web analytics
  

Kunci Membuat Anak Nyaman Selama PJJ, Kak Seto: Orangtua Harus Jadi Teman 

Minggu, 4 Oktober 2020 13:55 WIB Andres Fatubun
Umum - Nasional, Kunci Membuat Anak Nyaman Selama PJJ, Kak Seto: Orangtua Harus Jadi Teman , pembelajaran jarak jauh (PJJ),seto mulyadi,#satgascovid-19,#ingatpesanibupakaimasker,Satgas Covid-19

Seorang siswa saat mengukti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Tantangan baru dalam keluarga adalah menyesuaikan diri dengan adaptasi kebiasaan baru di dunia pendidikan bagi orangtua yang masih memiliki anak usia sekolah. 

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mengatakan salah satu kunci untuk membuat anak nyaman selama berada di rumah akibat pandemi Covid-19 adalah orang tua harus memosisikan diri sebagai sahabat mereka.

"Jadi karena situasi berubah, orang tua juga harus berani berubah menjadi lebih tenang, sabar, gembira, kreatif dan lebih penuh rasa syukur. Dengan berubah begitu kita memosisikan menjadi sahabat anak-anak," kata Seto dalam diskusi Satgas Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (4/10).

Menurut psikolog anak yang akrab disapa Kak Seto itu, hal tersebut harus dilakukan karena anak mengalami perubahan drastis selama pandemi. Yang tadinya mereka bertemu teman dan bergembira di sekolah, kini harus berdiam di rumah untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Jika di rumah orang tua masih memosisikan diri sebagai bos atau komandan yang senang memerintah, akan membuat anak-anak semakin tidak betah berada di rumah. Karena itu, Kak Seto mendorong agar orang tua mulai menjadi sahabat dan teman bagi anak dengan mulai berdiskusi dan membicarakan berbagai hal.

"Sehingga anak merasa nyaman sekali berada di rumah. Mungkin itu kunci utamanya," ujarnya.

Selain itu, Kak Seto juga mendorong agar orang tua mendukung mengembangkan bakat anak dengan mengapresiasi potensi yang mereka miliki. Anak harus ditimbulkan perasaan gembira dan percaya diri.

Ia mengatakan apresiasi tidak hanya harus dilakukan dalam ranah akademik tapi juga potensi lain seperti menyanyi atau bakat anak lainnya.

"Paling tidak apresiasi dari orang tua terhadap potensi setiap anak yang berbeda. Anak ditumbuhkan rasa percaya diri, bangga menjadi diri sendiri karena ada apresiasi dari lingkungan keluarga," tegasnya.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers