web analytics
  

Jangan Salah, Ini Arti Suspek Corona, Probable, hingga Konfirmasi

Sabtu, 3 Oktober 2020 16:42 WIB M. Naufal Hafizh
Gaya Hidup - Sehat, Jangan Salah, Ini Arti Suspek Corona, Probable, hingga Konfirmasi, apa itu kasus suspek,apa iut kasus probable,Kasus konfirmasi,Kontak Erat,Pelaku Perjalanan,Discarded,Selesai Isolasi,Kematian Covid-19

Satgas Covid-19 secara rutin memberikan data terkini soal jumlah terpapar Covid-19 di Indonesia. Ada beberapa istilah yang dipakai, mulai dari suspek hingga konfirmasi. Apa maksudnya? (Pixabay/PIRO4D)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Satgas Covid-19 secara rutin memberikan data terkini soal jumlah terpapar Covid-19 di Indonesia. Ada beberapa istilah yang dipakai, mulai dari suspek hingga konfirmasi. Apa maksudnya?

Merujuk buku Pedoman Pelayanan Antenatalm Persalinan, Nifas, dan Bayi Baru Lahir di Era Adaptasi Kebiasaan Baru, Kementerian Kesehatan RI menjelasakan istilah-istilah tersebut.

Definisi operasional kasus Covid-19 yaitu Kasus Suspek, Kasus Probable, Kasus Konfirmasi, Kontak Erat, Pelaku Perjalanan, Discarded, Selesai Masa Penularan, dan Kematian merujuk pada Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19) revisi ke-5 (per 13 Juli 2020).

Untuk Kasus Suspek, Kasus Probable, Kasus Konfirmasi, dan Kontak Erat, istilah yang digunakan pada pedoman sebelumnya adalah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Tanpa Gejala (OTG)

Kasus Suspek

Kasus suspek adalah seseorang yang memiliki salah satu dari kriteria berikut:

1. Orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.

2. Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable Covid-19.

3. Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di Rumah Sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Kasus Probable

Kasus probable adalah kasus suspek dengan ISPA Berat/ARDS atau meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan Covid-19 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.

Kasus Konfirmasi

Kasus konfirmasi adalah seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus Covid-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR.

Kasus konfirmasi dibagi menjadi 2:

1. Kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik)

2. Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik)

Kontak Erat

Kontak erat adalah orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi Covid-19. Riwayat kontak yang dimaksud antara lain:

1. Kontak tatap muka/berdekatan dengan kasus probable atau kasus konfirmasi dalam radius 1 meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih.

2. Sentuhan fisik langsung dengan kasus probable atau konfirmasi (seperti bersalaman, berpegangan tangan, dan lain-lain).

3. Orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus probable atau konfirmasi tanpa menggunakan APD yang sesuai standar.

4. Situasi lainnya yang mengindikasikan adanya kontak berdasarkan penilaian risiko lokal yang ditetapkan oleh tim penyelidikan epidemiologi setempat.

Pada kasus probable atau konfirmasi yang bergejala (simptomatik), untuk menemukan kontak erat maka periode kontak dihitung dari 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

Pada kasus konfirmasi yang tidak bergejala (asimptomatik), untuk menemukan kontak erat maka periode kontak dihitung dari 2 hari sebelum dan 14 hari setelah tanggal pengambilan spesimen kasus konfirmasi.

Pelaku Perjalanan

Adalah seseorang yang melakukan perjalanan dari dalam negeri (domestik) maupun luar negeri pada 14 hari terakhir.

Discarded

Discarded apabila memenuhi salah satu kriteria berikut:

1. Seseorang dengan status kasus suspek dengan hasil pemeriksaan RT-PCR 2 kali negatif selama 2 hari berturut-turut dengan selang waktu >24 jam.

2. Seseorang dengan status kontak erat yang telah menyelesaikan masa karantina selama 14 hari.

Selesai Isolasi

Selesai isolasi apabila memenuhi salah satu kriteria berikut:

1. Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RTPCR dengan ditambah 10 hari isolasi mandiri sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi.

2. Kasus probable/konfirmasi dengan gejala (simptomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dihitung 10 hari sejak tanggal onset dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.

3. Kasus probable/konfirmasi yang mendapatkan hasil pemeriksaan follow up RT-PCR 2 kali negatif selama 2 hari berturut-turut dengan selang waktu >24 jam, dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.

Kematian

Kematian Covid-19 untuk kepentingan surveilans adalah kasus konfirmasi/probable Covid-19 yang meninggal.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers