web analytics
  

Kapolrestabes Bandung: Pemicu Kerusuhan bukan Mahasiswa

Rabu, 7 Oktober 2020 20:43 WIB
Bandung Raya - Bandung, Kapolrestabes Bandung: Pemicu Kerusuhan bukan Mahasiswa, Kapolrestabes Bandung,Kombes Ulung Sampurna Jaya,Demo Tolak Omnibus Law,Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law,Demo Tolak UU Cipta Kerja,Demo Mahasiswa Tolak Omnibus Law

Sejumlah massa terlibat bentrok dengan aparat keamanan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (7/10/2020). Massa yang sebelumnya berhasil membobol gerbang DPRD Jabar pada hari ke-2 aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law tersebut kemudian diadang aparat keamanan hingga terjadi kericuhan. (Kavin Faza)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya mengatakan, pembuat kerusuhan dalam demonstrasi penolakan terhadap UU Cipta Kerja di depan gedung DPRD Jawa Barat pada Rabu (7/10/2020), bukan dari kalangan mahasiswa.

Menurutnya, mereka terkesan sengaja untuk menyulut kerusuhan. Salah satu caranya dengan memancing polisi yang berjaga dengan tindakan provokatif.

"Mereka itu bukan kelompok dari mahasiswa dan mereka sengaja sekali membuat atau memancing petugas di lapangan itu jadi emosi," ucap Ulung, usai memimpin pengamanan aksi unjuk rasa itu.

Ulung mengatakan pihaknya berhasil menangkap beberapa pengunjuk rasa. Namun, dia belum bisa memastikan jumlah peserta aksi yang ditangkap.

"Kami belum tahu (berapa yang ditangkap) tapi yang jelas ada tapi kami belum bisa menyimpulkan data berapa jumlah yang diamankan oleh Polrestabes atau Polda Jabar," imbuhnya.

Ia mengaku baru akan melakukan pendataan terkait jumlah hingga usia peserta aksi yang ditangkap setelah dikumpulkan di Mapolrestasbes.

"Sementara ini kita kumpulkan nanti kita bawa ke Polrestabes," bebernya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pendemo tampak mendorong-dorong gerbang gedung DPRD sekitar pukul 16.45 WIB. Mereka berusaha memaksa masuk ke dalam gedung.

Gerbang sebelah kanan gedung DPRD berhasil dijebol pendemo. Namun, saat mereka masuk ke halaman gedung, langsung dihalau keluar oleh aparat kepolisian.

"Mereka berusaha mendobrak gerbang dari DPRD sehingga mereka masuk, sambil lempar batu dan anarkis, maka kita pukul mundur dan kita lakukan penyusuran sehingga mereka clear di DPRD," ungkap Ulung.

Terlihat beberapa pendemo ditangkap oleh aparat kepolisian yang mengenakan pakaian sipil. Kemudian, massa semakin memanas dan membalas tindakan polisi dengan cara melakukan pelemparan batu ke arah aparat kepolisian.

Alhasil, kerusuhan pun terjadi dimana massa yang kalangkabut berlari ke arah barat dan timur, dan aparat terus merangsek masuk ke arah massa dari bagian tengah atau Jalan Cilamaya.

Tak lama kemudian, water canon pun diturunkan dan semburan air mengarah ke kerumunan masa di sebelah timur. Sementara di sebelah barat gas air mata ditembakan aparat ke arah kerumunan massa guna membubarkan pendemo.

Aparat tampak membuat barisan di depan gedung DPRD dan menghalau pendemo di arah sebelah timur juga barat. Coretan vandal pun dilakukan pengunjuk rasa di benteng gedung DPRD yang berkelir putih.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers