan adanya kemudahan dalam bermedia sosial maka percepatan dalam upaya mengatasi masalah pun akan bisa tercipta dalam waktu singkat. Mereka yang mendapatkan pesan dari media sosial dan terketuk hatinya maka dengan menggunakan aplikasi yang disukainya akan segera bertindak memberikan bantuan dalam bentuk apapun guna mengatasi masalah yang sedang terjadi. Kadang kita tak pernah tahu siapa mereka yang peduli dan membagikan cintanya bagi orang yang sangat membutuhkan bantuan, tetapi pesan kita sangat tersampaikan melalui media sosial itu.

Dunia maya dihebohkan oleh foto seorang kakek yang tengah tertidur di sebuah warung makan di pinggir jalan. Pemilik akun Facebook Hafizah Sari adalah orang yang pertama kali mengunggah foto tersebut pada 20 Oktober lalu, yang akhirnya kini menjadi viral. Sang kakek ternyata adalah pemilik warung nasi uduk Betawi yang berlokasi di depan Pertamina Maritime Training Center, Jalan Pemuda Rawamangun, Jakarta Timur.

Berkat postingan Hafiza yang sukses menjadi viral itu, kini sang kakek tak perlu lama-lama lagi menunggu nasi uduk dagangannya laku. Menurut salah satu pengguna Facebook bernama Widji Priyant Al-Fatih pada Senin (24/10/2016), warung sang kakek sekarang sudah ramai pengunjung. Ini menjadi bukti jika media sosial begitu cepat mengajak orang untuk membantu orang lain.

Kita takkan pernah menduga semua itu bisa terjadi dalam waktu yang tidak lama. Semua itu hasil upaya mereka yang menggunakan media sosial ketika mau melakukan sesuatu yang bernilai kepedulian. Sehingga media sosial tak perlu lagi dianggap sebagai hal yang merusak orang-orang yang menggunakan ketika media sosial digunakan untuk hal-hal yang baik. Karenanya marilah kiuta pengguna media sosial untuk selalu menyempatkan diri membuka mata melihat kenyataan yang terjadi di luar sana. Kita melihat masih banyak orang yang membutuhkan uluran tangan kita. Jika kita tak mampu melakukannya sendiri maka bagilah berita itu dan ajaklah orang lain untuk bisa peduli kepada mereka yang membutuhkan.

Jadi mulai saat ini ada baiknya kita sendiri tidak asyik saja menggunakan media sosial hanya untuk kesenangan belaka. Namun lebih dari itu ada baiknya digunakan pula untuk menyebarkan info dan mengundang orang untuk berbuat kebaikan. Menyempatkan waktu yang tidak terlalu lama sesungguhnnya takkan merugikan kesenangan kita. Justru dengan menggunakan media sosial untuk peduli dengan sesama akan memberi nilai positif dan mampu menjadi agen kebaikan yang diikuti banyak orang.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers