web analytics
  

Cerita Jurnalis yang Harus Isolasi Mandiri

Jumat, 9 Oktober 2020 08:59 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Soreang, Cerita Jurnalis yang Harus Isolasi Mandiri, Isolasi mandiri pasien covid-19,Isolasi Mandiri,Cerita isolasi mandiri

Penanganan pasien Covid-19 di Rumah Sakit. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

CILEUNYI, AYOBANDUNG.COM -- Tidak pernah terbayangkan harus melakukan isolasi karena sempat berhubungan dengan orang yang terkonfirmasi Covid-19.

Demikian yang dialami oleh Lufti Setia Rafsanjani, jurnalis yang bertugas di salah satu tv swasta.

Sebagai seorang jurnalis, Lufti mengaku sudah sangat berhati-hati dalam menjalankan tugas di lapangan. Alat pelindung diri seperti masker selalu dikenakan ketika melakukan peliputan, pun dengan selalu mencuci tangan menggunakan sabun atau menyemprot hand sanitizer.

Kerumunan orang selalu dihindari untuk memperkecil risiko terpapar virus. Namun risiko datang bukan hanya dari orang-orang luar, tetapi juga dari orang dekat seperti teman.

"Awalnya ada satu orang teman yang terkonfirmasi covid-19," ujar Lutfi ketika ditemui di Cileunyi, Kabupaten Bandung, Kamis (8/10/2020).

Teman yang dimaksud Lutfi adalah sesama jurnalis yang bertugas di wilayah sama. Orang tersebut baru saja ikut tes swab Covid-19, namun tidak melakukan isolasi mandiri.

Karena ada keperluan, yang bersangkutan mendatangi sekretariat wartawan. Di sekretariat tersebut ia bertemu dengan 12 jurnalis lain, termasuk Lutfi.

Tanpa ada curiga, ke-12 jurnalis itu berinteraksi seperti biasa. Namun, beberapa hari kemudian, hasil swab jurnalis tersebut keluar dengan hasil terkonfirmasi Covid-19.

Mengetahui hasil tersebut, ke 12 orang jurnalis yang sempat berhubungan sontak terkejut. Mereka baru bertemu beberapa hari, bahkan setelah jurnalis yang bersangkutan melakukan tes swab. Artinya mereka telah bertemu dengan orang yang terkonfirmasi covid-19.

"Kami berkumpul dan sepakat melakukan isolasi mandiri di sekretariat. Ada 10 orang yang isolasi mandiri di sekretariat, 2 orang lagi isolasi mandiri di rumah masing-masing," ujarnya.

Isolasi mandiri dilakukan sebagai upaya pencegahan sehingga jika mereka terpapar Covid-19, mereka tidak menularkan kepada orang lain, baik keluarga, maupun masyarakat umum yang tidak tahu apa-apa.

"Kami juga inisiatif melakukan tes swab sendiri dan difasilitasi oleh Dinas Kesehatan," ungkapnya.

Normalnya, hasil tes swab keluar dalam waktu 3-4 hari, namun kata Lutfi ternyata hasil swab baru keluar setelah 10 hari. Selama itulah 10 orang jurnalis tersebut melakukan isolasi mandiri di sekretariat.

Selama melakukan isolasi mandiri, mereka sama sekali tidak keluar. Untuk urusan makan minum pun difasilitasi oleh pihak luar. Penerapan protokol kesehatan juga dilakukan.

Mereka juga rajin olahraga untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, termasuk rutin berjemur pada pagi hari. Semuanya dilakukan secara bersama-sama.

"Tidak keluar selama 10 hari, tentu sangat merasa jenuh. Tapi mau bagaimana lagi, kami tidak ingin menjadi orang yang turut menularkan kepada orang lain," katanya.

Terlebih sebagai jurnalis, mereka terbiasa berada di luar rumah seharian. Harus berdiam diri bagi mereka merupakan hal yang menyiksa.

"Kebetulan saat sedang diisolasi ada kejadian besar yang membuat heboh secara nasional. Kami sangat ingin meliput kejadian tersebut, tapi apa boleh buat, hasil swab belum keluar," ujarnya.

Setelah menjalani 10 hari isolasi mandiri, hasil swab pun keluar, rasa lega didapat karena tidak ada satu pun dari mereka yang dinyatakan positif Covid-19.

Walau demikian, ada pelajaran yang diambil Lufti bersama rekan-rekannya. Ia menegaskan untuk tidak terlalu percaya dengan siapapun, karena banyak kasus carier dengan ketegori orang tanpa gejala (OTG).

Lutfi menyarakan agar terus menjalankan anjuran pemerintah, yakni menjaga jarak, selalu kenakan masker, dan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.

"Kalau sudah terpapar, kita sendiri yang akan rugi. Bahkan keluarga dan orang terdekat bisa terdampak. Lebih baik mencegah semaksimal mungkin," tutupnya.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Siswa MA di Kertasari Dilatih Membuat Wayang Tavip, untuk Apa?

Soreang Minggu, 13 Juni 2021 | 20:00 WIB

Siswa Madrasah Aliyah (MA) Karya Bhakti Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, akan dilatih membuat way...

Bandung Raya - Soreang, Siswa MA di Kertasari Dilatih Membuat Wayang Tavip, untuk Apa?, Siswa MA,Kertasari,Wayang Tavip,Kabupaten Bandung,Limbah

Viral Ibu-Ibu Joget di Atas Motor, Warga Soreang: Kayaknya 'Kurang Seh...

Soreang Minggu, 13 Juni 2021 | 19:45 WIB

Wanita itu menari-nari di atas sepeda motor di lampu lalu-lintas dekat Masjid Al Fathu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Ban...

Bandung Raya - Soreang, Viral Ibu-Ibu Joget di Atas Motor, Warga Soreang: Kayaknya 'Kurang Sehat', Viral,Joget di Atas Motor,Ibu-Ibu,wanita,Masjid Al Fathu,Kecamatan Soreang,Kabupaten Bandung

Viral Perempuan Joget di Atas Motor Saat Lampu Merah, Ini Kata Polisi

Soreang Minggu, 13 Juni 2021 | 16:30 WIB

Sebuah video yang memperlihatkan perempuan joget di atas sepeda motor saat lampu merah viral di sosial media.

Bandung Raya - Soreang, Viral Perempuan Joget di Atas Motor Saat Lampu Merah, Ini Kata Polisi, Viral,Perempuan Joget di Atas Motor,Lampu Merah,Masjid Al-Fathu,Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung,Media Sosial

Beasiswa APERTI BUMN Sudah Dibuka, Tersedia Kuota 40

Soreang Minggu, 13 Juni 2021 | 16:15 WIB

Asosiasi Perguruan Tinggi Badan Usaha Milik Negara (APERTI BUMN) membuka pendaftaran beasiswa kepada calon mahasiswa tah...

Bandung Raya - Soreang, Beasiswa APERTI BUMN Sudah Dibuka, Tersedia Kuota 40, Beasiswa,Aperti,BUMN,Asosiasi Perguruan Tinggi,Badan Usaha Milik Negara

Ini Penyebab Tanggul Cisunggalah Kembali Jebol

Soreang Minggu, 13 Juni 2021 | 11:07 WIB

Ini Penyebab Tanggul Cisunggalah Kembali Jebol

Bandung Raya - Soreang, Ini Penyebab Tanggul Cisunggalah Kembali Jebol, Sungai Cisunggalah,Banjir Cisunggalah,tanggul Sungai Cisunggalah jebol,Tanggung Cisunggalah,BPBD Kabupaten Bandung

Tanggul Cisunggalah Kembali Jebol, Bupati Tetapkan Tanggap Darurat

Soreang Sabtu, 12 Juni 2021 | 18:37 WIB

Tanggul Sungai Cisunggalah di Desa Panyadap Kecamatan Solokanjeruk, kembali jebol akibat tingginya intensitas hujan pada...

Bandung Raya - Soreang, Tanggul Cisunggalah Kembali Jebol, Bupati Tetapkan Tanggap Darurat, Tanggung Cisunggalah,Tanggul Cisunggalah Jebol,Bupati Bandung,Dadang Supriatna,Solokanjeruk

Pelaku Tabrak Lari Berasal dari Sumedang, Polisi: Kami Minta Segera Me...

Soreang Jumat, 11 Juni 2021 | 18:14 WIB

Polisi sudah mengantongi identitas terduga pelaku tabrak lari yang melarikan diri ke Tol Purbaleunyi sampai mobilnya ter...

Bandung Raya - Soreang, Pelaku Tabrak Lari Berasal dari Sumedang, Polisi: Kami Minta Segera Menyerahkan Diri, Tabrak Lari Bandung,Pelaku Tabrak Lari Kota Bandung,Mobil Tabrak Lari Terbakar,Kebakaran Mobil Tabrak Lari,Identitas Pelaku Tabrak Lari

Mobil Terduga Tabrak Lari Terbakar di Tol Purbaleunyi, Ini Penyebabnya

Soreang Jumat, 11 Juni 2021 | 18:00 WIB

Mobil terduga pelaku tabrak lari terbakar di KM 153,300 Tol Purbaleunyi, Kamis 10 Juni 2021 malam.

Bandung Raya - Soreang, Mobil Terduga Tabrak Lari Terbakar di Tol Purbaleunyi, Ini Penyebabnya, Pelaku Tabrak Lari di Bandung,Tabrak Lari di Kota Bandung,Kebakaran Mobil Tabrak Lari,Mobil Tabrak Lari Terbakar,Penyebab Kebakaran Mobil Tabrak Lari Bandung

artikel terkait

dewanpers