web analytics
  

Mou, Ancelotti, Benitez, dan Zidane di Mata Luka Modric

Selasa, 6 Oktober 2020 15:39 WIB
Olahraga - Sepak Bola, Mou, Ancelotti, Benitez, dan Zidane di Mata Luka Modric, Luca Modric,Pelatih Real Madrid,Jose Mourinho,Carlo Ancelotti,Rafael Benitez,Zinedine Zidane

Luka Modric merayakan gol ketiga Madrid pada laga semifinal Piala Super Spanyol antara Real Madrid CF melawan Valencia FC di King Abdullah Sport City Stadium, Jeddah, Rabu (8/1) malam. (STR/EPA EFE)

MADRID, AYOBANDUNG.COM -- Perjalanan Luka Modric di Real Madrid memasuki musim kesembilan. Bukan waktu yang singkat. Ia meraih segalanya dalam balutan kostum si putih. Sepanjang perjalanannya di Madrid, Modric sudah bekerja sama dengan sederet pelatih jempolan.

Kapten tim nasional Kroasia itu sampai memahami karakter masing-masing. Dimulai dari Jose Mourinho.

Mourinho berperan besar membawa Modric ke Santiago Bernabeu. Sang gelandang tak pernah melupakan jasa arsitek berkebangsaan Portugal itu.  "Dia tangguh dan kuat. Dia selalu mengatakan kebenaran di depan anda," ujar Modric, dikutip dari Goal, Selasa (6/10).

Selanjutnya, Carlo Ancelotti. Ia menyebut Don Carlo pelatih spektakuler. Mereka memenangi trofi Liga Champions dan Copa del Rey. Ia mengaku masih berbicara dengan Ancelotti hingga saat ini. Menurut Modric, pria Italia itu bisa menyentuh sisi personal anak asuhnya.

Berlanjut ke Rafael Benitez. Eks juru taktik Liverpool ini kurang sukses di Madrid.

Modric memahami hal itu. "Tidak semua pelatih datang ke sebuah tim, dan bisa sukses. Tapi dia pelatih hebat, itulah sepakbola," ujar mantan jugador Tottenham Hotspur ini.

Terakhir, Zinedine Zidane. Saat ini Modric masih menjadi anak asuh Zidane.

Ia berharap seluruh dunia mengetahui bahwa Zizou tak tersentuh di El Real. Ia banyak mendengarkan suara-suara sembung berisi kritikan pada sang entrenador.

"Ada beberapa kritikan yang bahkan tidak masuk akal. Dia sangat ideal untuk Real Madrid. Zidane bisa seperti Ferguson atau Wenger di Inggris," tutur Modric.

Madrid tidak memiliki sejarah mempekerjakan pelatih untuk waktu yang lama. Modric berharap, ada pengecualian pada Zidane. Layaknya Sir Alex Ferguson di Manchester United, atau Arsene Wenger di Arsenal.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dudung Ridwan

artikel terkait

dewanpers