web analytics
  

Penanganan Covid-19 di 10 Provinsi Prioritas Menjadi Perhatian Khusus

Kamis, 1 Oktober 2020 22:54 WIB Andres Fatubun
Umum - Nasional, Penanganan Covid-19 di 10 Provinsi Prioritas Menjadi Perhatian Khusus, Satgas Covid-19,Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo,Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB),Penanganan Covid-19,10 Provinsi Prioritas

Warga saat beraktivitas dengan tidak menggunakan masker di kawasan Alun-Alun Cimahi, Rabu (16/9/2020). Akibat kondisi status penyebaran covid-19 yang berada di zona merah, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi akan memberlakukan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM). Selain itu, sejumlah pembatasan jam operasional akan diberlakukan di sektor industri dan ekonomi lainnya. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Perkembangan penanganan pada 10 provinsi prioritas menunjukkan kondisi yang positif.

Persentase angka kesembuhan terlihat meningkat, pertambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 menurun serta kasus kematian juga cenderung menurun. 

Hasil evaluasi periode 13 - 27 September 2020, Satgas Penanganan Covid-19 menguraikan konstribusi kasus secara nasional pada 10 provinsi prioritas. Kesepuluh itu diantaranya DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Papua, Bali dan Banten. 

Kontribusi 10 provinsi prioritas terhadap nasional, Per 13 September persentase kasus aktif  menyumbang 71,86% dari kasus nasional.  Kemudian pada 20 September persentase menurun menjadi 70,41% dan pada 27 September turun menjadi 67,62%.

"Ini adalah kabar baik dan perlu ditekan sehingga kasus aktif di 10 provinsi prioritas dapat terus menurun," ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito, dalam jumpa pers di Kantor Presiden yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (1/10/2020).

Prioritas Pasien Sembuh di 10 Provinsi

Dilihat kasus sembuhnya, terjadi peningkatan baik tingkat nasional maupun 10 provinsi prioritas. Namun diakuinya, konstribusi kesembuhan 10 provinsi prioritas terhadap kesembuhan nasional mengalami penurunan. 

Per 13 September persentase kesembuhan 80,15%, lalu per 20 September menurun menjadi 79,65% dan 27 September menurun lagi menjadi 79,35%.

"Kalau kita meningkatkan kesembuhan pada 10 provinsi prioritas ini, maka angka nasional juga akan meningkat secara signifikan," ujar Wiku. 

Sedangkan pada kasus kematian terjadi peningkatan pada tingkat nasional maupun 10 provinsi prioritas ini. Persentasenya cenderung meningkat. Kontribusi nya terhadap nasional Per 13 September, 77,67%, per 20 September 80,47% dan 27 September 80,18%. 

Ia pun merincikan kasus yang ada pada 10 provinsi prioritas perkembangan kasusnya berbeda-beda. Secara umum persentase kasus aktif menurun, kecuali Sulawesi Selatan dan Papua. Sulawesi Selatan sempat mengalami peningkatan persentase kasus aktif pada 20 September sebesar 23,90% dari 20,77% per 13 September. Dan pada 27 September 23,23%.

Sedangkan Papua kasus aktifnya meningkat cukup signifikan, yaitu per 13 September berada di 22,72% naik menjadi 29,5% pada 20 September dan naik lagi menjadi 35,7% pada 27 September. "Hal ini perlu menjadi perhatian bagi pemerintah daerah untuk terus menekan penularan sehingga dapat menurunkan kasus aktifnya," lanjut Wiku. 

Pada kesembuhan cenderung meningkat di seluruh provinsi prioritas, namun di Sulawesi Selatan dan Papua menurun. Sulawesi Selatan menurun dari 76,37% per 13 September, menjadi 74,06% pada 27 September. Papua menurun dari 76,01% per 13 September menjadi 62,8% pada 27 September. 

Untuk kasus kematian cenderung mengalami stagnan bahkan terjadi peningkatan pada sejumlah provinsi prioritas.  Untuk DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan mengalami penurunan. 

"Kami mohon 10 provinsi ini, tentunya seluruh provinsi di Indonesia untuk terus menekan angka kematian dengan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan penanganan kasus terutama pada geja sedang dan berat, sehingga angka kematian dapat ditekan menjadi tidak ada penambahan sama sekali," lanjut Wiku. 

Penurunan Kasus Paling Tinggi di Jatim

Selain itu perkembangan secara nasional dalam sepekan terakhir, terdapat 20 provinsi dengan jumlah kasus yang meningkat dibanding minggu sebelumnya. Ada 14 provinsi dengan kasus menurun dibandingkan Minggu sebelumnya. 

Sampai dengan 27 September, provinsi dengan peningkatan kasus paling tinggi ialah Jawa Barat dengan penambahan 1.726 kasus, disusul DKI Jakarta dengan penambahan kasus sebanyak 1.002 kasus. Dan Kalimantan Timur dengan penambahan 584 kasus. 

Untuk provinsi dengan penambahan kasus terendah dalam satu Minggu terakhir ialah Nusa Tenggara Barat dengan 2 kasus, Sulawesi Tengah 6 kasus dan Kalimantan Selatan 9 kasus.

"Kami mohon agar dapat ditekan sedikit lagi agar minggu depan tidak terjadi penambahan kasus sama sekali," ujarnya. 

Apresiasi diberikan pada 14 provinsi dengan penurunan kasus dalam seminggu terakhir paling tinggi di Jawa Timur 445 kasus, Sumatera Utara 233 kasus, dan Aceh 205 kasus. 

Sementara perkembangan harian per 1 Oktober 2020 terjadi penambahan kasus positif 4.174 kasus dan kumulatifnya 291.182 kasus. Kasus aktif hari ini sebanyak 61.839 kasus atau 21,2%, dibandingkan rata-rata dunia 22,5%. 

Jumlah kasus sembuh ada penambahan 3.540 kasus dan kumulatifnya 218.487 kasus atau 75%.  Rata-rata kesembuhan dunia di angka 74,44%. "Jadi persentase kesembuhan di Indonesia sedikit lebih tinggi dari angka dunia," ujarnya. 

Pada kasus kematian hingga saat ini sudah mencapai 10.856 kasus atau 3,7%. Dibandingkan persentase rata-rata kematian di dunia sebesar 2,98%. "Kasus meninggal persentasenya di Indonesia makin lama makin turun tetapi sementara waktu masih diatas rata-rata angka dunia," ungkapnya. 

Per hari ini jumlah suspek tercatat ada 135.480 kasus dan 43.592 spesimen. Sebaran wilayah masih terjadi di 34 provinsi dan 497 kabupaten/kota.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers