web analytics
  

9 Kelurahan Terdampak Proyek Double Track Bogor-Sukabumi

Rabu, 7 Oktober 2020 09:02 WIB Husnul Khatimah
Umum - Regional, 9 Kelurahan Terdampak Proyek Double Track Bogor-Sukabumi, Double track Bogor Sukabumi,Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim,Berita Bogor,Bogor Hari Ini

Rapat koordinasi Pemkot Bogor bersama Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Selasa (6/10/2020). (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 9 kelurahan di Kota Bogor terkena dampak proyek jalur ganda (double track) Bogor-Sukabumi. Saat ini pembebasan lahan dari 9 kelurahan itu tengah menjadi kegiatan prioritas.

“Jadi ada beberapa dampak dari pembangunan double track. Kita dukung secara penuh dan Alhamdulillah ini masuk di Program Strategis Nasional (PSN),” kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim, dalam rapat koordinasi bersama Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Selasa (6/10/2020).

Kesembilan kelurahan yang terdampak proyek double track tersebut yakni Kelurahan Paledang (12 bidang), Kelurahan Gudang (3 bidang), Kelurahan Bondongan (7 bidang), Kelurahan Empang (201 bidang), Kelurahan Batutulis (68 bidang), Kelurahan Cipaku (34 bidang), dan Kelurahan Genteng (1 bidang).

Dedie mengatakan, dalam rapat itu dibahas mengenai rencana lanjutan proyek double track Bogor-Sukabumi, termasuk soal fungsi Stasiun Bogor dan Paledang.

"Ada beberapa hal yang kita bahas dan harus betul-betul dikoordinasikan secara teknis. Pertama, fungsi dari Stasiun Bogor yang selama ini jalur Bogor-Sukabumi itu memakai Stasiun Paledang. Ke depan, rencananya akan diintegrasikan. Tidak lagi memakai Stasiun Paledang saja, tapi diintegrasikan antara Stasiun Bogor dan Paledang,” ungkap Dedie.

Selain double track, rapat tersebut juga membahas mengenai rencana penataan terintegrasi antara Stasiun Bogor, Alun-Alun dan Masjid Agung. 

“Saat ini kita sedang membangun Alun-Alun dan Masjid Agung. Jadi, Stasiun Bogor ini tidak bisa lepas. Selain diintegrasikan juga harus mempertimbangkan seluruh kawasan secara terpadu agar secara perancangan dan desain tuntas menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di situ atau memprediksi permasalahan yang ada di situ,” ujar Dedie.

Sementara itu, Kepala BTP Wilayah Jawa Bagian Barat Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Erni Basri mengatakan akan terus berkoordinasi dengan Pemkot Bogor agar proyek tersebut berjalan lancar dan bisa disesuaikan dengan rencana-rencana pemerintah setempat.

“Pak Wali minta mobilitas benar-benar disiapkan dengan baik, tentu kita harus bicarakan dengan unit-unit kerja terkait. Memang kalau untuk kawasan ke Pemkot, kita dari sisi teknis. Insya Allah kami mohon dukungan juga karena pekerjaan double track ini juga kan di sisi sungai. Mudah-mudahan semua lancar. Challenging kita bagaimana bekerja dalam kondisi Covid ini, mudah-mudahan semua lancar,” katanya.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers