web analytics
  

Bandung Zona Merah, Aktivitas Warga Semakin Dibatasi?

Selasa, 6 Oktober 2020 08:30 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Bandung, Bandung Zona Merah, Aktivitas Warga Semakin Dibatasi?, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Bandung Zona Merah,Kota Bandung Zona Merah,Mini Lockdown,Bandung Mini Lockdown,Cara Mencegah Virus Corona

Sejumlah warga beraktivitas di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Senin (5/10/2020). Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengumumkan Kota Bandung berstatus zona merah atau wilayah dengan penularan Covid-19 tinggi. Selain Kota Bandung, terdapat 4 wi;ayah lain yang statusnya zona merah seperti Kabupaten Bandung Barat, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bogor. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan Kota Bandung zona merah corona, Senin (5/10/2020), bersama 4 wilayah lainnya, yakni Kabupaten Bandung Barat, Kota Bogor, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi. Akankah aktivitas warga semakin dibatasi?

Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, pihaknya menghormati keputusan yang telah ditetapkan. Karenanya, hal itu akan berdampak pada pembatasan aktivitas warga.

"Kita menghormati saja apa yang disampaikan gubernur, tinggal bagaimana kita menyikapi itu. Tentu harus lebih maksimal karena ada konsekuensi-konsekuensi, mobilitas masyarakat harus jauh lebih maksimal (diawasi)," ungkapnya saat ditemui di Balai Kota Bandung, Senin (5/10/2020).

Meski demikian, hingga sore kemarin, pihaknya belum mendapat penjelasan mengenai indikator-indikator yang membuat Kota Bandung masuk zona merah corona. Dia menyebut belum ada konfirmasi yang diberikan pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui dinas terkait soal hal tersebut.

"Tapi jujur saja kita belum konfirmasi ukurannya dari mana. Kami harapkan gubernur bisa menjelaskan lebih detil sehingga kami paham," ungkapnya.

Ia juga mengaku telah meminta Dinas Kesehatan Kota Bandung berkoordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan Jawa Barat untuk memperinci indikator-indikator yang ditetapkan. Ema mengklaim, selama ini Pemkot Bandung hanya menerima label zona kewaspadaan tanpa diberikan pemaparan lebih lanjut.

"Makanya saya mau tabayyun, minta Kandinkes Bandung koordinasi terhadap Kandinkes Jabar. Sampai rapat tadi (sore hari ini) belum ada penjelasan. Kami harap provinsi beri penjelasan," ungkapnya.

"(Selama ini) tidak ada (penjelasan). Bu Rita (Kadinkes Bandung) yang sehari-hari koordinasi saja saya mintakan konfirmasi, pemprov belum bisa memberikan penjelasan," ungkapnya.

Namun, Ema menegaskan, pihaknya menghargai pelabelan tersebut dan akan segera mengambil tindakan mengatur relaksasi kegiatan warga sesuai dengan zonanya. 

Dalam artian, pembatasan kegiatan akan segera dibahas dan ditetapkan oleh Wali Kota Bandung. Termasuk soal Pembatasan Sosial Berskala Kampung (PSBK) alias "micro lockdown".

"Saya prinsipnya di level pemerintahan yang lebih bawah menghargai dan menghormati keputusan level pemerintahan yang lebih tinggi. Saya yakin ada ukuran-ukurannya," ungkapnya.

Ditetapkan Pemerintah Pusat

Saat ini, zona kewaspadaan Covid-19 di seluruh kabupaten/kota di Indonesia ditetapkan oleh pemerintah pusat lewat 15 indikator kesehatan masyarakat. Ke-15 indikator tersebut terdiri dari 11 indikator epidemiologi, 2 indikator surveilans kesehatan masyarakat, dan 2 pelayanan kesehatan.

Secara berkala, epidemiolog akan menghitung situasi setiap kabupaten/kota dengan menghitung skor masing-masing indikator tersebut. Nantinya, skor akan dikalkulasi sehingga menghasilkan angka dengan skala 0-3.

Ketetapannya adalah:
1. Zona merah atau risiko tinggi : skor 0 sampai 1,8
2. Zona oranye atau risiko sedang : skor 1,9 sampai 2,4
3. Zona kuning atau risiko rendah : skor 2,5 sampai 3,0
4. Zona hijau atau tidak terdampak : nihil kasus positif Covid-19

Sebelumnya, 5 daerah di Jabar yang masuk zona merah corona hingga Senin (28/9/2020), yakni Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kota Cirebon, dan Kabupaten Cirebon.

