web analytics
  

209 Massa Aksi Diamankan Usai Demo Ricuh di Bandung

Kamis, 8 Oktober 2020 12:36 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, 209 Massa Aksi Diamankan Usai Demo Ricuh di Bandung, Mahasiswa Bandung,Mahasiswa Bandung Tolak Omnibuis Law,Polrestabes Bandung

Polisi mengamankan 209 massa aksi unjuk rasa yang ricuh di depan Gedung DPRD Provinsi Jabar, Rabu (7/10/2020). (ayobandung/Fichri Hakiim)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Polisi mengamankan 209 massa aksi unjuk rasa, setelah dua kali demo yang berujung ricuh di depan Gedung DPRD Provinsi Jabar, Rabu (7/10/2020).

Wakapolrestabes Bandung, AKBP Yade Setiawan Ujung, mengatakan 209 orang itu diamankan oleh petugas kepolisian karena dinilai telah melakukan tindak anarkis dan kerusuhan.

Yade menuturkan, nantinya 209 orang tersebut akan dilakukan penyelidikan dan dimintai keterangan.

"Ini yang sedang kita kumpulkan di lapangan adalah sebanyak 209 orang, yang tadi malam berhasil kita amankan pada saat unjuk rasa dalam tanda kutip anarkis, karena sudah mulai melakukan beberapa pelanggaran hukum di Gedung DPRD dan di titik lain," ujarnya di Polrestabes Bandung, Kamis (8/10/2020).

Petugas kepolisian akan memeriksa dan memilih massa mana yang melanggar hukum pidana.

"Dari 209 orang ini, semuanya akan kita lakukan pemeriksaan, tapi kita pilah-pilih, mana yang masuk dalam delik proses pidana dan mana yang nanti kegiatan lainnya," jelas Yade.

Sebelumnya, selama dua hari aksi unjuk rasa yang dilakukan di depan Kantor DPRD Jabar berujung ricuh, Rabu (7/10/2020).  Sempat terjadi pelemparan batu yang dilakukan oleh massa aksi ke arah gedung DPRD Provinsi Jawa Barat.

Tak lama kemudian, massa aksi melakukan pembakaran ban di depan gedung DPRD Provinsi Jawa Barat. Massa juga mendesak masuk ke dalam gedung.

Kemudian, petugas kepolisian memukul mundur massa dengan menembakkan gas air mata. Massa pun berlarian ke berbagai arah dan melakukan perusakan fasilitas umum. Situasi di depan Gedung DPRD Provinsi Jabar pun dapat dikendalikan.

138 Mahasiswa Bandung Mengalami Luka
Aksi demonstrasi menolak Omnibus Law Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat berakhir dengan bentrok antara massa aksi dan polisi. Dari bentrokan itu, 138 massa aksi mengalami luka-luka.

Massa aksi korban bentrok dilarikan ke Universitas Pasundan (Unpas) Tamansari Bandung. Berdasarkan pantauan di lokasi, korban terus berdatangan hingga pukul 19.15 WIB.

Mahasiswa Unpas yang ikut menangani korban, Taufik Anugerah mengatakan pihaknya mulai menerima korban sekira pukul 17.30 WIB. Beberapa di antaranya mengalami luka berat.

“Penanganan yang berat ada kepalanya bocor, itu kena peluru karet dan kena pecahan,” katanya kepada Suarajabar.id ditemui di Unpas, Rabu (7/10/2020) malam.

“Tadi kebanyakan yang kami tangani rata-rata gas air mata, keram, kecapean, terus yang luka berat kena peluru karet ada yang terinjak oleh massa,” imbuhnya.

Hingga pukul 20.00 WIB, Kampus Unpas Tamansari mendapatkan 138 orang yang terluka. Empat orang korban diketahui luka berat, diduga karena terkena tembakan peluru karet. Mereka terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Sariningsih.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers