web analytics

Guru SMA Manfaatkan Rambut Jagung Jadi Minuman Herbal

clockSelasa, 6 Oktober 2020 04:50 WIB user-groupNetizen Yupiter Sulifan
Netizen, Guru SMA Manfaatkan Rambut Jagung Jadi Minuman Herbal , guru,kreasi guru,Teh Herbal

minuman herbal teh rambut jagung. (Yupiter Sulifan)

Yupiter Sulifan

Guru BK SMA Negeri 1 Taman Sidoarjo

AYOBANDUNG.COM -- Menumpuknya kulit pembungkus dan rambut jagung di halaman pasar tradisional Wadungasri Waru Sidoarjo, membuat gundah seorang guru Kewirausahaan SMA Negeri 1 Taman Sidoarjo, Nuryanti, S.Pd., dan tertantang untuk memanfaatkannya.

“Di beberapa daerah di Indonesia, rambut jagung merupakan limbah dari industri pangan, pertanian dan dimanfaatkan untuk sekedar makanan ternak bercampur dengan kulitnya,” ujar Nuryanti mengawali ceritanya.

Apa iya sih rambut jagung hanya dijadikan makanan ternak? Begitu rasa penasaran bu Yanti, begitu Nuryanti lebih akrab dipanggil oleh murid-muridnya. “Awalnya saya berburu beberapa buku literasi yang isinya tentang hasil penelitian tentang rambut jagung. Juga browsing di internet jurnal hasil penelitian. Ternyata ada banyak yang meneliti kandungan bahan kimia jagung beserta manfaatnya. Inilah yang saya jadikan dasar untuk membuat minuman herbal atau teh rambut jagung,” urai Nuryanti.

Rambut jagung adalah serat panjang mengkilap di bagian atas jagung. Kita bisa menggunakannya, baik dalam bentuk segar dan kering. Untuk memanfaatkannya dengan cara tarik saja untaian hijau keemasan dari jagung dan simpan di dalam wadah yang kedap udara lalu simpan di lemari es agar bisa bertahan selama beberapa minggu.

Bila jumlah rambut jagung ini banyak, kita bisa mengeringkan rambut jagung itu terlebih dahulu selama beberapa hari, baru kemudian menyimpannya. Ini juga tergantung dari kondisi cuacanya.

Rambut jagung yang mengandung vitamin B2, C, dan K, mineral, serat, protein, karbohidrat, serta bahan kimia yang bekerja seperti pil air (diuretik). Hal ini memberinya fungsi dapat mengurangi peradangan dan mengubah kadar gula darah.

“Melihat kandungan dan manfaatnya yang begitu besar untuk kesehatan, saya padukan rambut jagung ini dengan beberapa bahan herbal lainnya untuk dijadikan teh. Kenapa berupa minuman teh? Karena hampir semua semua umur dan lapisan masyarakat menyukai minuman teh,” lanjut Nuryanti bercerita tentang minuman herbal ramuannya ini.

Dan untuk memenuhi keinginannya itu, tak jarang Nuryanti blusukan ke pasar tradisonal untuk berburu rambut jagung di penjual sayuran. “Ada beberapa orang penjual yang sudah saya pesan agar rambut jagungnya jangan dibuang, nanti akan saya ambil,” kata Nuryanti yang alumni jurusan Tata Boga Unesa.

Nuryanti, S.Pd. (tengah, guru pembuat minuman herbal dari daun jagung. ()

 

Saran Nuryanti, kalau ingin mengkonsumsi sendiri minuman herbal rambut jagung, lebih baik menggunakan rambut jagung yang segar. Tapi kalau untuk dijual ya menggunakan rambut jagung kering. “Keduanya mempunyai manfaat yang sama,” lanjut Nuryanti. Dari beberapa sumber literasi yang dibacanya, khasiat rambut jagung diantaranya dapat meningkatkan aliran urin dan mengurangi kemungkinan pembentukan sedimen di ginjal; karena sifat diuretiknya, rambut jagung dapat membantu menghilangkan kelebihan cairan dan racun dari tubuh.

“Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2012 di International Journal of Biological Macromolecules, hasilnya menunjukkan bahwa kandungan polisakarida rambut jagung dapat membantu mengurangi kadar gula darah. Selain itu, penelitian lain yang diterbitkan pada tahun 2009 dalam jurnal Nutrition and Metabolism menunjukkan bahwa teh rambut jagung membantu regenerasi insulin dalam tubuh dan memperbaiki sel-sel yang rusak di pancreas,” urai Nuryanti tentang manfaat rambut jagung.

Memfasilitasi pembekuan darah, Melawan kolesterol, Melawan obesitas, serta memfasilitasi pembekuan darah adalah manfaat lain rambut jagung.

Awet 2 Minggu

Bagi pembaca Netizen, Nuryanti membagi resep minuman herbal rambut jagung, sebagai berikut. Bahan : rambut jagung kering 6 gram, kayu secang 3 gram dan daun mint 3 gram. Ketiga bahan dihaluskan menggunakan blender selama 5 menit lalu hasilnya dibagi 6 bagian.

Setiap 1 bagian ini bisa disajikan menjadi 5 gelas/botol dengan cara sebagai berikut. Bahan; 1 bagian teh rambut jagung, gula 125 gram dan air 1500 ml. Caranya dengan merebus air hingga mendidih lalu masukkan 1 bagian teh rambut jagung, biarkan selama 30 menit hingga merah dan dingin. Masukkan gelas/botol dan siap disajikan.

“Bila dimasukkan botol, apalagi untuk dijual sebagai minuman herbal di masa pendemi saat ini, minuman herbal ini awet hingga 2 minggu di kulkas dan 1 bulan di freezer,” lanjut Nuryanti yang mengemas minuman herbal ini untuk dijual dengan merek TRJ.

Selain untuk dikonsumsi sendiri dan dijual, minuman herbal rambut jagung ini juga diikutkan dalam lomba GTK Creative Camp 2020 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur yang bekerjasama dengan SEAMEO. “Semoga selain membawa manfaat untuk kesehatan kita semua juga bisa meraih juara yang terbaik,” harap Nuryanti.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

510 Hari Minus Sentuhan

Netizen Jumat, 23 Juli 2021 | 21:35 WIB

Kesakralan sentuhan tak lagi ada selama masa pandemi Covid-19.

Netizen, 510 Hari Minus Sentuhan, sentuhan,Pandemi Covid-19,Jaga Jarak,Sosial,Dampak Pandemi Covid-19

Ciharegem, Dungusmaung, Cimaung, Pamoyanan: Toponimi yang Berhubungan...

Netizen Kamis, 22 Juli 2021 | 22:30 WIB

Di Cekungan Bandung, sedikitnya ada 8 nama geografi yang berhubungan dengan harimau.

Netizen, Ciharegem, Dungusmaung, Cimaung, Pamoyanan: Toponimi yang Berhubungan dengan Harimau, Toponimi,Harimau,cekungan bandung,Kota Bandung

Jangan Berhenti pada Kata Maaf

Netizen Kamis, 22 Juli 2021 | 22:00 WIB

Akhirnya ada perwakilan pemerintah yang menyampaikan permintaan maaf kepada publik terkait dengan penanganan pandemi Cov...

Netizen, Jangan Berhenti pada Kata Maaf, Kata Maaf,Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan,PPKM Jawa-Bali,pemerintah Indonesia

Mengatasi Over Kapasitas Lapas

Netizen Rabu, 21 Juli 2021 | 21:15 WIB

Hukuman penjara, meskipun menjadi mekanisme yang penting untuk menghukum pelaku, bukanlah merupakan “obat”.

Netizen, Mengatasi Over Kapasitas Lapas, Over Kapasitas,Lapas,Hukuman Penjara,Masalah Kejahatan,Kriminalitas

Di Tengah Pandemi: Apakah Politik Bebas Aktif Indonesia Menjadi Penyel...

Netizen Rabu, 21 Juli 2021 | 20:00 WIB

Masyarakat dunia menghadapi dua masalah yang sangat menganggu.

Netizen, Di Tengah Pandemi: Apakah Politik Bebas Aktif Indonesia Menjadi Penyelamat?, Politik Bebas Aktif,Indonesia,Politik Luar Negeri,Ketergantungan,dependent

Kesehatan Anak Indonesia

Netizen Rabu, 21 Juli 2021 | 18:15 WIB

Mengkhawatirkan, 1 dari 8 pasien Covid-19 di Indonesia ternyata anak-anak.

Netizen, Kesehatan Anak Indonesia, Kesehatan,Anak,Indonesia,pasien Covid-19,Case fatality rate,Hari Anak Nasional

Memaknai ‘Memanusiakan Manusia’ di Tengah Pandemi

Netizen Selasa, 20 Juli 2021 | 22:30 WIB

Kata-kata “Memanusiakan Manusia” nampaknya sangat berkaitan erat dengan kondisi pandemic yang saat ini kita alami.

Netizen, Memaknai ‘Memanusiakan Manusia’ di Tengah Pandemi, Memanusiakan Manusia,Pandemi,Renungan,Sosial,Si tou timou tumou tou

Anak Punk Juga Manusia

Netizen Selasa, 20 Juli 2021 | 22:15 WIB

Anak punk merupakan fenomena sosial yang kerap kali masih kita temui di pinggir jalan.

Netizen, Anak Punk Juga Manusia, Anak Punk,Sosial,identitas bangsa,Krisis Identitas

artikel terkait

dewanpers
arrow-up