web analytics
  

Antisipasi Petani Merugi, Bedas Kenalkan Kartu Tani

Jumat, 2 Oktober 2020 18:59 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Soreang, Antisipasi Petani Merugi, Bedas Kenalkan Kartu Tani, Calon Bupati Bandung,Dadang Supriatna,Kartu tani

Calon bupati Bandung nomor urut 3, Dadang Supriatna bersama Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda menunjukan Kartu Tani. (Istimewa)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Calon bupati Bandung nomor urut 3, Dadang Supriatna yang berpasangan dengan Syahrul Gunawan memperkenalkan Kartu Tani yang akan diberikan kepada para petani jika terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Bandung periode 2021-2026.

Program Kartu Tani ini merupakan program Kartu Peduli Umat Melayani Rakyat (PUMR) yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Jawa Barat bagi para calon kepala daerah di ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.

"Kartu tani diperuntukan bagi para pelaku tani yang memiliki lahan sendiri dan masuk dalam kriteria pelaku tani yang berdomisili di Kabupaten Bandung," ujar Dadang Supriatna, Kamis (1/9/2020).

Menurut pria yang akrab disapa Kang DS itu, program Kartu Tani merupakan bantuan bagi para petani dengan anggaran sebesar Rp50 miliar per tahun yang bertujuan untuk mengantisipasi banyaknya petani yang merugi.

Dalam program Kartu Tani ini, lanjut Kang DS, pemerintah menyiapkan segala bentuk kebutuhan petani mulai dari sebelum, proses, hingga sesudah bertani. Artinya, pemerintah bakal membantu segala kebutuhan bertani hingga pemasaran hasil pertanian.

"Dengan program Kartu Tani ini, bukan berarti pemerintah ingin menghilangkan para tengkulak. Tapi, dengan program Kartu Tani ini, pemerintah harus mampu mengolaborasikan para tengkulak, sehingga ke depannya tidak ada lagi petani yang merugi di kala musim panen tiba," jelas Kang DS.

Lebih lanjut Kang DS mengatakan, Kartu Tani ini digagas berdasarkan keprihatinan terhadap kondisi para petani di Kabupaten Bandung. Dengan kondisi yang sangat strategis di bidang pertanian, masih banyak petani yang sering merugi di kala musim panen tiba karena kebinggungan memasarkan hasil pertaniannya yang dihargai murah oleh para tengkulak.

Ke depannya, kata Kang DS, lewat program Kartu Tani ini, pemerintah mampu turun tangan membantu para petani, salah satu contohnya yakni membangun kerja sama bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) dan ritel-ritel minimarket serta supermarket yang ada di Kabupaten Bandung untut turut serta memasarkan hasil pertanian para petani.

"Lewat program Kartu Tani ini, nantinya pemerintah akan memberikan ambang batas harga di kala musim panen mengalami surplus, sehingga harga jual hasil pertanian tidak akan anjlok dan pemerintah mensubsidi selisih harga jual antara petani dan tengkulak," katanya.

Kang DS menambahkan program Kartu Tani ini merupakan satu dari tiga program unggulan Kartu PUMR, selain Kartu Wirausaha dan Kartu Guru ngaji yang akan menjadi prioritas saat dirinya memimpin Kabupaten Bandung. 

Diketahui, pasangan yang mengusung jargon Bersama Dadang Supriatna-Syahrul Gunawan (Bedas) ini diusung oleh PKB di ajang Pilkada Serentak Kabupaten Bandung 2020. Selain PKB, partai pengusung lainnya, yakni Nasional Demokrat (NasDem), Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). 

Selain diusung oleh empat partai politik (parpol) besar pemilik kursi di DPRD Kabupaten Bandung itu, Bedas juga didukung penuh lima parpol non-parlemen, termasuk Partai Persatuan Indonesia (Perindo).

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Pemkab Bandung Akan Tertiban Pasar Tumpah dan Angkutan di Baleendah

Soreang Selasa, 15 Juni 2021 | 20:13 WIB

Pemerintah Kabupaten Bandung akan menertibkan pasar tumpah dan angkutan di sekitar RSUD Al Ihsan di Baleendah.

Bandung Raya - Soreang, Pemkab Bandung Akan Tertiban Pasar Tumpah dan Angkutan di Baleendah, Pemkab Bandung,Pasar Tumpah Baleendah,Pasar Tumpah di Kabupaten Bandung,Ambulans RSUD Al Ihsan,Bupati Bandung Dadang Supriatna

LSM dan Ormas Berbuat Premanisme akan Ditindak Tegas

Soreang Selasa, 15 Juni 2021 | 19:32 WIB

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan menegaskan pihaknya akan menindak tegas siapun yang berbuat aksi premanis...

Bandung Raya - Soreang, LSM dan Ormas Berbuat Premanisme akan Ditindak Tegas, Polresta Bandung,Operasi Premanisme,Ormas,LSM

Pesantren Al Kasyaf Larang Santrinya Datang Sebelum Isolasi Selesai

Soreang Selasa, 15 Juni 2021 | 19:05 WIB

Sebanyak 52 santri dan pengajar di Pondok Pesantren Al Kasyaf, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung terkonfirmasi covid...

Bandung Raya - Soreang, Pesantren Al Kasyaf Larang Santrinya Datang Sebelum Isolasi Selesai, Pesantren Al Kasyaf,Santri Pesantren Al Kasyaf Positif Covid-19,Pengajar Pesantren Al Kasyaf Positif Covid-19,Pesantren Al Kasyaf Kabupaten Bandung

43 Santri dan Pengajar Ponpes Al Kasyaf Kembali Lakukan PCR

Soreang Selasa, 15 Juni 2021 | 16:40 WIB

Sebanyak 43 santri dan pengajar Pondok Pesantren Al Kasyaf, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung kembali melakukan peme...

Bandung Raya - Soreang, 43 Santri dan Pengajar Ponpes Al Kasyaf Kembali Lakukan PCR, Pondok Pesantren,Al Kasyaf,Kecamatan Cileunyi,Kabupaten Bandung,Santri

Jangan Halangi Laju Mobil Ambulans, Bupati Bandung Mengimbau Tegas

Soreang Selasa, 15 Juni 2021 | 13:40 WIB

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengimbau masyarakat memprioritaskan jalan untuk laju mobil ambulans.

Bandung Raya - Soreang, Jangan Halangi Laju Mobil Ambulans, Bupati Bandung Mengimbau Tegas, Mobil,ambulans,Bupati Bandung,Dadang Supriatna

Sejumlah Preman Diamankan Polisi di Baleendah

Soreang Senin, 14 Juni 2021 | 18:22 WIB

Sejumlah preman yang sering melakukan pungli di persimpangan Rancamanyar dan Persimpangan Andir, Kecamatan Baleendah, Ka...

Bandung Raya - Soreang, Sejumlah Preman Diamankan Polisi di Baleendah, Preman Diringkus Polisi,Preman Ditangkap Polisi,Polsek Baleendah,Preman di Kabupaten Bandung

Butuh Bantuan Polisi, Jangan Ragu Hubungi 110

Soreang Senin, 14 Juni 2021 | 14:58 WIB

Polresta Bandung memastikan nomor call center 110 sudah berjalan dengan baik dan bisa diakses oleh masyarakat.

Bandung Raya - Soreang, Butuh Bantuan Polisi, Jangan Ragu Hubungi 110, Polresta Bandung,call center Polresta Bandung,layanan kepolisian,call center kepolisian

Pengakuan Pelaku Pemalsuan: KTP Paling Dicari, Ijazah S2 Paling Susah

Soreang Senin, 14 Juni 2021 | 14:53 WIB

Dokumen yang paling susah untuk dipalsukan adalah surat kelulusan dari perguruan tinggi.

Bandung Raya - Soreang, Pengakuan Pelaku Pemalsuan: KTP Paling Dicari, Ijazah S2 Paling Susah, sindikat pemalsuan dokumen,ciri sindikat pemalsuan dokumen,proses pemalsuan dokumen,bisnis pemalsuan dokumen,Praktik pemalsuan dokumen,pelaku pemalsuan dokumen

artikel terkait

dewanpers