web analytics
  

6 Objek Peninggalan Peradaban yang Memiliki Kisah Menarik

Jumat, 2 Oktober 2020 14:01 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Unik, 6 Objek Peninggalan Peradaban yang Memiliki Kisah Menarik, Peradaban,objek peradaban,Kisah Menarik

Hawaiian Feather Helmet (1778) (BBC)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Dalam buku A History of The World in 100 Objects, mantan Direktur British Museum Neil MacGregor bisa membawa kamu dalam perjalanan keliling dunia dan kembali ke masa lalu. Buku tersebut menceritakan kisah-kisah menarik di balik item buatan manusia zaman dahulu, mulai dari perkakas hingga karya seni yang hebat.

Berikut 6 daftar objek peninggalan menarik untuk mengetahui lebih jauh tentang sejarah dan mempelajari lebih lanjut tentang dunia tempat mereka berasal, mulai dari Kekaisaran Romawi hingga peradaban Hawaii, dilansir dari BBC News.

Coin of Croesus (~ 550 SM)

Coin of Croesus (~550BC) (BBC)

Lebih dari 2500 tahun yang lalu, Raja Croesus berkuasa di Lydia, sebuah kerajaan makmur di Turki barat tempat beberapa koin pertama dunia mulai beredar.

Sementara koin yang terbuat dari elektrum (campuran emas dan perak) berasal dari sekitar satu abad sebelum pemerintahan Croesus, diperkirakan rakyat Lydia adalah orang pertama yang menggunakan mata uang bimetal, menggunakan emas dan perak secara terpisah dalam koin.

Sungai tempat orang Lydia mengambil logam untuk koin juga diduga sungai tempat Raja Midas menghapus kemampuannya untuk mengubah semua yang disentuhnya menjadi emas. Singa, simbol kerajaan, dan banteng diukir dalam koin-koin tersebut

Lonceng Perunggu Cina (~ 500 SM)

Chinese Bronze Bell (~500BC) (BBC)

Lonceng perunggu berdekorasi rumit tersebut dikenal sebagai bo, dan merupakan instrumen yang cukup canggih yang bahkan belum ada di negara barat pada masa itu. Pegangannya berbentuk seperti dua naga dan tubuh alat itu dihiasi dengan naga yang sedang menelan angsa.

Dua nada yang dihasilkan oleh bo ini telah didengar di Tiongkok sekitar 2500 tahun yang lalu, dan mungkin telah ada sejak zaman filsuf politik Tiongkok Confucius.

Bukan hanya seorang filsuf terkenal, Confucius juga seorang musisi, dan dia sangat yakin bahwa pertunjukan musik dapat membawa harmoni yang dia ingin lihat dalam masyarakat.

Batu Rosetta (196 SM)

The Rosetta Stone (196BC) (BBC)

Meskipun bongkahan batu abu-abu yang besar tersebut mungkin tidak terlalu menarik untuk dilihat, Batu Rosetta tidak diragukan lagi merupakan salah satu objek paling terkenal di British Museum.

Batu tersebut bertuliskan dekrit untuk menandai status Raja Ptolemeus V yang berusia 13 tahun sebagai dewa pada ulang tahun pertama penobatannya di tahun 196 SM. Karena masih sangat muda, Ptolemeus bergantung pada belas kasihan para pendetanya yang dia tenangkan dengan beberapa keuntungan yang diabadikan di atas batu tersebut.

Sarjana Prancis Jean-Francois Champollion menyadari bahwa semua hieroglif bergambar dan bersifat fonetik (berfungsi sebagai gambar dan suara), dia akhirnya memecahkan bahasa batu Rosetta, membuat bahasa Mesir Kuno dapat diakses untuk pertama kalinya.

Patung Dewa Jagung Suku Maya (~ 700 M)

Maya Maize God Statue (~700AD) (BBC)

Ketika peradaban menjadi bergantung pada pertanian, sekitar 9000 tahun yang lalu, cerita tentang dewa baru pun muncul, yaitu dewa yang menjamin siklus musim dan hasil panen, dan dewa makanan itu sendiri.

Patung ini adalah dewa jagung. Jagung merupakan tanaman pokok di Amerika yang tumbuh subur saat daging langka. Jagung dianggap memiliki khasiat suci karena diyakini bahwa nenek moyang Suku Maya dibuat dari adonan jagung oleh para dewa.

Patung batu kapur ini diperkirakan berusia 1300 tahun. Sekarang berada di jantung British Museum, tetapi ditemukan di reruntuhan kuil seperti piramida di Copan, kota utama Suku Maya di Honduras.

Hoxne Pepper Pot (400 M)

Hoxne Pepper Pot (400AD) (BBC)

Patung wanita perak tersebut sebenarnya adalah pot merica. Dijelaskan oleh Neil MacGregor, sosok wanita itu sendiri mungkin didasarkan pada bangsawan Romawi akhir yang kaya, jenis wanita yang akan menggunakan panci merica seperti itu.

Bangsa Romawi adalah pecinta kuliner yang serius, dan bumbu utama dalam gudang senjata mereka adalah merica. Tapi bumbu yang dicari ini tidak tumbuh di Inggris, atau bahkan Eropa. Oleh karenanya, Romawi mengimpornya dari India.

Helm Bulu Hawaii (1778)

Hawaiian Feather Helmet (1778) (BBC)

Helm merah dan kuning yang mencolok ini diberikan kepada Kapten Cook, atau salah satu krunya, pada tahun 1778 ketika dia dan anak buahnya menjadi orang Eropa pertama yang mengunjungi Hawaii.

Dihiasi dengan bulu-bulu dari ribuan burung honeyeater dan honeycreeper, helm ini juga mungkin dipakai oleh kepala suku Hawaii berpangkat tertinggi untuk berkomunikasi dengan para dewa.

Burung dipandang sebagai pembawa pesan spiritual, dan bulu mereka dianggap membawa perlindungan dan kekuatan, karenanya pemberian helm ini adalah sebuah kehormatan besar. (Fariza Rizky Ananda)

Sumber: BBC News
Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers