web analytics
  

Harga Cabai Naik dan Harga Ayam Turun di Sejumlah Pasar Bandung

Senin, 5 Oktober 2020 05:48 WIB Republika.co.id
Bandung Raya - Bandung, Harga Cabai Naik dan Harga Ayam Turun di Sejumlah Pasar Bandung, Harga Cabai Naik,Harga ayam turun,Harga Bahan Pokok,Harga di Pasar Bandung

Pedagang melayani pembeli di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Rabu (19/8/2020). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Kepala Bidang Distribusi Perdagangan, dan Pengembangan e-Commerce Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa mengungkapkan hasil pemantauan harga bahan pokok pekan kemarin di delapan pasar tradisional.

Pasar-pasar tersebut yaitu pasar Baru, Sederhana, Kiaracondong, Kosambi, Ancol, Palasari, Cihaurgeulis, dan Ujungberung.

Ia mengatakan terdapat beberapa harga bahan pokok yang mengalami kenaikan di atas harga eceran tertinggi. Beberapa di antaranya yaitu gula pasir dan minyak goreng.

Harga gula pasir Rp 13 ribu per kilogram lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) Rp 12.500 per kilogram, harga minyak goreng Rp 13 ribu per kilogram naik Rp 2.000 dari harga HET Rp 11 ribu per kilogram.

Selanjutnya, harga cabai merah tanjung Rp 45.300 per kilogram naik dari harga normal Rp 38.000 per kilogram, harga cabai merah keriting Rp 30.300 per kilogram naik dari harga normal Rp 28.800 per kilogram.

Beberapa komoditas harga yang menurun yaitu harga daging ayam ras Rp 31.100 per kilogram turun dari harga normal Rp 32.000 per kilogram. Harga telur ayam ras Rp 22.400 per kilogram turun dari harga Rp 22.900 per kilogram sebelumnya.

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengungkapkan harga kebutuhan pokok di Kota Bandung masih terkendali. Ia pun terus menginstruksikan jajarannya untuk memantau ketersediaan bahan pokok serta harga-harga yang beredar.

"Berdasarkan laporan, ketersediaan dan harga bahan pokok dalam kondisi aman," ujarnya belum lama ini.

Ia mengajak masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri di tengan fluktuasi harga bahan pokok. Salah satu yang bisa dilakukan adalah urban farming atau Buruan Sehat, Alami, Ekonomis, dan gerakan lainnya.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers