web analytics
  

Zona Merah, Pemkot Bandung Kewalahan Awasi Mobilitas Warga Luar Kota

Selasa, 6 Oktober 2020 15:32 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Zona Merah, Pemkot Bandung Kewalahan Awasi Mobilitas Warga Luar Kota, Bandung Zona Merah,Zona Merah Covid-19,Pemkot Bandung

Sejumlah pengendara memadati ruas jalan Jakarta, Kota Bandung, Rabu (1/7/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Saat ini Kota Bandung ditetapkan berada dalam zona merah kewaspadaan Covid-19 bersama empat daerah lainnya di Jawa Barat. Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan hal ini akan berdampak pada pengetatan mobilitas warga untuk beberapa waktu ke depan.

Namun, hal tersebut bukan perkara mudah. Pasalnya, ia mengatakan, Kota Bandung adalah salah satu daerah destinasi wisata yang kerap dibanjiri warga luar kota, baik untuk bekerja maupun berwisata.

"Untuk menyikapi kebijakan tersebut tentu mobilitas masyarakat harus jauh lebih maksimal (untuk diawasi), tapi saya jujur kesulitan pada saat mengendalikan warga dari luar Kota Bandung," ungkap Ema di Balai Kota Bandung, Senin (5/10/2020) sore.

Ia mengatakan, aktivitas warga luar kota di Kota Bandung sangat tinggi setiap harinya. Ia bahkan menduga hal tersebut menjadi salah satu faktor penyumbang meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Bandung yang berimbas pada perubahan zona kewaspadaan.

"Orang kerja ke Kota Bandung, beraktivitas di Bandung. Kami punmenduga kasus ini bisa saja akibat mobiltas yang masuk ke Kota Bandung sangat tinggi, dan mengendalikannya tidak mudah," ungkapnya.

Ia memaparkan, pintu masuk menuju Kota Bandung ada 41 titik. Sebanyak 22 titik adalah pintu masuk utama yang kerap dilalui warga Bandung Raya maupun daerah lainnya.

Pihak Pemkot Bandung sendiri saat ini tengah mematangkan rencana pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Kampung (PSBK) atau micro lockdown di level RW. Hal ini dilakukan untuk membatasi mobilitas warga dalam kota sehingga persebaran Covid-19 diharapkan dapat ditekan.

"Tapi kalupun warganya sudah sangat disiplin, namun lalu lalang orang (luar kota) tidak terkendali, itu berat juga. Kalau mengendalikan tingkat RT/RW kan masih logis. Tapi mengendalikan orang masuk (ke Kota Bandung), itu tidak mudah," ungkapnya.

Per 5 Oktober Bandung Zona Merah
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan daerah di Jabar yang masuk ke dalam zona merah kewaspadaan Covid-19 minggu lalu. Data terbaru, sebanyak 5 daerah masuk ke dalam zona merah, termasuk Kota Bandung.

"Berdasarkan data minggu lalu yang diumumkan hari ini, Cirebon (kota dan kabupaten) tidak lagi masuk zona merah, tapi ada pergeseran," ungkapnya dalam konferensi pers yang ditayangkan secara daring, Senin (5/10/2020).

Ia mengatakan, saat ini pergeseran zona merah tersebut menjadikan sejumlah daerah lainnya masuk ke dalam kategori daerah yang harus diwaspadai. Kelima daerah yang masuk zona merah adalah Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bogor, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

"Ada 5 zona merah yang harus diwaspadai termasuk Kota Bandung, ibu kota Jawa Barat," ungkapnya.

Selain itu, ia mengatakan, dari 5.300 desa dan kelurahan di Jawa Barat, terdapat 10 desa yang masuk sebagai resiko tinggi terkait Covid-19. Sebanyak 8 dari 10 desa resiko tinggi tersebut berada di Kota Depok.

"Oleh karena itu saya mulai besok dan Rabu akan kembali ngantor di Depok untuk membantu penanganan Covid-19 di sana," ungkapnya.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers