web analytics
  

Kasus Terkonfirmasi Positif di Pesantren Cipasung Tasikmalaya 189 Orang

Sabtu, 10 Oktober 2020 12:21 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, Kasus Terkonfirmasi Positif di Pesantren Cipasung Tasikmalaya 189 Orang, Pesantren,Tes Swab Covid-19,Pasien Positif Virus Corona

Ilustrasi tes swab (Ayobandung.com/Erika Lia)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Relawan Covid-19 Pesantren Cipasung dan gugus tugas penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya sudah melakukan swab sebanyak tiga kali untuk santri, dewan guru dan keluarga pesantren Cipasung. 

Humas Relawan Covid 19 Pesantren Cipasung, Deny Arif Rahman, menuturkan jumlah yang mengikuti swab tes sebanyak 1189 orang. 

Dari jumlah itu, sebanyak 189 orang yang terdiri dari santri, dewan guru dan keluarga pesantren dinyatakan positif Covid-19. Dari total terkonfirmasi positif Covid-19, 10 orang sudah dinyatakan sembuh, sedangkan sisanya masih dalam perawatan dan isolasi mandiri.

"Pasien yang positif, kita isolasi mandiri diruangan khusus yang disediakan pihak pesantren, termasuk juga dengan gejala berat dibawa ke RS SMC. Sementara untuk yang negatif, kami pulangkan ke rumah masing-masing," ucap Deny, Sabtu (10/10/2020).

Deny menambahkan, dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan swab tes gelombang keempat. Karena masih ada 1.380 orang lebih yang belum dilakukan tes swab.

"Nanti gelombang empat kita gelar secepatnya, karena masih ada sekitar 1.380 orang yang belum di swab," ujar Deny.

Membatasi Kunjungan Tamu
Munculnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Tasikmalaya membuat pesantren-pesantren yang ada di kabupaten itu terus melakukan upaya agar santri yang ada didalamnya tidak terpapar Covid-19.

Selain mewajibkan santri untuk selalu membersihkan kamar tempat tinggal mereka, kunjungan tamu maupun orang tua santri pun dibatasi.

Seperti yang dilakukan pesantren Nurul Wafa Gunung Hideung Kecamatan Sukarame. Mereka membatasi kunjungan tamu yang hendak memasuki kawasan pesantren. Selain dipariksa suhu tubuh, mereka juga ditanya perihal kepentingan masuk ke area pesantren.

Selain itu, bagi para santri juga dibatasi jumlah kunjungan ke luar komplek pesantren. Di saat ada santri yang terpaksa harus berbelanja kebutuhan ke luar komplek, hanya bisa dilakukan oleh satu orang santri saja.

Pengurus pesantren juga mewajibkan seluruh santri yang berjumlah 1.200 orang untuk berolahraga satu hari dua kali, yakni pada waktu pagi dan sore hari.

Hal ini sebagai upaya untuk memperkuat imun tubuh para santri agar kuat terhadap penyakit terlebih oleh virus corona.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers