web analytics
  

25 Demonstran di Kota Cirebon Reaktif Covid-19

Jumat, 9 Oktober 2020 13:23 WIB Erika Lia
Bandung Raya - Bandung, 25 Demonstran di Kota Cirebon Reaktif Covid-19, Demonstran reaktif Covid-19,Demo Tolak Omnibus Law,Demo Tolak UU Cipta Kerja,Unjuk rasa Cirebon

Unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja di Kota Cirebon yang berujung ricuh, Kamis (8/10/2020). (Ayocirebon.com/Erika Lia)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 25 orang yang terlibat dalam unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di Kota Cirebon diketahui reaktif setelah menjalani rapid test Covid-19.

Ke-25 orang itu merupakan bagian dari total 129 demonstran yang diamankan jajaran Polres Cirebon Kota dalam unjuk rasa yang berujung ricuh, Kamis (8/10/2020).

Kapolres Cirebon Kota AKBP Syamsul Huda mengungkapkan, setelah diamankan, semalam para demonstran menjalani rapid test.

"Semalam semua rapid test dan hasilnya 25 orang reaktif," ungkapnya, Jumat (9/10/2020).

Mengamati itu, pihaknya mengimbau masyarakat tak melakukan unjuk rasa, mengingat berpotensi menimbulkan kerawanan dalam kasus Covid-19. Ke-25 orang yang reaktif itu pun selanjutnya dirujuk ke Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk ditangani.

Jumlah demonstran yang diamankan bertambah seiring pengembangan yang dilakukan kepolisian. Dari sebelumnya 122 orang, jumlah yang diamankan kini menjadi 129 orang dari beragam elemen.

Dari 129 orang, 49 orang di antaranya ternyata pelajar di bawah umur. Pihaknya pula menemukan 15 orang merupakan anggota geng motor.

Sementara, 38 orang merupakan masyarakat tanpa pekerjaan atau yang bersifat swasta dan 27 orang lain merupakan mahasiswa.

Sejauh ini, pihaknya mendapati sejumlah barang bukti dalam insiden tersebut, seperti senjata tajam. Selain itu, dari hasil tes urine secara random, ditemukan 2 orang positif pengguna narkoba.

Dengan alasan keterbatasan jumlah penyidik, sampai kini pemeriksaan terhadap para pengunjukrasa masih berlangsung. Selain pemeriksaan, pihaknya pula masih mengumpulkan barang bukti.

"Pemeriksaan berlangsung marathon. Kami hadapi keterbatasan penyidik, sementara pemeriksaan bisa memakan waktu 1-3 jam," ujarnya.

Para demonstran di bawah umur disarankan untuk dijemput keluarga masing-masing. Dia meyakinkan para demonstran dikembalikan kepada keluarga dalam kondisi sehat dan baik.

Dalam kesempatan itu, dia mengklaim belum beroleh informasi adanya demonstran yang terluka, bahkan meninggal dunia. Namun, dia meyakinkan akan mengecek kembali rumah-rumah sakit di sekitar lokasi unjuk rasa untuk memastikannya.

"Yang diamankan semua sehat, tiada yang meninggal dan masuk rumah sakit," tegasnya.

Namun begitu, 4 anggota Polres Cirebon Kota diketahui terluka setelah terkena lemparan benda saat unjuk rasa. Sejauh ini, mereka telah ditangani.

Sementara, sedikitnya 2 kendaraan dinas, masing-masing ambulans dan mobil water canon rusak setelah dilempari massa.

Disinggung isu adanya unjuk rasa lanjutan Sabtu (10/10/2020), dia mengaku telah mengklarifikasinya dan meyakinkan kabar itu bohong.

"Memang ada ajakan unjuk rasa Sabtu esok, tapi setelah kamu klarifikasi ke organisasi masyarakat yang tercatat, itu hoaks. Apalagi saya kira tidak tepat unjuk rasa dilakukan Sabtu karena kantor pemerintahan tutup," ungkapnya.

Menyikapi itu, Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis tak menampik adanya kerusakan pada sejumlah fasilitas, mulai lampu sampai kaca, termasuk kerusakan trotoar. Namun, dia belum dapat memastikan nilai kerugian dan menyebutnya masih dalam batas kewajaran.

"Sampai sekarang belum dapat data kerugian aset pemda. Tapi, sepengamatan saya ada kaca dan lampu pecah, trotoar rusak, hanya masih dalam batas kewajaran," ungkap Azis.

Dia menilai, kericuhan yang terjadi kemarin itu merupakan bagian dari dinamika sebuah demonstrasi atas masalah yang penting. Unjuk rasa dipandangnya menunjukkan warga Kota Cirebon kritis terhadap produk undang undang pemerintah.

Namun begitu, pihaknya berharap unjuk rasa dilakukan dengan mengedepankan ketertiban umum. Pengendalian emosi harus dilakukan kedua pihak, baik demonstran maupun pendemo, demi keselamatan semua pihak.

"Saya harap unjuk rasa fokus pada masalah, bukan pada emosi hingga bertindak anarkis," tegasnya.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Jadi Ketum ADPMET, Ridwan Kamil Dorong Energi Terbarukan

Bandung Selasa, 2 Maret 2021 | 22:28 WIB

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian resmi mengukuhkan Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) per...

Bandung Raya - Bandung, Jadi Ketum ADPMET, Ridwan Kamil Dorong Energi Terbarukan, Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET),Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Ketum ADPMET Ridwan Kamil,Energi Terbarukan

Bandung Raya Punya Bus Rapid Transit di 2023

Bandung Selasa, 2 Maret 2021 | 21:38 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Setiawan Wangsaatmaja menyambut baik Penandatanganan Kesepatakan B...

Bandung Raya - Bandung, Bandung Raya Punya Bus Rapid Transit di 2023,  Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja,Bus Rapid Transit (BRT),BRT Bandung Raya,BRT Cekungan Bandung

Ridwan Kamil Doakan Covid-19 Pendek Umur

Bandung Selasa, 2 Maret 2021 | 21:34 WIB

Satu tahun sudah sejak kasus Covid-19 pertama kali diumumkan di Indonesia pada 2 Maret 2020. Dalam momen setahun ini Gub...

Bandung Raya - Bandung, Ridwan Kamil Doakan Covid-19 Pendek Umur, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Covid-19 Pendek Umur,Setahun pandemi Covid-19,Emil

Bertemu LIB, Yana Sampaikan Kesiapan Stadion GBLA

Bandung Selasa, 2 Maret 2021 | 19:02 WIB

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mendapat kesempatan bertemu langsung bersama jajaran PT. Liga Indonesia Baru (LIB)...

Bandung Raya - Bandung, Bertemu LIB, Yana Sampaikan Kesiapan Stadion GBLA, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana,Stadion GBLA,PT Liga Indonesia Baru (LIB),Piala Menpora 2021

Warga Kota Bandung Diajak Tanam Sayuran di Pekarangan Rumah

Bandung Selasa, 2 Maret 2021 | 18:43 WIB

Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung mengimbau warga kreatif memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumahnya. Salah s...

Bandung Raya - Bandung, Warga Kota Bandung Diajak Tanam Sayuran di Pekarangan Rumah, Tanam Sayuran di Pekarangan Rumah,Pemkot Bandung,Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung

PWI Kota Bandung dan SMSI Gelar Donor Darah Kamis Mendatang

Bandung Selasa, 2 Maret 2021 | 17:48 WIB

PWI Kota Bandung bekerja sama dengan PWI Peduli Kota Bandung, IKWI Kota Bandung, dan SMSI Jawa Barat, bakal menggelar ba...

Bandung Raya - Bandung, PWI Kota Bandung dan SMSI Gelar Donor Darah Kamis Mendatang, Donor Darah,hpn,PWI Kota Bandung,SMSI Jabar

Karena Covid-19, RPJMD 2018-2023 Kota Bandung Bakal Berubah

Bandung Selasa, 2 Maret 2021 | 15:10 WIB

Hal tersebut sebagai upaya untuk menyusun sinergitas, penyelarasan, dan menyempurnakan tujuan serta sasaran dari visi mi...

Bandung Raya - Bandung, Karena Covid-19, RPJMD 2018-2023 Kota Bandung Bakal Berubah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2018-2023,Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna.,visi misi Kota Bandung,Gelar Konsultasi Rancangan Awal Perubahan RPJMD

artikel terkait

dewanpers