web analytics
  

Mahasiswa Unisba Kecam Keras Oknum Pemukul Satpam Kampus

Sabtu, 10 Oktober 2020 18:57 WIB Ananda Muhammad Firdaus
Bandung Raya - Bandung, Mahasiswa Unisba Kecam Keras Oknum Pemukul Satpam Kampus, Universitas Islam Bandung (Unisba),Mahasiswa Bandung,mahasiswi bandung

Press konference pernyataan sikap perwakilan mahasiwa Unisba terkait dugaan tindakan represif oknum polisi di kampus. (Ananda/Ayobandung)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Dugaan tindakan represif oknum kepolisian di lingkungan Universitas Islam Bandung (Unisba), di tengah gelombang aksi unjuk rasa penolakan pengesahan Omnibus Law, dikecam civitas akademik kampus, termasuk para mahasiswa.

Demisioner Presiden Mahasiswa Unisba, mewakili Keluarga Besar Mahasiswa Unisba (KBMU), Norman Lutfi mengatakan, tindakan yang dilakukan oknum kepolisian yang diduga menembakan gas air mata dan memukul petugas keamanan kampus tidak beradab. Di samping itu menyalahi etika yang harusnya dilakukan polisi di hadapan masyarakat.

Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan pihak rektorat terkait masalah ini. Berikut berkenaan dorongan agar kepolisian mengusut tuntas perbuatan oknum anggotanya.

"Kita akan terus berkoordinasi, tidak akan mengambil sikap gegabah untuk melaporkan hal-hal di luar dari kemampuan kita," ujarnya di Unisba, Jalan Tamansari, Sabtu (10/10/2020).

Dirinya percaya dengan apa yang akan dilakukan pihak kampus dalam menindaklanjuti masalah. Dia ingin kampusnya menjadi percontohan bilamana kejadian serupa terulang di kampus lain.

"Kita juga secara tegas mengatakan pihak kepolisian terkhusus Polrestabes Bandung harus meminta maaf secara langsung di media nasional. Karena ini sudah menyangkut harkat dan martabat seluruh civitas akademik Unisba. Bahasanya, karena kita yang bayar SKS, kenapa mereka (oknum) yang rusak (fasilitas kampus)" ujarnya.

Terlepas dari tuntutan tersebut, Lutfi mengatakan, mahasiwa Unisba tetap menolak dengan Omnibus Law. Malah, pihak kampus, melalui Fakultas Hukum, diklaimnya telah mengajukan judicial review kepada Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kita akan terus menggelorakan penolakan UU. (judicial review) diajukan pada minggu kemarin," katanya.

Dia pun menyampaikan, atas kejadian yang menimpa Unisba dengan masalah Omnibus Law yang dianggap belum usai, pihaknya menyatakan siap bilamana kampusnya menjadi poros pergerakan.

Terkait langkah mewujudkan hal itu, pihaknya akan mengkonsolidasikan hal ini kepada lembaga-lembaga internal kampus. Pihak rektorat pun diyakininya bakal mendukung.

"Insyaallah kita yakin kampus bakal mendorong pergerakan dari mahasiswanya," ujarnya.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

terbaru

Ngabuburit di Rel Kereta Api Bisa Didenda Rp15 Juta

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 21:12 WIB

Di perlintasan dekat Stasiun Kiaracondong, warga nongkrong di area rel kereta api yang seharusnya tidak boleh dimasuki.

Bandung Raya - Bandung, Ngabuburit di Rel Kereta Api Bisa Didenda Rp15 Juta, Denda Ngabuburit di Rel Kereta,Ngabuburit di Rel Kereta Api Kiaracondong,Ngabuburit di Rel Kereta Api

Berbahaya! Warga Ngabuburit di Rel Kereta Api Kiaracondong

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 21:02 WIB

Meski beberapa hari lalu terjadi kecelakaan pengendara motor di perlintasan kereta api Kiaracondong, warga tetap berkeru...

Bandung Raya - Bandung, Berbahaya! Warga Ngabuburit di Rel Kereta Api Kiaracondong, Ngabuburit di Rel Kereta Api,Ngabuburit Ramadan,Rel Kereta Api Kiaracondong

Pemkot Bandung Siap Populerkan Olahraga Dayung

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 19:24 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendukung pembinaan berbagai cabang olahraga (cabor) termasuk dayung. Terlebih jika cab...

Bandung Raya - Bandung, Pemkot Bandung Siap Populerkan Olahraga Dayung, Pemkot Bandung,Olahraga Dayung,PODSI Kota Bandung

Cuaca Ekstrem Diperkirakan Masih Landa Bandung Raya hingga Akhir April

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 19:18 WIB

Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan, kejadian cuaca ekstrem itu dapat berupa hujan lebat hingga hujan es yang di...

Bandung Raya - Bandung, Cuaca Ekstrem Diperkirakan Masih Landa Bandung Raya hingga Akhir April, cuaca ekstrem 2021,cuaca ekstreme Bandung,Cuaca Bandung Hari Ini,Cuaca Bandung,cuaca Bandung BMKG,Prakiraan Cuaca Bandung,BMKG

Stok Darah Mulai Menipis, Begini Solusi dari PMI Kota Bandung

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 17:20 WIB

Jumlah permintaan darah berbanding terbalik dengan jumlah donor yang menurun ketika Ramadan.

Bandung Raya - Bandung, Stok Darah Mulai Menipis, Begini Solusi dari PMI Kota Bandung, Stok Darah Mulai Menipis,PMI Kota Bandung,layanan jemput bola,Ketua PMI Kota Bandung Ade Koesjanto,Unit Transfusi Darah (UTD)

Rawan Pemerasan, Warga Diminta Tak Minta Donor Darah Lewat Medsos

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 16:09 WIB

Rawan Pemerasan, Warga Diminta Tak Minta Donor Darah Lewat Medsos

Bandung Raya - Bandung, Rawan Pemerasan, Warga Diminta Tak Minta Donor Darah Lewat Medsos, PMI Kota Bandung,donor darah Bandung,minta donor darah di medsos,dilarang minta donor darah medsos

Ramai Balap Liar di Jalan BKR Bandung Setelah Imsak

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 14:36 WIB

Balap liar ramai di Jalan BKR Bandung setelah imsak.

Bandung Raya - Bandung, Ramai Balap Liar di Jalan BKR Bandung Setelah Imsak, balap liar,balap liar Bandung,balap liar jalan BKR,balap liar imsak Bandung

718 Warga Bandung Masih Jalani Perawatan Covid-19, Terbanyak di Antapa...

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 12:28 WIB

angka terbanyak masih ada di Kecamatan Antapani dengan 73 kasus.

Bandung Raya - Bandung, 718 Warga Bandung Masih Jalani Perawatan Covid-19, Terbanyak di Antapani, kecamatan terbanyak kasus Covid-19 Bandung,Kecamatan kasus Covid-19 terbanyak Bandung,Covid-19 Bandung,Update Covid-19 Kota Bandung,Kasus Covid-19 Antapani,Covid-19 Antapani

artikel terkait

dewanpers