web analytics
  

Bandung Zona Merah, Masker Scuba dan Buff Tidak Efektif Cegah Corona

Senin, 5 Oktober 2020 13:57 WIB M. Naufal Hafizh
Bandung Raya - Bandung, Bandung Zona Merah, Masker Scuba dan Buff Tidak Efektif Cegah Corona, Virus Corona,Bandung Zona Merah,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,corona jabar,Update Corona Bandung

[Ilustrasi] Masker scuba tidak efektif mencegah corona. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan Kota Bandung masuk zona merah corona, Senin (5/10/2020). Artinya, Kota Bandung berisiko tinggi dalam penyebaran virus corona penyebab Covid-19.

"Ada 5 zona merah yang harus diwaspadai termasuk Kota Bandung, ibu kota Jawa Barat," kata Ridwan Kamil, dalam konferensi pers yang ditayangkan secara daring, Senin (5/10/2020).

Demi mengurangi risiko tertular virus corona, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker secara benar. Adapun sejumlah masker, seperti masker scuba dan buff menjadi yang paling tidak efektif mencegah virus corona.

Dari informasi yang diunggah PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI), masker scuba dan buff hanya memiliki efektivitas 0% hingga 5% untuk mencegah risiko terpapar debu, virus, bakteri, atau partikel lainnya.

Sementara itu, dilansir Science Alert, para ilmuwan di Duke University melakukan eksperimen yang membandingkan 14 jenis masker dan penutup wajah. Mereka mencari, masker apa yang paling efektif mencegah penularan virus corona.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa masker N95 memblokir sebagian besar tetesan pernapasan yang dilepaskan oleh orang yang berbicara, diikuti oleh masker bedah, kemudian masker yang dibuat dengan polipropilen.

Kemudian, buff adalah masker yang paling buruk dari sekian masker yang diuji. Lapisan masker yang tipis serta kualitas bahannya dapat membahayakan pengguna.

"Kami mengamati bahwa jumlah tetesan meningkat saat orang menggunakan buff. Kami yakin bahwa bahannya akan memecah tetesan besar yang dipancarkan selama berbicara menjadi beberapa tetesan yang lebih kecil. Hal ini dapat membuat pemakaian buff menjadi kontraproduktif, karena tetesan yang lebih kecil lebih mudah terbawa arus udara dan membahayakan orang di sekitar," kata Martin Fischer, pemimpin dan spesialis pencitraan molekuler dari Duke University seperti dikutip dari Science Alert.

Alih-alih memakai masker scuba atau buff, sebaiknya pilih masker bedah atau masker kain beberapa lapis.

WHO sendiri merekomendasikan masker kain memiliki 3 lapisan, yakni lapisan dalam yang menyerap, lapisan tengah yang menyaring, dan lapisan luar yang terbuat dari bahan non-penyerap seperti poliester.

Sebuah studi Universitas Illinois menemukan bahwa 3 lapis kain sutra atau kaus katun 100% mungkin sama protektifnya dengan masker kelas medis. Sutra khususnya memiliki sifat elektrostatis yang dapat membantu menjebak partikel virus yang lebih kecil.

Sebelumnya, 5 daerah di Jabar yang masuk zona merah corona hingga Senin (28/9/2020), yakni Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kota Cirebon, dan Kabupaten Cirebon.

Terkini, ada pergeseran zona merah di Jawa Barat. Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon statusnya tidak lagi zona merah.

"Berdasarkan data minggu lalu yang diumumkan hari ini, Cirebon (kota dan kabupaten) tidak lagi masuk zona merah, tapi ada pergeseran," kata Ridwan Kamil, Senin (5/10/2020).

Ridwan Kamil mengatakan, saat ini pergeseran zona merah tersebut menjadikan sejumlah daerah lainnya masuk kategori daerah yang harus diwaspadai. Kelima daerah yang masuk zona merah yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bogor, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers