web analytics
  

Cerita Ade, Pedagang Es Krim Durian Cari Untung saat Penerapan Protokol Kesehatan

Rabu, 7 Oktober 2020 15:02 WIB Rizma Riyandi
Bandung Raya - Bandung, Cerita Ade, Pedagang Es Krim Durian Cari Untung saat Penerapan Protokol Kesehatan, Es Krim Durian,Pandemi Corona,Usaha saat pandemi,Inovasi saat Pandemi

Ade (48) saat menjajakan masker di depan Mapolrestabes Bandung. Ada menjual masker sebagai usaha sampingan sebagai pedagang es krim durian. (Ayobandung.com/Rizma Riyandi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Ade (48) tampak sesekali merapikan masker yang terbungkus dalam plastik bening. Masker tersebut dia jajarkan di meja tembok area luar gerbang Mapolrestabes Bandung.

Rupanya sudah  bulan Ade rutin menjual masker berlogo TNI/Polri di tempat tersebut. Bahkan aktivitasnya itu menjadi pemasukan sampingan di luar pekerjaan utamanya sebagai pedagang es durian.

Ade menceritakan, sejak pandemi corona, pengunjung Mapolrestabes Bandung diwajibkan mematuhi protokol kesehatan, salah satunya memakai masker. Namun, ada saja pengunjung yang lupa membawa masker. Ade pun menangkap peluang tersebut untuk berdagang masker di depan Mapolrestabes.

Keputusan itu ternyata membuahkan untung. Bahkan sampai saat ini, Ade mampu menjual masker paling tidak 6 lusin per hari. Bahkan di awal-awal pandemi, 12 lusin masker yang dijajakan Ade setiap hari sering diborong habis.

"Setiap hari pasti ada saja yang beli. Biasanya yang beli dari kalangan sipil dan anggota Polri. Tapi pengunjung yang datang ke sini juga banyak yang beli," katanya kepada Ayobandung.com, Selasa (6/10/2020).

Masker dagangan Ade dijual Rp15.000 per potong. Barang dagangan tersebut dia dapatkan dari salah satu anggota Polrestabes Bandung. Dari setiap potong massker yang dijual, Ade memperoleh bagi hasil Rp2.000.

"Ya alhamdulillah, jualan masker di sini membantu banget buat saya. Soalnya kalau ngandelin jualan es krim doang mah sekarang untungnya kecil banget," tutur Ade.

Sejak pandemi pendapatannya dari berjualan es krim durian turun drastis. Sebelumnya, Ade bisa mendapat uang Rp300.000 sampai Rp400.000 sehari. Namun saat ini, dia hanya mampu mengantongi pendapatan dari berjualan es krim Rp100.000 sehari.

"Dapat Rp100 ribu saja sudah mending. Pembelilnya sekarang mah nggak ada," ujar Ade.

Biasanya, pria asal Rajapolah, Tasikmalaya itu menjual dua jenis masker, yakni kain dan scuba. Namun semenjak ada peraturan melarang penggunaan masker scuba, Ade hanya berjualan masker kain.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers