web analytics
  

Obat Covid-19 Favipiravir dan Remdesivir Siap Dipasarkan

Senin, 5 Oktober 2020 11:48 WIB Fira Nursyabani
Gaya Hidup - Sehat, Obat Covid-19 Favipiravir dan Remdesivir Siap Dipasarkan, Favipiravir,Remdesivir,Obat corona,obat covid-19,Kimia Farma,Obat Covid-19 Kimia Farma,Indofarma,Obat Covid-19 Indofarma

Favipiravir hasil produksi dari PT Kimia Farma, Tbk. (dok. Kimia Farma)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Dua anggota BUMN Holding Farmasi, yaitu PT Kimia Farma Tbk dan PT Indofarma telah memproduksi obat  penanganan Covid-19, yaitu Favipiravir dan  Remdesivir dengan nama dagang Desrem.

Direktur Utama PT Kimia Farma Verdi Budidarmo mengatakan, jenis obat Favipiravir yang dapat dipergunakan untuk terapi Covid–19, sudah diproduksi sendiri oleh Kimia Farma.

Obat ini merupakan produk pertama di Indonesia yang dikembangkan sendiri oleh Badan Usaha Milik Negera (BUMN), dan telah mendapatkan Nomor Izin Edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Serta akan didistribusikan ke seluruh layanan kesehatan sesuai dengan regulasi Pemerintah," ujar Verdi dalam keterangan tertulis yang diterima Ayobandung.com, Senin (5/10/2020).

Sementara, Desrem™ Remdesivir Inj 100 mg merupakan produk antiviral hasil produksi Mylan Laboratories Limited, atas lisensi dari Gilead Sciences Inc, yang akan dipasarkan oleh PT Indofarma Tbk, dalam waktu dekat.

Desrem™ Remdesivir Inj 100mg telah mendapatkan persetujuan Emergency Use Authorization (EUA) di Indonesia dan telah disetujui oleh BPOM melalui penerbitan Nomor Izin Edar yang sudah diterbitkan pada tanggal 30 September 2020.

"Desrem™ Remdesivir Inj 100mg yang akan mulai dipasarkan pekan depan, merupakan obat yang digunakan untuk penggunaan pada pasien rawat inap Covid-19 dalam kondisi sedang-berat. Kemudian untuk ketersediaan stock untuk bulan ini, sudah ada sebanyak +/- 400.000 vial dengan harga yang tentunya terjangkau oleh masyarakat," ungkap Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto.

Dokter spesialis paru Erlina Burhan yang juga tergabung dalam Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19, mengatakan, remdesivir sebenarnya adalah obat antivirus yang ditujukan untuk pasien Ebola.

Dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan itu menambahkan, di beberapa negara, obat ini juga diuji coba dalam terapi pengobatan pasien Covid-19 dan menunjukkan hasil yang baik.

"Cara kerjanya adalah remdesivir ini menghambat replikasi virus. Jadi mudah-mudahan, kalau dimasukkan remdesivir ini, replikasi virus bisa terhambat sehingga tidak terjadi keparahan yang lebih lanjut, kemudian sistem imun kita bisa mengendalikan," jelasnya.

Cara pemberiannya dilakukan lewat infus dengan aturan dan dosis tertentu selama beberapa hari.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers