web analytics
  

Makanan Pedas Tingkatkan Nafsu Makan, Benarkah?

Kamis, 8 Oktober 2020 07:23 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Gaya Hidup - Sehat, Makanan Pedas Tingkatkan Nafsu Makan, Benarkah?, Makanan Pedas,Nafsu Makan,Kesehatan,Wisata Kuliner,Kuliner Pedas

[Ilustrasi] Makanan pedas. (unsplash/@nickkarvounis)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Sudah bukan hal aneh lagi apabila orang Indonesia menyukai makanan pedas. Berbagai alasan melatarbelakangi rasa suka terhadap makanan pedas. Salah satunya adalah pedas dapat menambah nafsu makan.

“Suka yang pedas soalnya kalau pedas tuh jadi segar dan menambah semangat makan,” kata Azka (20) saat ditanya mengapa menyukai makanan pedas.

Pertanyaannya, benarkah rasa pedas dapat meningkatkan nafsu makan seperti yang dikatakan orang-orang?

Secara umum, makanan pedas memang merupakan stimulan yang baik. Makanan pedas dapat menstimulasi sirkulasi dan meningkatkan suhu tubuh. Akan tetapi, kenaikan suhu tubuh ini justru berbanding terbalik dengan nafsu makan.

Sebuah penelitian dilakukan terhadap tentara Amerika Utara yang ditempatkan di berbagai tempat di dunia selama dan setelah perang dunia kedua. Dari gurun ke Arktik, suhu berada di kisaran 33°C to hingga -34°C. Sedangkan asupan makanan yang dikonsumsi oleh tentara melonjak dari angka 13.000 kJ ke 20.500 kJ.

Hal ini menunjukkan adanya hubungan antara suhu lingkungan dengan asupan makanan. Setiap peningkatan 1°C, asupan makanan berkurang sekitar 110 kJ atau setara dengan 5 gram cokelat.

Latihan yang intens juga disebutkan dapat mengurangi nafsu makan dan asupan makanan. Baik laki-laki maupun wanita makan sekitar 25% lebih sedikit setelah berkeringat karena bersepeda bila dibandingkan saat istirahat.

Rasa pedas dalam makanan berasal dari kandungan bernama capsaicin. Peneliti menemukan bahwa rasa pedas dan terbakar yang ditimbulkan dalam mulut saat mengonsumsi bahan tersebut disebabkan oleh reseptor dalam otak. Reseptor ini juga yang bereaksi saat manusia melakukan latihan yang intens.

Penelitian di Cina mengemukakan, konsumsi terhadap cabai berbanding terbalik dengan risiko mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Orang yang makan lebih dari 50 gram cabai sehari memiliki risiko 25% lebih rendah terkena obesitas bila dibandingkan yang tidak mengonsumsi cabai.

Cabai, atau lebih tepatnya capsaicin, mengurangi asupan energi yang dibutuhkan hingga kira-kira sekitar 300 kJ per hari.

Jumlah energi itu sama dengan tiga potong cokelat. Jika pengurangan energi ini dipertahankan, akan butuh waktu beberapa bulan makan-makanan pedas untuk mengurangi berat badan sebanyak 1 kilogram. (Putri Shaina)

 
Sumber: NYTimes
Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers