web analytics
  

Kaca Pos Satpam Unisba Pecah saat Ricuh Demo, Ini Kronologisnya

Jumat, 9 Oktober 2020 12:19 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Kaca Pos Satpam Unisba Pecah saat Ricuh Demo, Ini Kronologisnya, Mahasiswa Bandung,Mahasiswa Bandung Tolak Omnibuis Law,Universitas Islam Bandung (Unisba)

Kaca pos satpam Unisba pecah usai demo pada Kamis (8/10/2020) malam. (ayobandung/Fichri Hakiim)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Ratusan mahasiswa dan buruh melakukan unjuk rasa menuntut pembatalan Omnibuslaw UU Ciptaker di depan Kantor DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (8/10/2020).

Tak hanya melakukan unjuk rasa di depan gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, oknum massa pun merusak fasilitas publik. Salah satunya merusak fasilitas kampus Unisba.

Pantauan Ayobandung.com, terlihat kaca bagian depan pos satpam Unisba mengalami kerusakan dan pecah. Terdapat 2 pos satpam kampus Unisba yang mengalami kerusakan, yaitu pos satpam di Jalan Tamansari dan pos satpam di Jalan Ranggagading.

Danton RGB 8 Kampus Unisba, Asep Heri, mengatakan saat kejadian petugas keamanan berusaha mempertahankan gerbang agar massa tidak masuk ke dalam area kampus. Namun, karena saat itu massa membludak, Asep tidak bisa berbuat banyak.

"Kalau perintah dari pimpinan kan tetap ini kita untuk mempertahankan gerbang kan, karena memang sudah banyak dan sudah membeludak, sudah tidak memungkinkan kita untuk menahan gerbang. Akhirnya gerbang jebol, kemudian para pendemo mahasiswa kebanyakan langsung masuk ke dalam Unisba, sekitar 1000 orang lebih yang masuk ke dalam," ujarnya, Jumat (9/10/2020).

Asep menceritakan, saat kejadian terdengar suara bom asap yang mengarah ke dalam area kampus.

"Nah ini kejadian kemarin ya, tepat jam 19.00 WIB. Terdengar suara bom asap, ada salah satu kaca jendela di lantai dua ruang perkuliahan, nah di situ ada kaca yang pecah terkena bom asap. Setelah itu, saya cari beberapa barang buktinya, yang satu ditemukan di samping Mapenta, kemudian satu lagi saya temukan tepat di bawah kaca yang pecah itu. Itu posisinya masih utuh dan belum meledak," jelas Asep.

Ketika ditanya mengenai beredarnya video viral pemukulan terhadap petugas keamanan, Asep mengatakan saat kejadian petugas keamanan sedang menjaga gerbang.

"Jadi, kronologisnya satpam itu hanya mengisyaratkan bahwa ini area kampus, nah tiba-tiba polisi datang dan langsung menghantam anggota satpam. Itu pakai tangan, ini kebetulan mau divisum," tambahnya.

Saat ini, pihak Unisba sedang melakukan visum terhadap petugas keamanan.

"Kejadiannya (pemukulan) jam 21.00 WIB. Ada beberapa, tadi informasi dari danton SCN itu ada empat yang dipukuli, itu ada di area Ranggagading kalau nggak salah, terus di gedung rektorat itu satu yang dipukuli, yang terekam sama CCTV. Jadi totalnya 5 orang, nah kebetulan dari pihak Unisba cepat respons ya untuk mengambil visum," ujarnya.

Asep meminta pihak pimpinan Unisba agar mengambil tindak tegas.

"Saya kira ini kan sudah pelanggaran ya, saya sebagai pihak keamanan kampus prihatin, saya minta pihak pimpinan Unisba segera mengambil tindakan dan melaporkan kejadian ini. Jangan sampai dibiarkan karena ini juga kan menyangkut keselamatan anggota kita, anggota satpam," jelasnya.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers