web analytics
  

Pencuri Modus Ganjal ATM di Bandung Dihadiahi Timah Panas Polisi

Jumat, 9 Oktober 2020 12:25 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Pencuri Modus Ganjal ATM di Bandung Dihadiahi Timah Panas Polisi, modus ganjal ATM,perampokan,Polrestabes Bandung,Kriminal Bandung,Perampokan Bandung

Komplotan pencuri dengan modus ganjal ATM di Polrestabes Bandung. (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Petugas kepolisian mengamankan 4 pelaku berinisial AM, AI, AR, dan AS terkait kasus tindak pencurian dengan modus mengganjal mesin ATM. Pelaku diamankan setelah melakukan aksinya di Kota Bandung.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya menjelaskan, ada dua TKP dalam pengungkapan kasus tersebut, yakni di kawasan Dr. Djunjunan dan Cijambe, Kota Bandung.

Ulung menceritakan, modus pencurian berawal ketika dua orang pelaku masuk ke dalam Indomaret yang terdapat mesin ATM. Pelaku dengan terlebih dahulu menyiapkan tusuk gigi sebagai alat untuk mengganjal lubang kartu mesin ATM.

Kemudian, ketika korban mencoba memasukkan kartu ATM-nya namun gagal, seorang pelaku lalu datang seakan hendak memberi bantuan, padahal pelaku menukar kartu ATM korban dengan kartu lain yang telah disiapkan. Sebelum ditukar, pelaku sudah menyiapkan kartu ATM yang sama persis seperti kartu milik korban.

"Pelaku seolah membantu, namun ternyata menukar kartu ATM-nya. Pada saat itu kartu ATM-nya sudah ditukar pelaku, kemudian ada pelaku lain dibelakangnya dan melihat nomor pin kemudian ditulis," ujarnya di Polrestabes Bandung, Kamis (8/10/2020).

Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri Kemudian, polisi melakukan penyelidikan melalui CCTV terkait kasus tersebut hingga pelaku berhasil diamankan.

Dari 4 pelaku yang diamankan, 2 di antarnya diberi tindakan tegas dan terukur dengan ditembak pada bagian kaki kanannya. Dalam melakukan aksinya, pelaku telah menggondol uang puluhan juta.

"TKP di Jalan Djundjunan itu sebanyak Rp 25 juta sudah diambil, dan di Cijambe sebanyak Rp 30 juta," tutur Ulung.

Ulung menjelaskan, petugas kepolisian saat ini baru mengungkap dua TKP, diperkirakan pelaku melakukan aksinya di berbagai tempat.

Saat ini, petugas kepolisian masih melakukan pengembangan untuk mengungkap ada atau tidaknya korban lain akibat aksi para pelaku. Diketahui pelaku melakukan aksinya tak hanya di Bandung, tapi juga di kota lain seperti Bali, Tangerang, hingga Banten.

"Baru dua kasus ini, dan kami masih melakukan pengembangan. Sambil menunggu apakah ada korban lainnya tentang penipuan," jelas Ulung.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 363 ayat (1) ke-4 tentang pencurian, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers