web analytics
  

Rektor Unisba Sesalkan Penembakan Gas Air Mata dan Pemukulan Petugas Satpam Kampus oleh Polisi

Sabtu, 10 Oktober 2020 19:41 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Rektor Unisba Sesalkan Penembakan Gas Air Mata dan Pemukulan Petugas Satpam Kampus oleh Polisi, Demo Tolak Omnibus Law,Unjuk Rasa Omnibus Lawa di Bandung,Universitas Islam Bandung (Unisba),Rektor Unisba Edi Setiadi

Kaca pos satpam Unisba pecah usai demo pada Kamis (8/10/2020) malam. (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM -- Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba) Edi Setiadi menyesalkan tindakan oknum polisi yang melakukan penembakan gas air mata ke dalam area kampus seusai aksi unjuk rasa pada 7-8 Oktober 2020. Ia juga menyesalkan pemukulan oknum polisi kepada petugas keamanan (satpam) yang tengah berjaga di area kampus.

"Bahwa tindakan sebagian oknum polisi yang menangani unjuk rasa mahasiswa, yang melakukan tindakan berlebihan sehingga menyebabkan kerusakan fasilitas kampus, sungguh sebuah perbuatan yang tidak patut dilakukan oleh aparat penegak hukum dalam rangka menjalankan fungsinya," tutur Edi dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Unisba, Sabtu (10/10/2020).

Menurut Edi, tindak kekerasan seharusnya tidak perlu dilakukan polisi karena pada saat itu para oknum tidak berada dalam situasi yang mengancam jiwa. Ia meminta agar pihak kepolisian senantiasa memerhatikan kode etik penegakkan hukum ketika bekerja.

"Salah satunya adalah kapan seorang penegak hukum menggunakan kekuatan. Kemudian juga harus memperhatikan prinsip-prinsip dasar penggunaan kekuasaan bersenjata dalam peneggakan hukum," katanya.

Selain menyesalkan tindakan tersebut, Edi juga meminta perhatian Polri agar tindakan oknum polisi tersebut tidak dijadikan sebagai hal yang lumrah ke depannya. Ia juga mendorong agar pihak kepolisian dapat mengedepankan musyawarah kepada mahasiswa yang masih 'diproses' akibat terlibat unjuk rasa.

Edi menyatakan, masalah terkait tindak kekerasan dan perusakan fasilitas kampus oleh oknum polisi di kampus Unisba sudah diselesaikan secara musyawarah. Diharapkan, jalan musyawarah ini juga akan diterapkan untuk menyelesaikan masalah lain antara polisi dan pihak mahasiswa.

"Kami mengimbau agar aparat kepolisian dapat menerapkannya juga kepada seluruh mahasiswa dari perguruan tinggi manapun yang sampai saat ini masih menjalani proses hukum di kepolisian," ungkapnya.

Sebelumnya, pada 8 Oktober 2020 malam beredar luas di media sosial video berdurasi 30 detik yang direkam di depan gerbang kampus Unisba, Jalan Tamansari. Video tersebut menampilkan oknum polisi menghampiri satpam Unisba yang tengah berjaga lalu memukul kepalanya sebelum dilerai oleh rekan polisi pelaku pemukulan.  

Editor: Tri Joko Her Riadi

terbaru

Emosi saat Sidang, Habib Bahar Bin Smith: Bohong Kamu Saksi

Bandung Selasa, 13 April 2021 | 22:46 WIB

Sidang pemeriksaan saksi atas kasus penganiayaan yang diduga dilakukan Bahar Bin Smith berlangsung Pengadilan Negeri Ban...

Bandung Raya - Bandung, Emosi saat Sidang, Habib Bahar Bin Smith: Bohong Kamu Saksi, Habib Bahar bin Smith,sidang Habib Bahar,Habib Bahar Kasus Penganiayaan

Dinsos Kota Bandung Kesulitan Halau Gelandangan dan Pengemis, Ini Alas...

Bandung Selasa, 13 April 2021 | 22:18 WIB

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Bandung, Dadang Aziz Salim mengaku, pihaknya kekurangan sarana dan prasara...

Bandung Raya - Bandung, Dinsos Kota Bandung Kesulitan Halau Gelandangan dan Pengemis, Ini Alasannya, Dinsos Kota bandung,Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS),PPKS Kota Bandung,Gelandangan di Bandung,Pengemesi di Bandung

Mobil Xenia Lenyap saat Parkir di Minimarket

Bandung Selasa, 13 April 2021 | 22:14 WIB

Sebuah mobil merk Xenia bernomor polisi D 1632 ZI dicuri saat parkir di minimarket Alfamart Jalan Ahmad Yani, pada hari...

Bandung Raya - Bandung, Mobil Xenia Lenyap saat Parkir di Minimarket, Mobil Hilang di Bandung,Pencurian Mobil di Bandung,Mobil Dicuri di Bandung

Ridwan Kamil: Kalau Ibu-ibu Menjerit Harga Mahal, Saya Kontak Bulog

Bandung Selasa, 13 April 2021 | 20:34 WIB

Hari pertama puasa, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi meninjau ketersediaan...

Bandung Raya - Bandung, Ridwan Kamil: Kalau Ibu-ibu Menjerit Harga Mahal, Saya Kontak Bulog, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Harga Kepokmas,Kenaikan Harga Kepokmas,Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi

Sudah Diimbau, Warga Cibaduyut Tetap Jualan dan Ngabuburit

Bandung Selasa, 13 April 2021 | 19:02 WIB

Namun, berdasarkan pantauan Ayobandung.com di komplek Mekarwangi, sepanjang Jalan Indrayasa dipadati oleh warga yang ber...

Bandung Raya - Bandung, Sudah Diimbau, Warga Cibaduyut Tetap Jualan dan Ngabuburit, Cibaduyut,tempat jual takjil Cibaduyut,larangan ngabuburit Bandung,Ngabuburit di Bandung,Tempat ngabuburit dijaga polisi

Ramadan di Tengah Pandemi, Pasar Kaget UIN Bandung Sepi

Bandung Selasa, 13 April 2021 | 18:24 WIB

Ramadan di Tengah Pandemi, Pasar Kaget UIN Bandung Sepi

Bandung Raya - Bandung, Ramadan di Tengah Pandemi, Pasar Kaget UIN Bandung Sepi, pasar Ramadan Bandung,pasar kaget Bandung,uin bandung,tempat jual takjil bandung,penjual takjil bandung

Sejumlah Pasar di Bandung Diawasi Ketat Satpol PP, Ini Daftarnya

Bandung Selasa, 13 April 2021 | 17:18 WIB

Pengawasan ini guna meminimalisir terjadinya kerumunan.

Bandung Raya - Bandung, Sejumlah Pasar di Bandung Diawasi Ketat Satpol PP, Ini Daftarnya, Pasar Tradisional di Kota Bandung,pasar tumpah kota bandung,Satpol PP Kota Bandung,Ramadan 2021,aturan Ramadan Bandung

LBH Bandung: Bipartite adalah Hak Pekerja, Tak Boleh Dihalang-halangi

Bandung Selasa, 13 April 2021 | 17:13 WIB

Rangga menengarai adanya pelanggaran terhadap bipartite antara CV Sandang Sari dengan para pekerjanya.

Bandung Raya - Bandung, LBH Bandung: Bipartite adalah Hak Pekerja, Tak Boleh Dihalang-halangi, Bipartite,pengertian Bipartite,CV Sandang Sari,buruh CV Sandang Sari didenda,buruh CV Sandang Sari digugat,Mantan Buruh CV Sandang Sari,Kisruh CV Sandang Sari

artikel terkait

dewanpers