web analytics
  

Musim Hujan, 7 Kecamatan di KBB Rawan Bencana

Kamis, 1 Oktober 2020 22:25 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Musim Hujan, 7 Kecamatan di KBB Rawan Bencana , Berita Bandung Barat,bencana alam KBB,KBB rawan bencana,kecamatan rawan bencana KBB,BPBD KBB

Ilustrasi longsor. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengimbau masyarakat tingkatkan kewaspadaan terjadinya bencana pada musim hujan.

Kepala Pelaksana BPBD KBB Duddy Prabowo menjelaskan, musim kemarau saat ini berjalan normal dan kemungkinan besar sudah mulai pergantian musim hujan.

"Untuk musim kemarau saat ini diperkirakan sudah selesai dan berjalan normal berbeda dengan tahun lalu," katanya, Kamis (1/10/2020).

Ia menambahkan, sebagian wilayah Kabupaten Bandung Barat berpotensi terjadi bencana tanah longsor. Selain itu, ada juga potensi banjir bandang dan angin puting beliung.

"Seperti Kecamatan Parongpong, Cisarua dan Lembang. Sementara itu, di wilayah selatan biasanya di Kecamatan Gunung Halu, Rongga, Sindangkerta dan Cihampelas," katanya.

Duddy menyebut, berdasarkan informasi dari Badan Metereologi Klimatologi Geofisika (BMKG) puncak musim hujan akan berlangsung hingga bulan Februari 2021 mendatang.

"Saat ini kita tentunya melakukan mitigasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait kewaspadaan bencana," katanya.

Ia mengimbau, kepada masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan menjelang musim hujan ini. Pasalnya, berkaca pada tahun lalu banjir bandang pun sempat menerjang Kabupaten Bandung Barat.

"Pada akhir tahun lalu wilayah kita pun sempat diterjang banjir bandang di wilayah Kecamatan Ngamprah dan Padalarang," katanya.

Duddy pun berpesan, agar masyarakat untuk berperan aktif mencegah terjadinya bencana banjir dengan selalu menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarang.

"Mari kita menjaga lingkungan kita dari sampah, jangan sampai saluran air tersendat dan menyempit akibat sampah yang dibuang sembarangan," pungkasnya. 

Editor: Ananda Muhammad Firdaus
dewanpers