Terkini, ada pergeseran zona merah di Jawa Barat. Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon statusnya tidak lagi zona merah.

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Ridwan Kamil: Sampai Kapanpun, Saya Mendoakan dan Membela Palestina

Bandung Senin, 17 Mei 2021 | 22:35 WIB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turut prihatin dengan tragedi kemanusiaan yang terjadi di Palestina. Ridwan Kamil pun m...

Bandung Raya - Bandung, Ridwan Kamil: Sampai Kapanpun, Saya Mendoakan dan Membela Palestina, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Bela Palestina,Doakan Palestina

Jago Merah Lalap Tempat Servis dan Toko Kusen di Depan Lapas Sukamiski...

Bandung Senin, 17 Mei 2021 | 21:26 WIB

Kebakaran di Jalan A.H. Nasution, Kelurahan Karang Pamulang, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Senin, 17 Mei 2021, me...

Bandung Raya - Bandung, Jago Merah Lalap Tempat Servis dan Toko Kusen di Depan Lapas Sukamiskin, kebakaran Bandung,Kebakaran di Kota Bandung,Diskar PB Kota Bandung,Kebakaran di depan Lapas Sukamiskin

Ridwan Kamil: Hati - Hati Pilih Karir di Era Industri 4.0

Bandung Senin, 17 Mei 2021 | 21:19 WIB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengingatkan generasi muda berhati-hati memilih karir di era revolusi industri 4.0. Seb...

Bandung Raya - Bandung, Ridwan Kamil: Hati - Hati Pilih Karir di Era Industri 4.0, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Industri 4.0,Karir di Era Industri 4.0,Generasi Muda

2 Pemuda Hina Palestina di Tiktok Akhirnya Minta Maaf

Bandung Senin, 17 Mei 2021 | 21:00 WIB

Dua pemuda penghina Palestina dalam sebuah video Tiktok yang viral di media sosial, akhirnya meminta maaf atas kelakuann...

Bandung Raya - Bandung, 2 Pemuda Hina Palestina di Tiktok Akhirnya Minta Maaf, pemuda hina Palestina,Penghinaan Palestina,Pemuda Menghina Palestina

Jabar Siapkan Strategi Penguatan Rumah Sakit Rujukan COVID-19

Bandung Senin, 17 Mei 2021 | 20:46 WIB

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengikuti rapat koordinasi (rakor) bersama Presiden RI Joko Widodo dan kepala daerah se-Indo...

Bandung Raya - Bandung, Jabar Siapkan Strategi Penguatan Rumah Sakit Rujukan COVID-19, Gubernur Jabar Ridwan Kamil,rumah sakit rujukan covid-19,Pemprov Jabar,peningkatan kasus COVID-19 pascalibur Lebaran

Waspada! Lonjakan Kasus Covid-19 Mengintai

Bandung Senin, 17 Mei 2021 | 20:34 WIB

Libur Lebaran 1442 Hijriah begitu singkat, terhitung mulai 13 - 16 Mei 2021.

Bandung Raya - Bandung, Waspada! Lonjakan Kasus Covid-19 Mengintai , Lonjakan Kasus COVID-19,Kasus COVID-19 Usai Libur Lebaran,Kasus Covid-19 Kota Bandung,COVID-19,berita bandung hari ini,lebaran,Wisata Lebaran,Wisata Bandung

Kebakaran di depan Lapas Sukamiskin, Jalan Nasution Padat Merayap

Bandung Senin, 17 Mei 2021 | 19:17 WIB

Api membakar sebuah rumah, tepatnya di Jalan A.H. Nasution nomor 101, Kelurahan Karang Pamulang, Kecamatan Mandalajati,...

Bandung Raya - Bandung, Kebakaran di depan Lapas Sukamiskin, Jalan Nasution Padat Merayap, kebakaran Bandung,kebakaran rumah,Kebakaran di Kota Bandung,Kebakaran di depan Lapas Sukamiskin,Jalan Nasution Bandung Macet

Jabar Waspadai Lonjakan Kasus COVID-19 Usai Libur Lebaran

Bandung Senin, 17 Mei 2021 | 19:06 WIB

Pemda Provinsi Jabar intens mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 pascalibur Lebaran. Selain melakukan pengetesan di 17...

Bandung Raya - Bandung, Jabar Waspadai Lonjakan Kasus COVID-19 Usai Libur Lebaran, Gubernur Jabar Ridwan Kamil,Pemprov Jabar,lonjakan kasus Covid-19,Libur Lebaran

artikel terkait

dewanpers