web analytics
  

Alat Berat Dikerahkan Buka Akses Desa Terisolir Longsor di Cianjur

Minggu, 4 Oktober 2020 21:52 WIB Muhammad Ikhsan
Umum - Regional, Alat Berat Dikerahkan Buka Akses Desa Terisolir Longsor di Cianjur, banjir Cianjur,bencana Cianjur,Berita Cianjur

Banjir mulai surut setelah sempat merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur. (Ayobandung.com/Muhammad Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Pj Bupati Cianjur Dudi Sudradjat Abdurachim mengatakan pihaknya mengerahkan segala upaya untuk membantu korban bencana banjir bandang dan longsor di empat kecamatan di Kabupaten Cianjur wilayah selatan.

“Insyaallah semua sudah dikerahkan untuk membantu warga korban bencana alam, salah satunya membuka akses jalan yang tertutup materil longsor,” ujar Pj Bupati Cianjur Cianjur Dudi Sudrajat Abdurachim kepada Ayobandung.com, Minggu (4/10/2020).

Dudi mengatakan, satu alat berat sudah berada di lokasi di Kecamatan Leles dan saat ini sudah bekerja. Diharapkan malam ini tim penyelamat bisa membuka akses jalan.

“Mudah-mudahan bisa dibuka akses malam ini, terpenting bantuan bisa masuk di desa yang sebelumnya terisolir. Rencana besok saya akan ke lokasi bencana,” katanya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mencatat laporan sementara, banjir bandang telah merendam 564 rumah di dua desa di Kecamatan Agrabinta. Banjir itu akibat Sungai Cisokan meluap.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur Moch Irvan mengatakan, banjir di beberapa wilayah sudah surut, namun masih ada beberapa wilayah yang masih tergenang. 

Ia mengatakan, banjir sempat merendam ratusan rumah tersebut dengan ketinggian rata-rata 1-1,5 meter.

"Tim BPBD Kab Cianjur sudah melakukan monitor daerah yang terdampak banjir di wilayah Desa Sukamanah dan dan Desa Mekarsari Kecamatan Agrabinta serta melakukan evakuasi masyarakat yang sedang melintasi jalan menuju daratan," ujar Irvan.

Ia mengatakan, kebutuhan mendesak untuk wilayah yang terdampak terutama daerah  Kampung Baru RT 03/01 adalah pakaian, air bersih, selimut, makanan siap saji dan buku sekolah serta perahu LCR yang bermotor.

"Kendala di lapangan akses kelokasi harus melewati sungai yang berarus deras," ujar Irvan.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers