web analytics
  

Ini Pedoman Mengadakan Pertandingan Olahraga saat Pandemi

Jumat, 2 Oktober 2020 16:33 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Olahraga - Sepak Bola, Ini Pedoman Mengadakan Pertandingan Olahraga saat Pandemi, pandemi corona,aturan olahraga saat corona,Pedoman Mengadakan Pertandingan Olahraga

[Ilustrasi] Pertandingan olahraga. (Pixabay/Pexels)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Banyak acara yang harus ditunda atau dibatalkan karena pancemi corona.Tak terkecuali dengan pertandingan-pertandingan olahraga. Namun, saat ini pertandingan olahraga mulai kembali digelar secara bertahap.

Padahal, angka infeksi virus corona masih cukup tinggi di berbagai negara. Vaksin untuk mengatasi virus ini pun masih dalam tahap pengembangan dan uji coba. Lalu bagaimana caranya agar acara yang berkaitan dengan olahraga tetap aman?

Federasi nasional, persatuan olahraga, pemilik klub, dan liga disarankan menghitung risiko setiap acara dengan menjawab beberapa pertanyaan.

Pihak-pihak tersebut juga harus melakukan beberapa perubahan untuk mencegah risiko tersebut. Kemudian melakukan komunikasi yang efektif kepada publik.

Menurut Maurizio Barbeschi, penasihat senior direktur eksekutif program kedaruratan kesehatan WHO, keputusan dan protokolnya bersifat lokal dan spesifik untuk tiap-tiap jenis olahraga. Hal ini dikarenakan risikonya berbeda di tiap negara di waktu yang berbeda pula.

Maurizio mengatakan tidak ada pedoman yang unik. “Terdapat pedoman dasar, yang berkembang seiring dengan meningkatnya pengetahuan, dan pedoman tersebut harus lebih banyak digunakan untuk mengambil keputusan ini melalui pendekatan berbasis risiko.”

Berikut beberapa panduan umum untuk mengadakan pertandingan olahraga.

  1. Menerapkan jarak fisik antar-penggemar dan membatasi jumlah penonton di tiap pertandingan.
  2. Keluarga diperkenankan untuk duduk bersama.
  3. Menggunakan single venue atau lokasi tunggal atau mengadakan pertandingan di ruang terbuka yang mungkin mengurangi risiko paparan.
  4. Membatasi kehadiran orang-orang tua dan yang memiliki kondisi kesehatan bawaan tertentu karena berisiko lebih besar.
  5. Memangkas durasi pertandingan, jika memungkinkan.
  6. Menggunakan hand sanitizer, masker, melakukan disinfeksi pada alat dan permukaan-permukaan benda, penyaringan, dan mencegah kepadatan berlebih.
  7. Melarang jabat tangan, tos, berpelukan, dan meludah di lapangan seperti yang sudah diterapkan oleh beberapa liga.
  8. Membatasi seluruh peserta ke satu lokasi selama turnamen berlangsung. Model ini akan dilakukan di Liga Champion Eropa di Lisbon, Portugal.
  9. Mempertimbangkan risiko penggemar yang berkumpul di luar stadion untuk menonton pertandingan dan merayakan. (Putri Shaina)
Sumber: Aljazeera
Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers